Laporan Input Literasi Siswa Selasa 27 Juli 2021

Nama Lengkap Kelas Nomor Absen Ringkasan bacaan
Anabel Izzati Mumtaz 7A 2 judul = Jangan Menyerah!
Hal yg dibaca = 1 – 27

Seorang anak bernama Caroline sering sekali menyerah karena usahanya sering gagal. Tetapi dari situ ia belajar untuk tidak gagal, dan juga mendapat dukungan dari orang lain, dan tentu saja Caroline sukses dengan usahanya selama ini.

Hikmah yg didapat = Hasil tidak akan mengkhianati usaha.

Arumi Astri Juro 7A 3 Mengejek orang lain hanya dari penampilannya yang berbeda bisa menyakiti hati orang lain.
keimora adzra shabirra ismanto 7A 7 semenjak ayahnya tidak ada, ibunya kehilangan juru cicip paling andal. ibunya biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai, tetapi istrinya lebih memilih bumbu jadi supaya bisa menghemat waktu dan tenaga. akhirnya, tanaman ibunya diganti dengan bibit bunga.
Khalisa Naira Putri 7A 9 Judul : Masakan Ibu Dan Bumbu-bumbu di Halaman Rumah
Hal : 1 – 8
Ibuku sangat suka masak dan biasanya ayah yang jadi juru cicipnya. Sayangnya ayah ku sudah tidak ada dan ibu jadi kehilangan juru cicip paling handal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Lastya Wiskara 7A 10 Ibu biasa menanam sebagian besar bahan masakan untuk dipakai sehari-hari.
Misya shafa raniyah 7A 12 Harus bisa mengatur waktu agar produktif supaya waktu nya lebih bermanfaat
Muhammad bazil justines sumantri 7A 14 Si kancil
Muhammad Fabian Reginald Putra Nugraha 7A 15 Semut yang sombong dan kepompong

Pada suatu hari di sebuah pohon terdapat sebuah kepompong yang hampir menjadi kupu-kupu suatu saat ada seekor semut yang melewati sang kepompong sang semut pun “Hai kepompong, lihatlah aku, aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada diatas tanah, lihat tubuhmu, kau sangat lemah hanya menempel di pohon yang tumbang dan tidak bisa berlindung dari badai” kata sang Semut dengan sombongnya
Suatu saat semut sedang berjalan tiba tiba terdapat daun yang membuat sang semut tertimpa dedaunan “tolong aku aku tidak bisa keluar” cakap semut dengan gelisah tiba tiba ada seekor kupu kupu cantik yang langsung menolong sang semut.
Lalu sang kupu kupu berhasil menyelamatkan semut ternyata kupu kupu cantik itu adalah kepompong yang semut hina dan semut pun berjanji tidak akan menghina hewan apapun

Muhammad Keefe Orva Oswada 7A 16 How The Grinch Stole Chrismast.
Naila Khansa Aruni 7A 18 Kehidupan dalam berumah tangga selalu ada dua sisi yaitu sisi positif dan sisi negatif nya, dalam hal ini contoh sisi negatif nya yaitu membandingkan pemikiran ibu dengan istrinya mengenai masalah kebun yang berisi apotik hidup atau tanaman bunga dan memasak bumbu dengan bahan segar atau bahan jadi beli di warung.
Rais Afham Nizham 7A 22 Seorang ibu hilang juru cicip
Tashya Rizki Ramadhani 7A 24 Memasak menggunakan bumbu jadi atau pun bumbu dari bahan yang langsung dipetik dari tanamannya memang sama saja namun bumbu yang sudah jadi lebih menghemat waktu dan tenaga sedangkan bumbu yang bahannya dipetik langsung lebih alami walupun waktu yang diperlukan lumayan banyak.
Zeda Odelina Queisha 7A 26 Bola Keramat – cerita fiksi

Rena dan Ani nekat mendatangi sebuah rumah kosong. Mereka ingin membuktikan kebenaran rumor tentang hantu kepala botak. Saat tiba di sana, bukwn penampakan hantu kepala botak yang mereka lihat, melainkan bola misterius yang dapat berbicara.

Adyaraka Putra Christianto 7B 1 Jadi ada dua Kaka beradik yang tugas di kampung nya untuk menangkap penyihir agar
Warga tetap aman dan tentram,intinya walaupun kita tak kenal orang tidak pernah kita ketahui yang penting kita harus terus menolong di situasi apa pun.
Aisya nadira putri 7B 2 Ibu suka memasak dari tumbuhan yang ditanam dan di belakang rumah mereka, Tapi setelah ayah sudah tidak ada, Ibu kehilangan juru cicip handal
Aliya Putri Valleysha 7B 3 Setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling handal. Sayangnya aku tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.

Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsip dalam memasak.

alleika kaleela ramadhianty 7B 4 ibu suka menanam tanaman sayur di halaman rumahnya karena ia suka memasak, ibu kehilangan juru cicipnya ( ayah ), ibu dan istri anaknya mempunya cara memasak yang berbeda, satu memakai bumbu instan, satu memakai bumbu sendiri yang ditanam di halaman belakang. sempat ada perang dingin antara mereka dan menyuruh dia ( anaknya ) untuk mencicip sup ayam paling enak. lalu istrinya ingin menanam bunga karena akan ada tamu, ibunya sempat bilang kalo tanaman sayurnya ga diganggu, tapi besoknya tanaman sayuran tidak ada lagi, dan ternyata digantikan oleh bunga sama ibu.
Ananda Dwivano Moeis 7B 5 Dog man Unleashed: jangan membeli sesuatu yang mencurigakan. Buku ini menceritakan anjing yang membeli ikan terlarang dari toko hewan peliharan
Athar Ghani Darmawan 7B 7 Setelah ayah tidak ada lagi ibu kehilangan juru resepnya
Audrey Nabella Asyari 7B 9 Ada protagonist yaitu seorang laki laki yang kurang di kemampuan mencecap makan. Ia punya Ibu, yang bagus memasak, Ibunya juga mempunyai taman yang ada banyak tanaman tapi tidak ada bunga, karena Ibunya mau tamannya untuk lebih berguna untuk memasak. Ayahnya dia dulu suka mencicipi makanan Ibunya tapi karena Ayahnya sudah tidak ada, Ibunya dia kehilangan juru cicip yang paling andal. Abis itu, protagonistnya harus mencicipi makanan ibu. Akhir ceritanya, Ibunya menanam bibit bunga, karena sudah waktunya rumah mereka keliatan lebih muriah.
Gadi Raditya Widyandana 7B 13 baji mati dan kazutora tetap diam di sana
Kayla Sabrina Irawan 7B 14 Cerita “Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di Halaman Rumah” menceritakan tentang keluarga yang kehilangan kepala keluarganya. Ayah dari keluarga tersebut merupakan juru cicip yang sangat handal, tetapi anak dari kedua orang tua tersebut tidak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Keluarga itu memiliki halaman rumah yang sangat luas. Ibu dari keluarga tersebut selalu menanam sendiri sebagian bumbu dapur yang akan dipakai. Menurutnya, jika kita menggunakan bumbu masakkan yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih “nendang”. Tetapi, bumbu bumbu tersebut tidak selalu tersedia di halaman rumah mereka. Jika begitu kondisinya, Ibu akan pergi ke pasar dan mencari bumbu yang paling segar.
Saat besar, sang anak pun menikah dengan seorang perempuan yang gemar memasak seperti sang ibu. Namun, sang istri dan sang ibu memiliki pemikiran yang berbeda, sang istri lebih memilih bumbu jadi dibandingkan bumbu yang diolah sendiri, tetapi sang ibu berfikiran yang sebaliknya. Mereka pun berselisih tentang bumbu makanan. Tibalah hari dimana sang ibu dan sang istri dari sang anak membuat sup ayam dengan bumbu yang berbeda. Sang anak diminta untuk mencoba kedua sup ayam tersebut dan memberi tahu sup ayam yang mana yang lebih lezat. Namun, karena sang anak tidak mewariskan ketajaman indera cecap dari yang ayah, Ia pun bertanya kepada sang ibu dan sang istri “Apa kalian benar benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup dari seseorang yang bahkan tak bisa membedakan sayur nangka basi atau tidak?” pertanyaan tersebut membuat sang ibu dan sang istri sadar. Sang istri mengikuti jejak sang ibu untuk menggunakan bumbu bumbu yang tersedia di halaman rumah. Setelah itu sang ibu dan sang istri dari sang anak pun berdamai.
Keisya fayola aurelia 7B 15 Bumbu bumbu masakan
Keiva Azzura Budiyono 7B 16 Belang, Si Kucing Setia

Mirna memelihara seekor kucing berwarna hitam yang ia beri nama Si Belang. Setiap hari, Mirna selalu mengurus Belang seperti memberinya makan, memandikan, dan mengajaknya bermain. Kucing kecilnya ini ia temukan di pinggir jalan setahun yang lalu. Saat itu, kondisi si Belang sangat menyedihkan dan kelaparan. Kini Si Belang sudah sangat sehat dan kuat. Setiap hari Si Belang selalu setia menunggu Nina pulang dari sekolah di depan rumahnya. Saat Nina sudah tampak di pandangannya, Si Belang akan berlari menjemput Nina dan mengeong – ngeong lucu di depannya. Tingkah laku Si Belang benar-benar imut dan membuat Nina semakin menyayangi kucing satu – satunya ini.

Le Schist Kenichi Abdurrachman 7B 17 Setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Halaman rumah kami tampak aneh bagi sebagian besar orang karena ada banyak tanaman yang tumbuh, namun tak ada setangkai pun bunga di sana. Setahuku ibu adalah salah satu dari sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Tanaman tanaman di halaman bukan hanya disiram dan dirawat dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Ibu dan istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan.
Mallika Anindya Mulyawan 7B 18 Setelah ayah tak ada ibu kehilangan juru cicip handalnya. Sehingga Ibu yang dari dulu menanam bumbu dapur di halaman depan dan belakang rumah mengganti semua tanaman bumbu dapur itu menjadi tanaman bunga setelah anaknya menikah, karena istri nya menyukai bunga.
Marshano Aulia Darmawan 7B 19 tentang masalah suami istri karena istrinya ingin menanam bunga di halaman rumah
Naira Putri Alif 7B 21 Ada seorang lelaki yang kehilangan Ayahnya, dia juga mempunyai Ibu yang suka memasak menggunakan bumbu alami. Sayangnya dia tidak jago menyicip rasa seperti Ayahnya. Ibu sampai menanam bumbu-bumbu di halaman belakang rumah. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang perempuan yang senang memasak juga, tapi berbeda dengan Ibu, perempuan itu ternyata lebih suka menggunakan bumbu instan dan akhirnya Ibu tau. Ibu dan istrinya berlomba membuat masakan karena menggunakan bumbu yang berbeda, saat telah jadi dia bingung. Akhirnya lomba pun selesai karena dia bingung. Tiba-tiba istrinya ingin menanam bunga di halaman, dia harus dapat izin Ibu untuk melakukan itu. Keesokan harinya dia terkejut karena istrinya menggunakan bumbu alami untuk memasak dan dia terkejut karna Ibunya membeli bumbu instan. Ternyata ibu mengganti tanaman yang ada di belakang rumah menjadi bunga.
Razell Altaafa Shaquile 7B 23 Ibu kehilangan pencicip makanan ketika ayah nya sudah tidak ada dan anaknya tidak pandai dalam mencicip makanan sehingga ketika anaknya sudah punya istri, ia bingung saat di minta untuk menentukan mana yang lebih enak karena ibunya lebih memilih bumbu dari tanaman yang ditanam sedangkan istri anaknya lebih memilih untuk membeli karena ia lebih suka menanam bunga, tetapi mereka akhirnya tidak bertengkar karena ibunya akhirnya memilih menanam bunga dan membeli bumbu.
Salwa Deandra Maharani 7B 24 setelah ayah tak ada, ibu kehilangan pencicip paling handal. Jika masakan ibu enak ayah tak segan untuk memujinya, tak segan segan juga mengomentari rasa masakan ibu seperti terlalu asin, manis, atau pahit. aku sendiri tak mewarisi ketajaman indra cecap itu, cara membedakan mana sayur nangka yang sudah basi atau belum juga tak bisa. Setiap memasak ibu selalu mengambil bahan bahan dari halaman yang dibuat untuk tumbuhan, ibu selalu memasak menggunakan bahan bahan segar, jika bahan bahan dari halaman belum dipanen, ibu akan pergi kepasar untuk membeli bahan yang dibutuhkan yang kualitasnya hampir mirip dengan bahan bahan di halaman rumahku. aku sebenarnya lega mendapatkan pasangan yang selalu pintar memasak seperti ibu. ah iya, kita juga akan kedatangan anggota baru, maka dari itu ibu membeli bunga.
Tyara Myouri Siswantoro 7B 26 Ibu senang memasak menggunakan bumbu dari halaman rumah. Ayah adalah pencicip andal dan selalu menghargai masakan ibu. Kami kehilangan juru cicip paling andal setelah ayah meninggal karena saya tidak mewarisi ketajaman indera cecap seperti ayah.
Armulia Widya Purnawati 7BIL1 3 ibu dan istri saling menghargai
Attaya Meyra Azzalia Latian 7BIL1 5 there are boys that are trapped in the maze and they have to find a way out
Azzahra surya putri 7BIL1 7 masakan ibu dan bumbu-bumbu di halaman rumah
Faakhir achmad bangsa diria 7BIL1 10 Buku yang aku baca ini buku lanjutan dari buku sebelum taiyu buku dilan 1991 ini tentang laki-laki yang bernama dilan dan perempuan yang bernama milea mereka berdua saling suka dibuku ini dilan diceritakan suka bercanda dan gombal kepada milea.Tapi pada suatu hari dilan diserang oleh geng motor dan ia ingin balas dendam.Piyan (Temanya dilan)0 Memberi tahu kepada milea bahwa dilan akan balas dendam karena hal itu milea langsung meninggalkan rumah dan menghampiri dilan milea sangan kesal dan melarang nya kepada dilan.Setelah milea pulang keesokan hari nya di beri tahu bahwa dilan di tahan di kantor polisi karena terlibat kasus perkelahian dan milea pun kesal akhirnya hubungan mere berdua jadi kacau.*Nggak ada buku yang seru karena nggak punya buku cerita adanya novel jadi baca ini wkaokwoakwok
Fabian Azfar Rayshad 7BIL1 11 Bam melawan zahard tetapi kekurangan kekuatan/shinsu. Jadi dia melabelkan sebuah garis yang dia gambar sebagai kekuatannya sendiri. Jadi dia berhenti mencari pecahan tentang dia. dan akhirnya mengambil kekuatan yang didalam dia sebagai kekuatan dia/Diri sejati.
jemma alika darajat 7BIL1 13 seorang ibu yg suka memasak dan menanam bahannya sendiri, sampai scatu hari ada tumbuhannya yg tidak segar, oleh karna itu terjadilah sebuah pertengkaran, tapi pada akhirnya mereka menemukan jalan keluar dan masala selesai
nafisa zeta oktavian 7BIL1 15 common values yang sebenarnya kurang berguna:
1. kenyamanan: banyak orang yang mengutamakan kenyamanan sebagai kesuksesannya, yang padahal kenyamanan itu sendiri bukan kebahagiaan, tapi efek dari kebahagiaan.
2. material success: bahayanya dari menilai kesuksesan dari suatu barang adalah menaruhnya diatas nilai2 yang lain seperti kejujuran, tanpa kekerasan, dan kasih sayang.
3. selalu benar: merasa untuk selalu benar dapat menghalangi kita untuk belajar dari kesalahan dan menutup diri kita dari informasi penting.
4. staying positive: bertahan menjadi positif adalah bentuk dari penghindaran. jadi daipada itu, kita bisa menerima masalah yang ada.
Nameera salsabila 7BIL1 19 tentang seorang anak yg terus berjuang sampai mencapai banyak hal
Andrew Riese Untung 7BIL2 1 Tentang seorang anak laki-laki yang mempunyai ibu yang suka memasak,tetapi dia tidak bisa menilai masakan ibunya,hanya ayahnya lah yang bisa,tapi sayangnya ayahnya sudah tidak ada.Ibunya suka sekali mengambil sayuran segar dari tamannya untuk masak.Anak laki-laki ini akhirnya punya pacar yang suka memasak tetapi sangat berbeda dari ibunya,pacarnya suka sekali memasak dengan bumbu siap pakai.Pada suatu hari pacarnya ingin menanam bunga di taman ibunya.Anak laki-laki itu pun bingung karena dia harus menanyakan ibunya dulu.Tiba-tiba pada suatu hari ibunya sedang berkebun dia mau menanyakan tentang bunga itu,tapi dia ingat bahwa ibunya dia tidak mau diganggu jika sedang berkebun.Dan pacar lelaki itu meminta mengambilkan daun bawang di taman ibunya untuk memasak sup ayam,tetapi saat ingin megambil daun bawang tanamannya sudah tidak ada semua,kemudia lelaki itu masuk dan bilang kepada pacarnya bahwa tanamannya sudah tiada.Rupanya ibu berbicara kepada mereka saat masuk rumah bahwa semua tanaman itu diganti menjadi bunga.
Chaska Rashadel Gumelar 7BIL2 2 Judul buku yang saya baca adlaah Why? : Dunia Laut Tengah dan Peradaban Romawi. Buku ini menjelaskan tentang perkembangan ekonomi, politik, dan perdagangan di sekitar benua Eropa, perang perang yang dilakukan Kerajaan Romawi, Persia, dan lain-lain.
Chiara Myesha P 7BIL2 3 Setelah ayah tidak ada, ibuku kehilangan juru cicip yang paling handal.
Eijaz Abhinav Ginanjar 7BIL2 4 hlm 23-76 buku novel “Bumi”
Gavin Gunawan 7BIL2 5 Si Leungli

Leungli adalah nama seekor ikan emas penghuni sungai yang bersahabat dengan seorang gadis bungsu. Gadis bungsu itu hidup bersama 6 saudara yang semuanya perempuan. Mereka yatim piatu. Gadis bungsu adalah satu satunya saudara tiri. Gadis bungsu memiliki sifat sederhana, rajin , sabar dan baik hati. Sedangkan keenam kakaknya tirinya sangat malas dan angkuh. keenam kakaknya itu selalu menyuruh si bungsu untuk melakukan semua pekerjaan dan memenuhi kebutuhan mereka. Suatu hari , saat mencuci di sungai, paikain salah satu kakanya hanyut. Akibatnya, si bungsu kena marah dan tidak boleh pulang sebelum menemukan pakaian yang hanyut itu.
Nah, saat itu bungsu sedang menangis di tepi sungai, muncul seekor ikan emas yang dapat berbicara. Ikan ajaib bernama leungli itu menghibur dan membantu menemukan pakaian yang hanyut. Sejak itu, mereka bersahabat. Leungli selalu menghibur dan memberi semangat kepada si bungsu.
Suatu hari, si bungsu mengetahui leungli telah ditangkap oleh keenam kakaknya. Si bungsu mengubur durinya, yang kemudian hari tumbug tunas tanaman di tempat itu. Tunas itu terus dirawat si bungsu dan tumbuh besar menjadi pohon ajaib. Pada akhir cerita, si bungsu hidup bahagia menjadi istri raja

Jasmine Alisha Zachry 7BIL2 7 Klan polaris adalah klan dengan teknologi tinggi. Klanitu terbagi menjadi 2 kawasan yg dipisahkan oleh dinding transparan setebal 100 meter dan menjulang tinggi. Suatu hari terjadi sebuah pandemi, pemerintah memerintah untuk segera evakuasi ke kawasan dibalik dinding itu. Semua warga memakai sebuah gelang, jika gelang itu berwarna hijau berarti mereka tidak terinveksi. Keluarga N-ou akan pergi menuju gedung itu, sesampainy disana terlihat robot² yg menjaga kawasan dibalik sana. Robot² itu bertugas menghalagi warga yg terinfeksi agar tidak memasuki kawasan disebrang sana. Saat ibu dan ayahny lolos gelang N-ou tiba² menjadi merah, dia tidak diperbolehkan masuk melewati dinding itu. sebuah belalai mengambil N-ou dan memasukannya ke kapsul terbang, kapsul itu membawa ia pergi menjauh dari sana. Tiba² gerimis turun, N-ou merasakan tangan, kaki dan leherny sakit ketika digerakan, badannya pun demam dengan suhu tinggi. Ia memasuki sebuah bangunan tua tak berpenghuni, dia mencari tempat untuk berbaring. Tiba² dia mendengar suara kucing dari dalam bangunan tersebut.
Keisha Putri Razak 7BIL2 10 Persahabatan selalu spesial. Dan sahabat terbaik selalu bersama kita hingga kapan pun. Tidak peduli meskipun jarak, sekolah, dan pekerjaan telah memisahkan. Sungguh beruntung bila kita memiliki sahabat.
Keisha Putri Razak 7BIL2 10 Seorang ibu yang tidak berniat menanam bunga karena jika menanam tanaman untuk memasak lebih bermanfaat karena kita tidak perlu pergi ke pasar dan pada akhirnya ibu mengganti tanaman bumbunya menjadi bunga.
Lakeysha Aurelia 7BIL2 12 TSOA-Webtoon-167

Saat Jukyung sedang di cafe dengan Suho,ia melihat pacar Dajeong yang sudah bersamanya selama 7 tahun sedang berjalan bersama perempuan lain.Ia ingin memberitahu Dajeong tapi tidak yakin itu pacarnya,karna kata Dajeong ia sudah akan menikah dengan pacarnya.Keesokan harinya saat Jukyung melihat media sosial Dajeong,semua fotonya sudah dihapus.Bahkan saat mengirim pesan kepada Dajeong,pesannya tidak dibaca ataupun di balas.Saat musim sudah berganti,Dajeong mengirim pesan pada Jukyung dan meminta bertemu di kafe.Saat bertemu,Dajeong ternyata sudah putus dengan pacarnya.Keesokan harinya,ia ditelfon oleh pihak Rumah Sakit bahwa Dajeong sedang di UGD.Ia pun langsung begegas pergi ke sana.Bersambung…

Mikael Sebastian Barus 7BIL2 13 Menceritakan seorang anak di masa remajanya yang memperebutkan seorang peremapuan denfan teman dekatnya.
Muhamad Anugrah Dwi Jatmiko 7BIL2 14 nenek itu mtidak mampunyai anak dan bertemu buta ijo dan dia membernya timun dan dia menanamnya di belakang rumahnya dan keesokan hari nya timun itu tumbuh sangat besar dan taunya isinya adalah seorang bayi dan bayi itu sudah umbuh besar da buta ijo datang dan ingin mengambil si gadis itu dan menaburka biji timun dan menaburkan jarum berubah menjadi bambu dan menaburkan garam dan menjadi laut dan ia mati tnggelam dan si keong mas selamat
Nadzia Ratu A.R 7BIL2 15 cerita yang aku baca adalah tentang seorang anak yang tidak disukai oleh keluarganya karena dia tidak pintar di akademis ketika iya sedang diluar rumah ada 1 orang perempuan yang menghampirinya dan berkenalan denganya anak itu sangat senang karena itu adalah teman pertamanya dikeluarganya itu ia memiliki seorang kakak sang kakak tidak suka melihat si adik bahagia karena itu dia berusaha merebut teman si adik tersebut
Nafisha Warawinaya Syatari 7BIL2 17 Suatu hari di musim panas yang terik dan melelahkan, seekor semut terlihat rajin bekerja mengumpulkan makanan. Dia kumpulkan makanannya di dalam lumbungnya. Dia mengumpulkan makanan agar nanti saat musim dingin tiba semut punya persediaan makanan yang cukup untuk bertahan. Melihat ini belalang menegur semut. Semut sudah memberi tahu alasan mengapa dia mengumpulkan makanan banyak. Setelah menjelaskan, belalang pun tertawa. Menurut belalang musim dingin masih lama dan menyuruh semut untuk berhenti. Tetapi semut tetap bekerja keras dan giat mengumpulkan makanannya. Saat musim dingin datang dan ternyata berlangsung lebih lama. Belalang hampir mati karena makanannya kurang. Akhirnya belalang minta makanan dari semut. Semut tidak tega melihat belalang, jadi dia bagi makanannya kepada belalang.
Ni Wayan Nitikesari Widyarsani 7BIL2 18 Judul: Raja Lebah & Sesendok Madu
Pada suatu hari, raja lebah memerintah seluruh rakyatnya untuk membawa satu sendok madu untuk pesta panen raya esok hari. Mendengar itu para lebahpun kembali ke rumahnya untuk mengambil sesendok madu. Tetapi sesampainya di rumah, para lebah justru mengambil satu sendok air dengan alasan madu tersebut adalah persediaan makan mereka. Setelah itu mereka membawa satu sendok air dan dikumpulkan di kerajaan. Setelah diisi, raja memerintahkan prajurit untuk menyimpan tempayan besar itu di ruang penyimpanan. Keesokan harinya, sebelum pesta di mulai raja mengatakan bahwa madu yang dikumpulkan bukan hanya untuk raja tetapi untuk seluruh rakyat di sana. Setelah itu, tempayan besar itu di buka oleh para prajurit. Saat melihat isi tempayan besar tersebut raja sangat sedih dan kecewa kepada rakyatnya. Para lebah yang merasa bersalahpun meminta maaf kepada raja. Pada perayaan selanjutnya, mereka semua mengumpulkan lebih dari sesendok madu, buah, bunga dan makanan lezat lainnya. Mereka sadar bahwa makanan yang mereka berikan untuk kesejahteraan mereka.
Pratama Aditya Nugraha Wxli 7BIL2 19 Kura Kura yang sombong

Ada seekor kura-kura yang sombong dan merasa dirinya lebih pantas terbang dibandingkan berenang di perairan. Ia jengkel karena memiliki tempurung keras yang membuat tubuhnya terasa berat.

Ia pun kesal melihat kawan-kawannya sudah berpuas diri dengan berenang. Saat melihat burung yang bebas terbang di langit, kejengkelannya kian bertambah.

Suatu hari, kura-kura ini memaksa seekor angsa untuk membantunya terbang. Si angsa setuju. Ia mengusulkan agar si kura-kura berpegangan pada sebatang kayu yang akan diangkatnya.

Karena tangan kura-kura agak lemah, ia menggunakan mulutnya yang lebih kuat. Ia pun akhirnya bisa terbang dan merasa bangga.

Melihat teman-temannya yang tengah berenang, ia ingin menyombongkan diri. Ia lupa bahwa mulutnya harus terus dipakai untuk menggigit kayu. Ia pun terjatuh dengan keras. Beruntung, ia selamat berkat tempurung yang pernah dibencinya.

jadi hikmah yang di dapat adalah : jangan sesekali sombong ,dan jangan merasa bahwa saya sudah lebih hebat dan jangan sia sia kan kemampuan diri sendiri.

Rania Alya Faiza 7BIL2 20 Nikki merasa bahwa dirinya sangat berbeda. Dia tidak suka memakai make up, tidak suka memakai gaun juga. Karena itu, dirinya sering dibully oleh teman- temannya. Sampai Nikki memutuskan untuk membeli sebuah buku diary untuk menulis semua curhatannya
Risda Anisa Anazaly 7BIL2 21 Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.
Ulfi Bunga Damayanti 7BIL2 24 Harus saling percaya satu sama lain jika tidak mau persahabatannya runtuh.
Alea Putri Raditya 7C 2 Menceritakan tentang seorang Ibu yg senang menanam bumbu- bumbuan dibelakang rumah.
Tetapi ibu dan istri dari anaknya rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru diketahui setelah anaknya menikah adalah, bahwa istri anaknya lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan, dan terjadilah perang dingin diantara ibu dan istri anaknya.
Anna Arasy 7C 3 Setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu, sayangnya aku tidak mewarisi indera cecap itu. Sebagian orang menanggap rumah kami tampak aneh, ada tanaman yang tumbuh di sana tapi tidak ada setangkai bunga pun di sana. Tapi itu dikarenakan menghasilkan yang lebih sempurna di masakan ibu. Jika masih ada ayah pasti ayah akan tahu mana sayuran yang busuk dan mana yang segar.

Aku sempat merasa lega karena aku mempunyai istri yang suka memasak, tapi rasa lega itu hanya sementara. Ternyata cara masak ibu dan istri berbeda, karena istri memakai bumbu cepat saji, istriku pun curhat bahwa sulitnya masak bersama mertua. Tapi ia lebih memilih menanam bunga dibandingkan tanaman. Aku belum bisa berjanji kepada istri karena harus meminta izin ibu dulu.

dikiraku hari ini mereka damai tapi ternyata mereka berlomba-lomba masak untuk menguji siapa yang paling enak. Setelah makanan itu selesai mereka menyediakan masakan itu di meja, dan seperti dugaanku aku disuruh mencicipi mana masakan yang paling enak. Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin
mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?” setelah pertanyaanku itu tidak ada lagi perang keringat dingin.

Di suatu saat libur kerja aku akan meminta izin ibu untuk menanam bunga, saat aku mencari ibu ternyata ibu sedang memakai baju berkebun dan terlihat tidak mau diganggu. “Lain kali aku akan bilang lain kali…”. saat siang hari istri sedang memasak sup ayam dan meminta tolong untuk mengambilkan beberapa daun bawang, tapi saat aku mau mengambil daun bawang tanaman-tanaman sudah tidak ada lagi. Aku pun kembali ke istriku, “Apakah ibumu menanam bahan bumbu yang lain?” tepat selesai istriku bertanya ibu keluar dari kamar dengan keadaan kotor “Sudah ibu ganti dengan bibit bunga, toh nanti juga ada anggota keluarga baru” istri dan ibu pun saling bertatapaan dan saling tersenyum.

Athallah Devandra Rinaldy 7C 5 Menceritakan tentang perselisihan ibuku dan istriku mereka berselisih tentang tanaman yang harusnya ditanam di halaman rumah ibu menyukai menanam bumbu-bumbu masakan seperti cabe, jahe, serai, bawang merah,Dan beberapa lainnya. Mereka sempat berlomba membuat masakan siapa yang lezat ibuku menggunakan bumbu-bumbu masakan yang ditanam di halaman rumah sedangkan istriku menggunakan bumbu jadi. Mereka memintaku menjadi juru tes tapi aku keberatan karena aku mencoba tidak terlibat perselisihan diantara mereka dengan alasan membedakan sayur nagka basi atau tidak aja aku tidak bisa. Apalagi disuruh mengetest masakan sop mereka berdua.
Pernyataanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua tak ada lagi perang dingin
Akhirnya ibuku membilehkan halaman rumah ditanami bunga-bunga karena menyambut anggota baru. sementara bumbu masakan bisa menggunakan bumbu jadi.
Carissa Maulidya Ananta 7C 9 Dia seorang detektif, ia menyelesaikan misi yang ia alami, dan ia menemukan siapa pelakunya lalu pelakunya ialah orang pemilik salon langganan Ibunya.
Jurrien Rafael A 7C 11 halaman ibu tidak ada bunga nya karen ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Tetapi setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling handal. sayangnya istri anak ibu tidak mempunyai prinsip yang sama dengan ibu. Tapi ternyata halaman nya diganti oleh bungu oleh ibu karena akan ada anggota keluarga baru
Fariez Muhammad Abyan 7C 13 Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbuyang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar.
Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan
ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu.Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.”. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. Secara diam-diam, aku berharap keduanya bisa bernegosiasi dan menemukan jalan tengah. Lama-kelamaan, tak
lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan
pintas dalam memasak. Juga tak kudengar curhat istri tentang betapa sulitnya
memasak bersama mertua.
Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga. Ini juga baru kutahu. Aku belum bisa berjanji. Perlu izin ibu untuk itu. Tapi, setidaknya, yang dipinta istriku
tidak lagi terkait dengan masak-memasak. Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Makanan tersebut akan dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil
masakan siapa. Aku memprotes. Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti itu. Tapi, dua mangkuk sup ayam tetap terhidang. Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang dingin’. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.
Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang
keinginan istriku menanam bunga. Namun, ibu telah lebih dulu mengenakan pakaian
’berkebun’, Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat. Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat. Ibu lalu mengatakan ”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah, bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”. Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.
Kimya Aisya Ali 7C 14 Ibu senang sekali memasak menggunakan bumbu masak yang ia tanam sendiri di kebun rumahnya. Dan Ayah si ‘Aku’ mempunyai indra pengecap yang luar biasa, beliau mencicipi masakan ibu dengan teliti maka dengan itu masakan ibu akan menjadi lebih mantap. Tetapi setelah Ayah tidak ada, tak ada seseorang lagi yang mampu melakukannya. Tokoh ‘Aku’ tidak mewarisi keterampilan mengecap Ayah. ‘Aku’ ini bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka yang basi atau tidak.

‘Aku’ menikah dengan perempuan yang sangat bertolak belakang dengan Ibu nya, ia lebih memilih menggunakan bumbu masak yang instan daripada yang ditanam sendiri. Hingga akhirnya terjadilah ‘perang dingin’ antara Ibu dan Istri sang ‘Aku’.
Lalu mereka berdua memutuskan untuk memasak sup ayam dengan cara sendiri, dan meminta ‘Aku’ untuk membandingkan rasanya mana yang lebih enak. Tetapi si ‘Aku’ menolak dengan alasan mengapa dirinya yang disuruh membandingkan jika bahkan ia tidak bisa membedakan sayur nangka yang basi atau tidak.

Lalu saat si ‘Aku’ ingin memasak hidangan sup ayam, ia mencari daun bawang di kebun Ibu, Ibu berkata kalau kebunnya sudah diganti dengan bibit bunga dengan alasan agar kebunnya lebih meriah dan kedatangan anggota baru yang mungkin cucu nya. Akhirnya si ‘Aku’ memasak sup ayam dengan bumbu masak yang dimaksud Ibu, bumbu siap pakai. Dan tidak ada lagi perang dingin.

Kaylee Putri Almira Soewargana. 7C 15 ( Kita perlu Senjata Canggih ) – Sentuhan Kalbu
Nampaknya kita tidak bisa bersantai-santai dalam berjuang menunduk-kan nafsu sebagaimana yangdi amanatkan oleh Rasulullah : tetapi kita kita harus berjuang mati matian, karena memang ternyata nafsu yang harus diperangi manusia banyak sekali.
Marvel Alfaridzi Sunadim 7C 15 Xiaodou dapat mengatasi ketakutanya pada matematika dengan bantuan Xiaorong, nilai matematikanya semakin baik.Belajar matematika sebenarnya tidak menakutkan, hanya saja belum menemukan cara yang cocok.
Kirana Daniswara Rengganis Prasetyo 7C 17 Tidak boleh berlomba lomba dalam sesuatu yang biasa
Mochamad Abyaz Bitaff 7C 18 Semua robot bermusuhan tetapi karena bantuan Bumblebee para robot pun menjadi damai
Sakhi Putra Danendra 7C 24 Saat kehilangan ayah, ibu tidak punya juru cicip paling handal, ibu juga menanam tumbuhan di halaman rumah untuk bumbu masak.
Adinda Magnacinta Tahid 7D 2 Usia SMP adalah usia masa remaja awal. Pada usia ini, lingkungan bisa mengaruhi remaja. Oleh sebab itu, sebagai remaja kita harus memahami bahwa SMP adalah sebuah tahap mula dalam menjadi remaja, tetap konsisten dalam beribadah sesuai agama dan kepercayaannya, dan belajar untuk Menerima terhadap Keberagaman.
Adjeng Queenmayra Erwin 7D 3 Foxy adalah teman baik Rocky. Foxy sangatlah pemalu, tetapi dia ada acara pentas di sekolah. Sebentar lagi Foxy akan tampil, saking takutnya ia sampai gemetar. Kemudian dia melihat diantara penonton ada satu wajah yang ia kenal, dia adalah Rocky. Setelah ia melihat Rocky sahabat baiknya, ia langsung tak sabar ingin tampil untuk menampilkan ke teman baiknya.
Atarisya Zafrina Viniarta 7D 6 Dahulunya di halaman rumah Ibu terdapat banyak bumbu-bumbu untuk masakan dapur, namun setelah beberapa lama halaman rumah Ibu kini tidak lagi di penuhi dengan tanaman bumbu dapur semuanya hilang dan ternyata Ibu menanam bibit bunga, karena di rumah tersebut akan kedatangan anggota baru.
Bedhaya LIngkar Hayuningrat Ind 7D 7 Di belakang sekolah imung dan temannya sedang berbincang, seketika perbincangan itu selesai ketika para guru menjerit. Ternyata ada berita tentang kaburnya harimau. Imung melihat harimau bersayap!, dan secara tak sengaja imung tercakar oleh harimau, setelah itu imung bangun, dan tenyata itu hanyalah mimpi imung.
Camilla Elviana Rully 7D 8 Ibu dan Istri mempunyai opini berbeda tentang memasak dan berkebun tetapi pada akhirnya, keadaan damai lagi.
Camilla ramaniya putri 7D 9 Setelah ayah tidak ada,ibu kehilangan juru cicip paling handal,ibu adalah orng yg memegang teguh prinsipnya dalam memasak,ia biasa menanam sendiri sebagian bumbu dapur banyak sekali bumbu” yg ditanam oleh ibu di halamannya ketimbang bangunan rumah ibu lebih biasa menanam tanaman
Ezra Arya Pamuwesa 7D 10 Sang ibu dan istri yang awalnya sama-sama egois, pada akhirnya menyadari bahwa mereka sekarang sudah menjadi satu keluarga dan yang penting adalah menghargai satu sama lain.
Farrel Muhammad Adriansyah 7D 11 Masakan ibu dan bumbu-bumbunya
Kiagus Hafiz Kenzie Luthfan 7D 13 Ibu menanam tanaman hijau terkait tentang keinginan untuk menghasilkan yang lebih berguna untuk masakannya. Tetapi pada akhirnya ibu mau menanam bunga agar rumah kelihatan lebih meriah.
Klara khairunnisa 7D 14 tentang anak yang di bully
Mahatma Kautsar Budiman 7D 15 Ibuku dan istriku berdebat tentang penambahan bumbu dapur yang akan di tanam tapi akhirnya ibuku setuju untuk menambahkan bumbu lain
Marlla Zaura Zalyca 7D 16 Buku ini menceritakan tentang sekumpul binatang yang berjuang dalam badai.
Marlla Zaura Zalyca 7D 16 Buku ini menceritakan tentang ibu yang kehilangan juru penyicip nya yang paling besar.
Mazaya Aretha Fatin 7D 17 butuh banyak percobaan untuk membuat masakan enak
Muhammad Airlangga Dwisano 7D 18 Ibu suka memasak pakai bumbu-bumbu hasil tanam sendiri
Muhammad fatan safawi 7D 19 Ibu senang sekali memasak menggunakan bumbu masak yang ia tanam sendiri di kebun rumahnya. Dan Ayah si ‘Aku’ mempunyai indra pengecap yang luar biasa, beliau mencicipi masakan ibu dengan teliti maka dengan itu masakan ibu akan menjadi lebih mantap. Tetapi setelah Ayah tidak ada, tak ada seseorang lagi yang mampu melakukannya. Tokoh ‘Aku’ tidak mewarisi keterampilan mengecap Ayah. ‘Aku’ ini bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka yang basi atau tidak.

‘Aku’ menikah dengan perempuan yang sangat bertolak belakang dengan Ibu nya, ia lebih memilih menggunakan bumbu masak yang instan daripada yang ditanam sendiri. Hingga akhirnya terjadilah ‘perang dingin’ antara Ibu dan Istri sang ‘Aku’.
Lalu mereka berdua memutuskan untuk memasak sup ayam dengan cara sendiri, dan meminta ‘Aku’ untuk membandingkan rasanya mana yang lebih enak. Tetapi si ‘Aku’ menolak dengan alasan mengapa dirinya yang disuruh membandingkan jika bahkan ia tidak bisa membedakan sayur nangka yang basi atau tidak.

Muhammad Haidar Nurrasyid 7D 20 Tentang Masakan ibu dari bumbu bumbu di halaman rumah nya
Neysha Chintyana Fitri 7D 23 Smurfin sangat menyukai bunga. Teman-temannya selalu membawakannya bunga agar melihatnya bahagia. Kali ini, teman-temannya ingin mengejutkan Smurfin dengan bunga edelweiss. Smurfin sangat bahagia saat teman-temannya mengejutkan ia dengan bunga itu. Dia sangat berterima kasih.
Pandu Narayan 7D 24 Setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibu enak ayah tak ragu memuja masakan ibu
Prince Raoul Faizal 7D 25 Setelah ayah tidak ada tokoh ibu menjadi sosok juru masak bagi anaknua yang menggunakan tanaman untuk bumbunya
Anastasya Aaliyah Luthfansa 7E 1 Kaiden – Pengguna kemampuan misterius yang bersembunyi di dalam tubuh kucing jalanan. Dia kemudian dijemput oleh Jiwoo setelah terluka setelah berkelahi dengan pengguna kemampuan lain. Ia memiliki kepribadian yang keras kepala dan suka memerintah. Jiwoo – anak SMA yang energik dan banyak bicara yang suka kucing. Ia sangat baik dan juga tampaknya memiliki kemampuan khusus.
Aryasatya Satrio Putra Purwanto 7E 3 Ibu dan istri sepakat untuk memakau bumbu cepat saji
Charissa Filzaiera Pradinamurti 7E 4 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.

Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Aku sendiri tak pernah menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya.

Di halaman yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan rumah kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’.

Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Aku pernah memakan sayur nangka dalam nasi kotak yang sudah hampir basi. Begitulah kurang lebih kemampuanku dalam hal mencecap makanan.

Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak. Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan.

Secara diam-diam, aku berharap keduanya bisa bernegosiasi dan menemukan jalan
tengah. Hanya harapan itu yang bisa kupupuk setiap hari tanpa benar-benar
mengetahui apa yang terjadi di antara keduanya ketika memasak. Lama-kelamaan, tak
lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan
pintas dalam memasak. Juga tak kudengar curhat istri tentang betapa sulitnya
memasak bersama mertua.

Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga. Ini juga
baru kutahu. Semasa pacaran, aku pernah membawakannya setangkai mawar dan ia
memintaku untuk tak lagi membeli bunga. Kupikir ia tak suka. Baru setelah menikah,
aku tahu bahwa ia memiliki alasan lain. Aku belum bisa berjanji. Perlu izin ibu untuk itu.

Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir
masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai
puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan
memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya
akan jadi jauh lebih lezat, sementara istriku juga tampak tak ragu bahwa rasa
masakannya tak akan jauh beda. Pada akhirnya aku menentukan bahwa masakan istriku dengan bumbu instan lebih lezat sehingga membuat ibu mempunyai keputusan untuk merubah semua tanaman bumbu dapur menjadi tanaman hias.

I Gede Mulia Dharma Pratama 7E 6 Peristiwa Bandung Lautan Api adalah sebuah peristwa yang terjadi di Provinsi Bandung pada tanggal 23 Maret 1946. Dalam waktu 7 jam sekitar lebih dari 200.000 penduduk Kota Bandung membakar rumah mereka agar wilayah Bandung tidak dikuasai oleh sekutu.
Jody Jalaludin Jamuga 7E 8 ibu kehilangan ayah sang juru cicip, tapi aku tidak mempunyai ketajaman lidah sama sekali. ibu dan ayah sering menanam bahan-bahan masakan di halaman rumah
Keiyra Queensya Alza 7E 10 Setelah ayah tak ada.ibu jadi kehilangan juru cicip paling handal.Aku sendiri tak bisa mewarisi ketajaman inderea pengecap itu.Tapi sebagian orang selalu memperhatikan halaman rumah kami.Ternyata mereka kebingungan mengapa di halaman rumah kami terdapat rumput rumput liar.Padahal itu kemauan ibuku sendiri.Aku juga tidak tau kenapa.
Medina Kayla Nafeesa 7E 11 ibu sangat suka memasak,ibu suka memasak makanan yang bahan atau bumbu nya berasal dari kebun nya sediri
Muhammad Ariq Ghailan F 7E 13 ibu kehilangan ayah, sang juru cicip, tapi aku tidak mempunyai ketajaman lidah. ibu dan ayah suka menanam bahan-bahan masakan
M.faizan izzan nizar 7E 15 .
Ni Made Distya Alinskie PSP 7E 16 Walau pun lidah ai tidak peka dalam mencicipi makanan, ia masih bisa membuat istri dan ibu nya senang. Ibu nya menyingkirkan tanaman-tanaman bumbu itu karena ibu tau sebentar lagi akan ada anggota baru, ibu dan istri ku saling toleh. Kedua nya tersenyum 🙂
Nikeisha Aimee L.M 7E 17 Program ini memberikan kegiatan yang menarik, karena para siswa tidak belajar seperti biasanya. Mereka belajar melalui sebuah permainan. Para siswa melakukan dua macam permainan, yaitu permainan komputer berjudul “Ayo Menabung” dan permainan monopoli. Selain bermain, permainan dengan menggunakan komputer ini juga memberikan pengetahuan tentang perbedaan uang asli dan uang palsu. Selain itu dikenalkan juga tata cara menabung di bank, mengenal petugas di bank, dan cara menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Nikeisha Aimee L.M 7E 17 Program ini memberikan kegiatan yang menarik, karena para siswa tidak belajar seperti biasanya. Mereka belajar melalui sebuah permainan. Para siswa melakukan dua macam permainan, yaitu permainan komputer berjudul “Ayo Menabung” dan permainan monopoli. Selain bermain, permainan dengan menggunakan komputer ini juga memberikan pengetahuan tentang perbedaan uang asli dan uang palsu. Selain itu dikenalkan juga tata cara menabung di bank, mengenal petugas di bank, dan cara menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Valiqa Omera Putri Iswandy 7E 24 Tentang seekor kucing dewasa yang tidak laku dijual dipetshop, semakin hari harga jual kucing tersebut semakin turun, kucing tersebut mulai putus asa & ingin menyerah saja. tetapi, suatu hari ada seorang pria yang ingin membeli kucing tersebut
Vrisco Prasetyo 7E 25 Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu.
Vrisco Prasetyo 7E 25 Bagi sebagian besar orang ,halaman rumah kami tampak aneh.Ada banyak tanaman yang tumbuh,tapi tak ada setangkai pun bunga di sana .Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua pilihan ibu.Aku sendiri pernah menanyakan kepada ibu mengenai hal tersebut tidak berniat menumbuhkan bunga,tapi kuduga itu terkiat dengan keingnannya untuk menghasilkan yang lebih berguna bagi masakannya
Zevarina Laeticia Balqis 7E 26 Pada Desember 2004, Indonesia pernah ditimpa bencana tsunami ug sangat dahsyat. Bencana itu melanda Provinsi Nagroe Aceh Darussalam. Bencana itu telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang meninggal dan hilang. Tidak hanya itu, tsunami juga menyebabkan berbagai fasilitas umum, rumah penduduk, dan lahan pertanian rusak.
Amadea Azarin Maharani 7F 1 Cindy adalah anak yang pemalas, dan kamarnya berantakan. Suatu hari dia bermimpi bahwa jika dia tidak membereskan kamarnya, dia akan didatangi monster yang akan merusak kamarnya. Saat terbangun dari tidurnya dia langsung merapikan kamarnya sengan senang hati.
Aneira Sophianashira 7F 2 Buah dari kesabaran adalah kawan, orang sabar itu disayang Tuhan. Orang yang sabar akan mendapatkan hasil yang sepadan
Athahayyun Aswandi 7F 3 Harimau adalah mamalia yang sangat ganas, harimau adalah predator
Athalla Callula Anafist 7F 4 jangan sia sia in orng yang udh cintai kita dengan tulus
Athalla Callula Anafist 7F 4 jangan sia sia in orng yang udh cintai kita dengan tulus
Aurelia Tiara Aviza 7F 5 ASEAN didirikan oleh 5 negara
Bagus Putra Pratama 7F 6 Seorang pelajar bermimpi menjadi pemenang INDONESIAN MOVIE AWARD
Bintang Anggaraksa Hidayat 7F 8 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Cyra Naraya Catranagara 7F 9 Tini dan teman teman membuat helikopter dari bunga untuk acara festival pesta bunga
Elvaretta Ragil Sesarina 7F 10 Pada suatu hari ada anak yang bernama shakia dan fiona mereka diajak untuk berjalan jalan bersama ayahnya, mereka sudah senang sekali diajak jalan jalan tapi ternyata mereka diajak ke bengkel mereka kecewa kata fiona:”yah pasti tidak seru”
Ibupun menjawab:”ibu yakin pasti seru kok” beberapa menit kemudian ternyata mereka ikut acara family fun yang diadakan bengkel itu. Setelah mereka selesai mengikuti acara itu baru di umumkan siapa pemenang di acara itu dan ternyata mereka menang, mereka pun senang dan tidak menyangka acaranya seru.
Gadis Rahmani Aksan 7F 11 Si Juki kecil bangun dari tidurnya untuk sahur. Ia sangat mengantuk, sehingga ketika akan makan ia ketiduran. Akibatnya mukanya terkena sup panas buatan ibunya. Dengan itu Juki langsung sadar dari tidurnya, dan melanjutkan sahurnya.
Ghaffar Sandhya Rushendra 7F 12 Si Juki pergi ke pulau komodo melihat beberapa komodo,melihat ciri-ciri komodo.Setelah itu mereka pergi ke pantai pink lalu mereka menjelaskan mengapa pasir disana berwarna pink. Selesai dari pantai pink mereka ergi ke pulau rinca melihat komodo lagi dan melihat sarang komodo
Gufira Adli Rakhsha 7F 13 Ibu menanam tanaman yang dapat menghasilan bagi masakannya. Tanaman yang ditanam diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ‘nendang’ pikir ibu. Ayah selalu mencicipi masakan ibu, beliau sangat andal dalam mencicipi. Hal itu berakhir saat ayah sudah tak ada. Aku tidak mewarisi ketajaman indra cecap itu sehingga ibu kelihangan juru cicip. Akhirnya aku menikahi seorang perempuan yang gemar memasak sehingga kupikir ia dapat mencicipi makanan masakan ibu, tetapi ibu lebih menyukai menggunakan hasil tanamannya, sedangkan istriku lebih menyukai menggunakan bumbu jadi/bumbu instan. Suatu ketika ibu berkebun dan mencabuti tanaman yang menghasilkan tersebut, dan menggantinya dengan bunga. Menanam bunga merupakan hobi istriku. Saat itu ibu memilih untuk menggunakan bumbu jadi karena ibu merasa hal tersebut menghemat waktu dan tenaga. Ibu dan istriku pun saling tersenyum.
Muhammad Terry Chelsea 7F 17 Komik Superhero
Muhammad Terry Chelsea 7F 17 :

‘Pentingnya Belajar tentang Keuangan Sejak Kecil’

Pada hari itu, para siswa salah satu sekolah dasar di Jakarta mendapat kesempatan untuk belajar tentang keuangan. Mereka belajar keuangan melalui sebuah program khusus tentang keuangan. Dalam program tersebut, para siswa belajar dasar-dasar pengetahuan tentang keuangan, terutama mengenal uang dan perbankan.

Program ini memberikan kegiatan yang menarik, karena para siswa tidak belajar seperti biasanya. Mereka belajar melalui sebuah permainan. Para siswa melakukan dua macam permainan, yaitu permainan komputer berjudul “Ayo Menabung” dan permainan monopoli. Selain bermain, permainan dengan menggunakan komputer ini juga memberikan pengetahuan tentang perbedaan uang asli dan uang palsu. Selain itu dikenalkan juga tata cara menabung di bank, mengenal petugas di bank, dan cara menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Penyelenggara acara ini berharap, program ini dapat membantu para guru untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada siswa tentang dunia keuangan dan perbankan. Bahkan di dalam permainan komputer dan monopoli, diharapkan siswa dapat mengembangkan nilai-nilai kerja sama, peduli terhadap sesama dan saling menolong tanpa membeda-bedakan latar belakangnya. Selain itu, program ini pun diharapkan dapat membantu siswa untuk mengenal nilai uang dan mampu menggunakannya secara bijak dan hidup hemat.
Kalimat Utama

Paragraf 1 : Mereka belajar melalui permainan.

Parageaf 2 :Program ini bertujuan membantu para guru untuk memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada siswa tentang dunia keuangan dan perbankan.

Nashira Aizzani Aliy Alamsyah 7F 20 Buku yang aku baca adalah semacam komik. Ringkasannya semacam cara berhemat uang, contohnya menabung, atau misal kalau kita menyimpan barang kita di tempat yang seharusnya, maka kita tidak akan susah susah mencarinya dan membelinya lagi, tidak membeli yang tidak perlu, dan lain sebagainya.
Nayda Nissalia 7F 21 Laut dalam, laut dalam adalah laut yg memiliki kedalaman lebih dari 1000 meter,pada laut dalam tidak terdapan tumbuhan karena disana kurang sinar matahari nya.sekitar 2/3 bagian bumi merupakan perairan sisanya daratan.kedalaman laut dalam tidak terbayangkan,jika gunung himalaya ditenggelamkan pun maka jarak antara puncak gunung dengan permukaan laut bisa lebih dari 2000 meter.
Raditya Rizky setyawa 7F 22 Terdapat pemuda bernama Toba yang bekerja menghidupi dirinya dengan memancing. Suatu hari ia berhasil mendapat ikan namun ikan tersebut memiliki sisik emas. Toga tidak memasak atau menjual ikan tadi melainkan merawatnya. Ternyata sang ikan adalah seorang bidadari rupawan dan kemudian Toba menikahinya dengan syarat merahasiakan .
Keduanya kemudian menikah dan punya anak bernama Samosir. Suatu hari Samosir berbuat kesalahan yang membuat Toba marah dan memakinya sebagai anak Ikan. Istrinya kemudian marah dan meminta Samosir berlindung di suatu tempat. Selanjutnya air meluap yang kemudian menjadi danau dinamakan danau Toba sementara daratan tempat anak Toba berlindung kemudian dinamakan pulau Samosir.
Raima Hadaina Husna 7F 23 Buku ini bercerita tentang Sherlock Holmes yang menerima sebuah pesan misterius yang ditulis dalam bentuk kode. Holmes kemudian berhasil memecahkan pesan tersebut. Pesan tersebut ternyata berisi pesan mengenai rencana pembunuhan terhadap seseorang bernama John Douglas. Sayangnya Holmes terlambat, karena saat pesan tersebut telah ia pecahkan, pembunuhan telah terjadi. Kini Holmes pun berusaha untuk memecahkan misteri tersebut dan menemukan pelakunya.
Rayna Kania Wicaksono 7F 24 Ada sebuah keluarga yang berisi oleh 4 orang yaitu ibu , bapak , zein , dan zia. Zein adalah kakak zia yang sedang sakit dan tidak mau makan.
Sudah beberapa kali zein di paksa makan agar cepat sembuh tetapi zein tetap tidak mau makan.
Karena Zia tau Zein menyukai bolu buatan bunda , jadi Zia mengajak bunda untuk membuat bolu.
Zia dan bunda langsung pergi ke dapur dan membuat bolu , setelah menunggu bolu jadi akhirnya pun bolu jadi dan bolu tersebut langsung diberi kepada Zein. Setelah Zein tahu bahwa dia dibuatkan bolu oleh bunda nya dan adiknya , dia pun langsung memakan bolu.
Zein sangat suka dengan bolu buatan bunda dan adik nya itu. Setelah memakan bolu tersebut Zein langsung istirahat , setelah istirahat Zein langsung sembuh dari sakitnga itu.
Shayna Zahira 7F 25 Ibu memiliki hobi memasak menggunakan bumbu-bumbu masak yang ditanamnya sendiri di halaman rumah, ibu jarang sekali membeli bahan-bahan untuk memasak di pasar, kecuali jika bahan-bahan tersebut tidak tersedia di halaman rumah. Namun menantunya memiliki kebiasaan yang berbeda, ia juga gemar memasak tapi menggunakan bumbu instan karena dianggap lebih hemat waktu. Menantunya lebih senang menanam bermacam-macam bunga di halaman, karena dianggap lebih indah daripada menanam bahan-bahan untuk memasak. Namun akhirnya ibu mengalah, Ia mengganti semua tanaman bumbu dapurnya di halaman dengan bibit bunga. Begitulah akhir cerita pendek ini, sang ibu mengalah demi kebahagiaan anak dan menantunya, juga menyambut hadirnya anggota baru keluarga.
Abhirawa 8A 2 Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di Halaman Rumah

Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah
menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi
kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi
masakannya.
Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya
dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai. Di halaman— yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan—rumah
kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.
Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat ia
hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan,
daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit.
Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di
halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari
bumbu yang paling segar, ”Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen
sendiri,” kata ibu selalu.
Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan
ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu —bangunan paling
tinggi di kota kami serta bangunan tertinggi yang pernah dilihat ayah seumur hidupnya.
Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.”
Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, ”Ini kurang banyak belimbing wuluhnya.” Di kesempatan lain, ayah berujar, ”Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai
sepertinya sudah tidak segar. Stok di halaman sudah habis, ya?”
Dan ibu menjawab bahwa lengkuasnya memang dibeli di warung. Ia tak sempat ke
pasar untuk beli lengkuas segar dan stok di halaman memang sedang habis.
Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Pernah kejadian, saat rapat di
kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak
dengan lahap. Setelah aku bersendawa cukup keras, seorang teman iseng melihat sisa
makananku: tak ada.
Ia mengernyitkan dahi dan berseloroh, ”Kapan kau buang sayur nangkanya?”
”Kenapa harus dibuang?”
”Jadi kau makan?”
Ia lalu terbahak sembari memberi tahu teman-teman yang lain. Di antara derai tawa
mereka, aku baru tahu bahwa sayur nangka dalam nasi kotak itu sudah ’hampir’ basi.
Begitulah kurang lebih kemampuanku dalam hal mencecap makanan.
Parahnya lagi, di sebuah kunjungan silaturahmi, teman-temanku itu berkesempatan
mencicipi masakan ibu. Salah seorang berkomentar, ”Sayang sekali masakan seperti ini
dinikmati oleh orang yang bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka sudah basi
atau belum.”
Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak.
”Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,” pikirku.
Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau
memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun
istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang
baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan.
”Bukan hanya lebih praktis, tapi juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Jadi, waktu
dan tenaga itu bisa digunakan untuk memasak yang lain atau merawat bunga,”
argumennya.
Dan terjadilah. Saat keduanya memasak bersama, ibuku tak bisa tidak berseloroh, ”Kok
pakai lada kemasan?”
Di saat yang lain akan terdengar, ”Kau beli bumbu jadi?” Istriku hanya diam. Apalagi
aku.
Secara diam-diam, aku berharap keduanya bisa bernegosiasi dan menemukan jalan
tengah. Hanya harapan itu yang bisa kupupuk setiap hari tanpa benar-benar
mengetahui apa yang terjadi di antara keduanya ketika memasak. Lama-kelamaan, tak
lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan
pintas dalam memasak. Juga tak kudengar curhat istri tentang betapa sulitnya
memasak bersama mertua.
Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga. Ini juga
baru kutahu. Semasa pacaran, aku pernah membawakannya setangkai mawar dan ia
memintaku untuk tak lagi membeli bunga. Kupikir ia tak suka. Baru setelah menikah,
aku tahu bahwa ia memiliki alasan lain.
”Justru aku sangat suka. Karena itu, aku tak mau orang- orang sepertimu menghargai
bunga yang telah ditanam dan dirawat sedemikian rupa hanya dengan beberapa lembar
uang yang tak seberapa,” ujarnya.
”Hanya karena punya uang, orang sering menganggap keindahan bisa dibeli begitu saja.
Izinkanlah aku menanam bunga di rumah ini dan kau akan mengerti yang kuucapkan.”
Aku belum bisa berjanji. Perlu izin ibu untuk itu. Tapi, setidaknya, yang dipinta istriku
tidak lagi terkait dengan masak-memasak. Apalagi, ia juga bercerita bahwa tamu
bulanannya sudah terlambat datang sekitar dua minggu. Hal itu lebih mendapatkan
perhatianku.
Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir
masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai
puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan
memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya
akan jadi jauh lebih lezat, sementara istriku juga tampak tak ragu bahwa rasa
masakannya tak akan jauh beda.
Makanan tersebut akan dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil
masakan siapa. Dan, seperti yang bisa diduga, aku diminta untuk menentukan sup ayam
yang lebih lezat.
Aku memprotes. Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti
itu. Tapi, dua mangkuk sup ayam tetap terhidang. Keduanya menatapku dengan tatapan
yang bisa diterjemahkan sebagai, ”Makanlah!”
Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin. Keringat
semakin bercucuran saat keduanya secara bersamaan bertanya, ”Bagaimana?”
Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin
mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”
Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang
dingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya
mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan
bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.
Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan. Sejak
meredanya ’perang dingin’ antara bumbu alami dan bumbu instan, makanku lebih
lahap. Walaupun lidahku tidak begitu peka, kurasakan makan di rumah jadi lebih
menyenangkan.
Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang
keinginan istriku menanam bunga. Namun, ibu telah lebih dulu mengenakan pakaian
’berkebun’, pakaian yang ia kenakan saat hendak merawat tanaman-tanamannya di
halaman. Ibu juga memberi isyarat bahwa ia tak mau diganggu selama ’berkebun’.
Maka, aku pun menciut dan berkata dalam hati, ”Lain kali. Lain kali akan
kusampaikan.”
Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain.
Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat.
”Apa ibu mau menanam bumbu lain?” tanya istriku.
Aku mengangkat kedua bahu. Mungkin saja, tapi seingatku hal seperti ini belum pernah
terjadi. Baru saja aku menebak-nebak, ibu muncul di dapur. Wajahnya tampak cerah
meskipun bajunya kotor.
”Ke mana tanaman-tanaman di belakang, Bu?” tanyaku.
Ibu tidak langsung menjawab. Ia justru membiarkan pertanyaanku mengambang
sembari berjalan ke arah keran air untuk mencuci tangan.
”Mau cari apa?” suaranya lembut.
”Daun bawang.”
”Sudah tidak ada lagi.”
Aku mengernyitkan dahi sembari melirik pada istriku. Kami berdua tak berani bersuara
sehingga ada keheningan untuk sesaat.
”Mau masak apa?” ibu kembali buka suara.
”Sup ayam.”
”Ambil kantong plastik di teras depan. Di dalamnya ada bumbu siap pakai. Sudah ibu
beli beberapa bungkus tadi untuk stok,” ujarnya sambil tersenyum.
Mendengar itu, aku semakin bingung.
”Cepatlah! Sebentar lagi waktu makan tiba. Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang
memasak sajian siang ini.”
”Tapi tanaman ibu?” aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah,
bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.

Angela Aurelie 8A 3 Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya
dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai.

Di halaman— yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan—rumah
kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Saat ia hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan, daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.

Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di
halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari
bumbu yang paling segar.

Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.

Pernah kejadian, saat rapat di
kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak
dengan lahap. Setelah aku bersendawa cukup keras, seorang teman iseng melihat sisa
makananku: tak ada.
Ia mengernyitkan dahi dan berseloroh, ”Kapan kau buang sayur nangkanya?”
”Kenapa harus dibuang?”
”Jadi kau makan?”
Ia lalu terbahak sembari memberi tahu teman-teman yang lain. Di antara derai tawa
mereka, aku baru tahu bahwa sayur nangka dalam nasi kotak itu sudah ’hampir’ basi.
Begitulah kurang lebih kemampuanku dalam hal mencecap makanan.

Parahnya lagi, di sebuah kunjungan silaturahmi, teman-temanku itu berkesempatan
mencicipi masakan ibu. Salah seorang berkomentar, ”Sayang sekali masakan seperti ini
dinikmati oleh orang yang bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka sudah basi
atau belum.”

Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak.
”Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,” pikirku.
Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau
memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun
istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang
baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan.

Dan terjadilah. Saat keduanya memasak bersama, ibuku tak bisa tidak berseloroh, ”Kok
pakai lada kemasan?”
Di saat yang lain akan terdengar, ”Kau beli bumbu jadi?” Istriku hanya diam. Apalagi
aku.
Secara diam-diam, aku berharap keduanya bisa bernegosiasi dan menemukan jalan
tengah. Hanya harapan itu yang bisa kupupuk setiap hari tanpa benar-benar
mengetahui apa yang terjadi di antara keduanya ketika memasak. Lama-kelamaan, tak
lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan
pintas dalam memasak. Juga tak kudengar curhat istri tentang betapa sulitnya
memasak bersama mertua.

Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga. Ini juga
baru kutahu. Semasa pacaran, aku pernah membawakannya setangkai mawar dan ia
memintaku untuk tak lagi membeli bunga. Kupikir ia tak suka. Baru setelah menikah,
aku tahu bahwa ia memiliki alasan lain.
”Justru aku sangat suka. Karena itu, aku tak mau orang- orang sepertimu menghargai
bunga yang telah ditanam dan dirawat sedemikian rupa hanya dengan beberapa lembar
uang yang tak seberapa,” ujarnya.
”Hanya karena punya uang, orang sering menganggap keindahan bisa dibeli begitu saja.
Izinkanlah aku menanam bunga di rumah ini dan kau akan mengerti yang kuucapkan.”

Aku belum bisa berjanji. Perlu izin ibu untuk itu.
Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir
masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai
puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan
memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya
akan jadi jauh lebih lezat, sementara istriku juga tampak tak ragu bahwa rasa
masakannya tak akan jauh beda.

Makanan tersebut akan dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil
masakan siapa. Dan, seperti yang bisa diduga, aku diminta untuk menentukan sup ayam
yang lebih lezat, Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin. Keringat semakin bercucuran saat keduanya secara bersamaan bertanya, ”Bagaimana?”

Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin
mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”
Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang
dingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya
mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan
bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.

Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang
keinginan istriku menanam bunga. Namun, ibu telah lebih dulu mengenakan pakaian
’berkebun’, pakaian yang ia kenakan saat hendak merawat tanaman-tanamannya di
halaman. Ibu juga memberi isyarat bahwa ia tak mau diganggu selama ’berkebun’.
Maka, aku pun menciut dan berkata dalam hati, ”Lain kali. Lain kali akan
kusampaikan.”

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain.
Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat.
”Apa ibu mau menanam bumbu lain?” tanya istriku.
Aku mengangkat kedua bahu. Mungkin saja, tapi seingatku hal seperti ini belum pernah
terjadi. Baru saja aku menebak-nebak, ibu muncul di dapur. Wajahnya tampak cerah
meskipun bajunya kotor.
”Ke mana tanaman-tanaman di belakang, Bu?” tanyaku.
Ibu tidak langsung menjawab. Ia justru membiarkan pertanyaanku mengambang
sembari berjalan ke arah keran air untuk mencuci tangan.
”Mau cari apa?” suaranya lembut.
”Daun bawang.”
”Sudah tidak ada lagi.”
Aku mengernyitkan dahi sembari melirik pada istriku. Kami berdua tak berani bersuara
sehingga ada keheningan untuk sesaat.
”Mau masak apa?” ibu kembali buka suara.
”Sup ayam.”
”Ambil kantong plastik di teras depan. Di dalamnya ada bumbu siap pakai. Sudah ibu
beli beberapa bungkus tadi untuk stok,” ujarnya sambil tersenyum.

”Tapi tanaman ibu?” aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah,
bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.

Annindya Sheeva Khairranny 8A 4 tentang permasalahan memasak ibu dan istrinya
Drewmora Queen Zulaikha 8A 8 Ibu yang suka memasak menggunakan bahan yang dia tanam sendiri
Drewmora Queen Zulaikha 8A 8 Ibu yang suka memasak menggunakan bahan yang dia tanam sendiri
Erlangga Arya Nadindra 8A 9 Abu bakar Al razi merupakan perintis kedokteran modern. Ia memulai karirnya pada tahun 900-an Ketika kecewa melihat biaya kesehatan yang mahal. Sehingga ia mempelajari ilmu kedokteran & mempraktekannya secara gratis
falisya azalea santika 8A 10 menceritakan tentang seorang ibu yang pintar memasak. ia selalu memasak menggunakan bumbu bumbu alami. ibu selalu menanam tumbuh tumbuhan yang nanti nya akan di jadikan bumbu masakan. tetapi hal itu sangat berbanding terbalik dengan menantu nya. dia selalu memasak menggunakan bumbu jadi. dia juga suka sekali merawat bunga-bunga. hal itu menyebabkan ibu dan menantu berselisih tentang bumbu masakan. suatu hari mereka mencoba membuat 1 resep yang sama, ibu menggunakan bumbu alami sedangkan menantunya menggunakan bumbu jadi. setelah masakannya telah jadi, ibu meminta anaknya untuk mencicipi masakan kedua perempuan tersebut. tetapi masalahnya, anaknya itu tidak memiliki ketajaman dalam indra cecap. akhirnya ibu dan menantu berdamai dan saling menghargai pilihan masing-masing
Freyaditta zs 8A 11 46-50
Mereka merencanakan untuk melawan balik musuh para anggota percaya akan kekuatan pemimpin nya mereka pun bersiap
Tbc
Hanifa Widya Khairunnisa 8A 13 Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana.
Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya
dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai. Di halaman— yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan—rumah
kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.
Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di
halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari
bumbu yang paling segar. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. Dan istrinya lebih memilih untuk menanam bunga. Setelah ibu dan istrinya saling berbeda pendapat, akhirnya ibu nya memutuskan untuk memilih masak menggunakan bumbu instan dan halaman rumah nya ditanami bibit bunga.
kalisha kamila r 8A 15 tentang adik yang mempunyai kaka keterbelakangan khusus
Kenzie gabriel tremonty 8A 16 buku perang dunia ke 2
Kevin Anugrah S 8A 17 Bercerita tentang seorang anak yang menceritakan kehidupannya.Ibunya sangat pandai memasak untuk keluarga nya. Juga ibu anak ini menanam berbagai macam jenis tanaman bumbu yang ia rawat.Tetapi Ayah anak ini sudah tak ada membuat ibunya tidak ada lagi juru cicip makanan nya.Tak terasa anak ini memiliki istri.Istri anak ini dan ibu anak ini saling bertengkar tentang masakan.Kemudian anak itu menghentikan pertengkaran itu.Akhirnya mereka hidup bahagia.
Louviana De Isal 8A 20 Walaupun saling berbeda pendapat,masalah tidak akan terselesaikan jika kedua pihak sedang dalam suasana hati yang suram. Selesaikan masalah dengan kepala dingin dan ungkap-kan semua keluh kesah dengan suasana hati yang sedang damai.
Magnalli n.A 8A 22 Buku yang saya baca menceritakan 3 anak didalam panti asuhan, suatu hari mereka menemukan sesuatu yang diluar ekspetasi, hal ini membuat mereka merencanakan untuk keluar dari panti asuhan tersebut.
Najwa Agnia Shavira 8A 24 Seorang ibu yang tidak pandai memasak, dan suami yang handal memasak. Istrinya berpikir jika ia menikahi seorang yg pandai memasak hidupnya akan damai, dan ternyata tidak.
Ia ingin menanam bunga atau tanaman- tanaman cantik lainya tapi sang suami membantah.
Raisya aina ependi 8A 25 nama nya ali, 15 tahun, kelas 10. jika saja orang tua nya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika. ali tidak menyukai sekolah, semua membosankan baginya. tapi sejak dia tahu ada yang aneh dengan raib dan seli, kehidupan nya yang membosankan berubah menjadi seru. ali punya rahasia kecil, dia bisa berubah menjadi beruang raksasa.
Siffa rizkia nisa 8A 27 Setelah ayah tidak ada ibu kehilangan juru cicip paling mahal, Jika makanan ibu enak ayah tak segan memuji makanan ibu namun ayah juga tak segan berkomentar masakan ibu seperti “ini terlalu asin” atau “terlalu asam”. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Pernah kejadian di kantor aku menghabiskan makanan kotak dengan lahap ternyata nangka dalam kotak itu sudah hampir basi. Istriku dan ibu memegang aliran bertolak belakan, Istriku memilik bumbu jadi ata bumbu instan. Aku juga baru tahu kalo ternyata istriku lebih suka menanam bunga. Disuatu hari kuniatkan untuk bilang kepada ibu keinginan istiku menanam bunga, ternyata ibu telah memakai pakaian berkebun dan aku urungkan niat untuk bilang kepada nya dan berkata dalam hati ” lain kali lain kali akan kusampaikan”. Saat istriku meminta untuk di ambil kan daun bawang tanaman itu tidak ada semua, dan kuceritakan semua nya ke istriku. Ibu datang dengan muka cerah dan bertanya “mau masak apa?” “sup ayam” ibu berkata ambilkan kantong plastik di teras depan ada bumbu siap pakai katanya, aku bingung lalu ibu berkata lagi “cepatlah! sebentar lagi waktu makan tiba. Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang memasak sajian ini”, Aku bertanya “tanaman ibu?” ibu menjawab “ibu ganti dnegan bibit bunga,. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah”. Kali ini ibu dan istriku saling toleh. Keduanya tersenyum.
Vandrei Ezell Akahira 8A 28 Setelah ayah “sang aku” ‘tak ada’, ibu kehilangan juru cicip paling andal,Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu,Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. ,rumah
kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain,Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar, ”Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen sendiri,” kata ibu selalu. ,Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. ,Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak.Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga.,Baru setelah menikah, aku tahu bahwa ia memiliki alasan lain.
”Justru aku sangat suka. Karena itu, aku tak mau orang- orang sepertimu menghargai
bunga yang telah ditanam dan dirawat sedemikian rupa hanya dengan beberapa lembar
uang yang tak seberapa,” ujarnya.Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang keinginan istriku menanam bunga. Namun, ibu telah lebih dulu mengenakan pakaian ’berkebun’, pakaian yang ia kenakan saat hendak merawat tanaman-tanamannya di halaman.,

berikut adalah dialog solusi dari masalah tadi:

Aku mengangkat kedua bahu. Mungkin saja, tapi seingatku hal seperti ini belum pernah
terjadi. Baru saja aku menebak-nebak, ibu muncul di dapur. Wajahnya tampak cerah
meskipun bajunya kotor.

”Ke mana tanaman-tanaman di belakang, Bu?” tanyaku.
Ibu tidak langsung menjawab. Ia justru membiarkan pertanyaanku mengambang
sembari berjalan ke arah keran air untuk mencuci tangan.
”Mau cari apa?” suaranya lembut.
”Daun bawang.”
”Sudah tidak ada lagi.”
Aku mengernyitkan dahi sembari melirik pada istriku. Kami berdua tak berani bersuara
sehingga ada keheningan untuk sesaat.
”Mau masak apa?” ibu kembali buka suara.
”Sup ayam.”
”Ambil kantong plastik di teras depan. Di dalamnya ada bumbu siap pakai. Sudah ibu
beli beberapa bungkus tadi untuk stok,” ujarnya sambil tersenyum.
Mendengar itu, aku semakin bingung.
”Cepatlah! Sebentar lagi waktu makan tiba. Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang
memasak sajian siang ini.”
”Tapi tanaman ibu?” aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah,
bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.

Alysssandra Aneeqa Asmorowati 8B 4 Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa , BAB 24 Hari Wisuda dan Orang Tua yang Berharap.
Sesulit apapun perjuangannya akan selesai juga dan semuanya akan berlalu
Arian Hadi Wijaya 8B 6 saat Cecilia sedang asik asik mengobrol dan bercanda dengan malaikat Ariel, malaikat Ariel menyadari bahwa ibunya Cecilia baru bangun dan mau mendatangi kamar Cecilia. Malaikat Ariel pun langsung bersembunyi dan duduk di tepian jendela kamar Cecilia, Cecilia pun juga terkejut bahwa ibunya datang memeriksa dirinya pada jam 3 pagi apalagi saat itu adalah malam natal. Ibu Cecilia mengecek keadaan Cecilia, melihat Cecilia sedang terbangun ibunya berkata kepada dirinya bahwa besok Christine akan datang untuk menyuntik Cecilia. Cecilia pun berdebat dengan ibunya apakah obatnya kali ini akan menyembuhkan dirinya. setelah mereka selesai berbicara ibunya Cecilia pergi dari kamar Cecilia dan pergi ke kamarnya untuk tidur lagi. Setelah melihat ibunya sudah pergi Cecilia langsung mengambil ballpoint dan buku catatannya dibawah tempat tidur. Dan menulis, Setiap detik, bayi-bayi baru muncul dari lengan jas Tuhan. Sim salabim! Setiap detik pula, ada orang-orang yang meng hilang. Mantra KELUAR terucap, maka kau pun harus keluar. Bukan kita yang datang ke dunia. Dunialah yang datang kepada kita. Terlahir sama artinya dengan dianugerahi seluruh dunia ini.Kadang-kadang, Tuhan hanya berkata, “Aku tahu, banyak hal bisa dibikin berbeda, tapi semua sudah terjadi, dan Aku sudah berbuat sebisa-Ku.”
Farrazetha Yogo Swara 8B 8 Persilisihan antara istri dan ibu nya sudah mereda dan saling terbuka. Ibu pun mulai menanam bunga supaya rumah terasa indah
Mochamad Mirza Ghulam Firdaus 8B 18 Ringkasannya bahwa ALI MOERTOPO turut aktif membentuk ASEAN dan mempromosikan kerja sama di kawasan ASIA-PASIFIK. Meski kerap tak di sambut positif.
Tivanny Agnesya Martana 8B 28 seorang peri yang memakan daun kering lalu menjadi seorang penyihir jahat, dan bersikap angkuh
aisyah malika s 8BIL1 1 enid blyton malory towers 2
Akhtar Neruda 8BIL1 2 Saya membaca ‘Avengers Storybook Collection’ milik saya. Buku tersebut menceritakan hal-hal yang dialami anggota Avengers, salah satunya pertarungan mereka melawan Thanos.
Aksa Rachman 8BIL1 3 Suatu hari, terdapat seorang anak yang hidup rukun dengan ibu dan ayahnya. Ibunya merupakan seorang juru masak yang unik. Ia selalu menggunakan bahan masak yang dipetik lansung dari halamannya. Sayangnya, ayah dari anak tersebut meninggal sehingga mereka kehilangan juru cicip paling handalnya.
Setelah anak itu menikah, Ia menikah dengan seorang istri yang bertolak belakang dengan
ibunya. Istrinya itu lebih suka menggunakan bumbu jadi untuk masakannya dan lebih suka menanam bunga dibanding menanam tanaman untuk bumbu masak. Setelah mengetahui itu, muncul keluh kesah mengenai bumbu masak.
Suatu hari, istri dan ibu anak tersebut membuat makanan yang sama dengan caranya sendiri-sendiri. setelah dihidangkan di meja, anak tersebut disuruh memilih masakan siapa yang lebih enak. Setelah mendengar itu, anak tersebut mgeluarkan keringat dingin. Ia pun menanyakan keduanya apakah mereka ingin mendapatkan penilaian dari seorang bukan merupakan juru cicip yang tidak handal. Setelah mendengar itu, istri dan ayah anak itu pun mengakhiri perdebatan mereka mengenai bumbu masak. Keadaan rumah tangga dan keluaraga mereka pun kembali harmonis.
Alivia Khaira Umma 8BIL1 4 Ali mengunggah foto selfienya saat berada di klan bulan ke media sosial. Raib yang panik, memaksa Ali untuk menghapus foto selfie itu supaya tidak dicurigai orang-orang sekitar. Namun Ali, bersama temannya, Seli tidak mendengarkan Raib dan tetap mengunggah foto itu ke media sosial tanpa sepengetahuan Raib.
Anadhya Khayyira P.Y. 8BIL1 5 Dahulu kala ada seorang janda yang hidup bersama dengan anak perempuannya bernama Jelita. Dia hidup sangat kurang berkecukupan tetapi Jelita tidak mau tahu, ia selalu meminta barang kepada ibunya. Suatu hari, Jelita minta dibelikan baju baru. Mereka pun pergi ke pasar, dalam perjalanan Jelita selalu ditanyakan apakah orang yang di belakangnya merupakan ibunya. Jelita selalu menolak dengan keras setiap ditanya. Hingga ia mengatakan bahwa itu bukan ibunya, melainkan pembantunya. Ibunya sakit hati tetapi ia terus menahannya. Lama kelamaan, ibunya tidak sanggup lagi dan ia pun mengutuk Jelita. Jelita sangat menyesal tetapi semuanya sudah terlambat, dia sudah menjadi batu yang tetap menangis.
Azidya Trimuthia Prawira 8BIL1 6 Dalam cerita tersebut,diceritakan bahwa istri dan ibu dari anak lelakinya,memiliki opini berbeda tentang keinginan mereka seperti dalam memasak dan menanami jenis tanaman.Tetapi,lama kemudian mereka bersepakat dengan opini yang sama agar tidak terjadinya argumen.
Caesar Valent Alvry 8BIL1 7 Di Why? Bendera & Negara halaman 24-29, mereka berbicara tentang hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara dan dampak yang dihasilkan dari Perang Korea.
Dimas Raditya Kusuma Putra 8BIL1 8 Upaya Harry untuk mengalahkan penyihir hitam jahat bernama Lord Voldemort, yang berambisi untuk menjadi makhluk abadi, menaklukkan dunia sihir, menguasai orang-orang nonpenyihir, dan membinasakan siapapun yang menghalangi jalannya, terutama Harry Potter.
Fatia Zahra Kamila 8BIL1 9 nene yashiro adalah anak dari kamome academy, dia sangat ingin cintanya dibalas karena itu dia memanggil salah satu arwag di sekolahnya, hanako-san
Haura Andani Aiva 8BIL1 10 Setelah berpetualangan di klan Matahari, Raib, Seli, dan Ali pulang ke klan Bulan dan membawa kabar duka. Mereka tentu saja sedih, tetapi mereka tetap harus pulang ke klan Bumi. Di Klan Bumi mereka bertindak selayaknya pelajar SMA, dan menunggu kedatangan Miss Selena untuk kabar atau informasi penting dari Klan Bulan.
Jinan Fauzeya Rayandhi 8BIL1 11 Suatu hari terdapat seorang ibu dari seorang anak lelaki yang tidak dapat mewarisi indera kecap dari ayahnya yang sudah tidak ada. Ibu tersebut gemar sekali memasak menggunakan tanaman-tanaman yang sudah ia tanam di halaman rumah nya. Anak lelakinya itu memiliki istri yang sama juga seperti ibunya, gemar memasak. Tetapi cara mereka memasak itu sangat bertolak belakang, ibunya suka memasak dengan bumbu yang harus diolah kembali, sedangkan istrinya suka memasak dengan bumbu yang sudah jadi (bumbu instan). Awalnya memang mereka berbeda pendapat untuk cara memasak, tapi pada akhirnya mereka saling menghargai cara masak mereka yang berbeda itu.
Kenza Ardraputra Rezyarifin 8BIL1 13 Suatu hari, Mrs Mathilda Jones menyuruh Jupiter untuk bekerja/membantu ibunya. Mrs Mathilda ternyata lupa mengeposkan surat paman Jupiter, jadi Jupiter segera ke kota naik sepeda sedangkan Bob dan Pete menggantikan Jupiter membantu Mrs Mathilda. Setelah pekerjaan selesai, mereka melihat lihat kotak surat, isinya hanya surat surat biasa tentang tagihan atau surat teman Mrs Mathilda yang sedang liburan, setelah melihat semua surat ternyata tidak ada surat mengenai kasus. Bob Pete dan Jupiter adalah detektif muda. Ternyata Mrs Mathilda hanya jail, ternyata ada 2 surat kasus yang ditujukan kepada trio detektif tersebut.Mereka langsung pergi ke markas rahasia yang sangat tersembunyi bahkan Mrs Mathilda saja tidak tahu. Lalu segera menyelidiki surat tersebut tanpa Jupiter.
Surat tersebut berasal dari Mrs Banfry, temannya adalah Miss Waggoner yang tinggal di Hollywood yang burung nurinya ditemukan oleh mereka. Kali ini Mrs Banfry meminta mereka mencari kucingnya yang hilang. Lalu mereka membaca surat kedua dari Mr Hitfield, mereka berdua langsung tercengang karena surat tersebut mengatakan mumi umur 3 ribu tahun yang berbisik.
maritza asthari rishwana 8BIL1 14 kisah seorang anak yg mempunyai teman teman goib
Mumtaz Aqila Razak 8BIL1 15 menceritakan tentang Masakan ibu yang terbuat dari banyak bahan yang berbeda dan enak.
Naura rizka maharani 8BIL1 16 tentang seorang anak yang harus menghadapi hidupnya setelah terjadi perubahan yang signifikan
Rahesha Alka Devata 8BIL1 18 Aesop Fabel : Cat and mouse
A group of mouses lives in a house with big cat, they have a plan to take the cat down, the decided to try to use toothpick with a string to pull the cat down, but no one wants to do it.
Morale : you must be the one who steps up and help society better by sacrificing yourselves
Rakea Syahma Fitri 8BIL1 19 Aku membaca buku off the record Ria SW yang menceritakan mengenai kisah kisah dan juga behind the scenes dari youtube videonya, lebih spesifiknya di bagian yang ku baca mengenai saat dimana Ria SW pergi ke Korea untuk yang kedua kalinya
Rizqidia Nurzahira Ramadhani 8BIL1 21 Meg Murry dan adik laki-lakinya, Charles Wallace, telah hidup tanpa ayah ilmuwan mereka, Mr. Murry, selama lima tahun, sejak menemukan planet baru dan menggunakan konsep yang dikenal sebagai tesseract untuk bepergian ke sana. Bergabung dengan teman sekelas Meg, Calvin O’Keefe dan dipandu oleh tiga pelancong astral misterius yang dikenal sebagai Mrs. Whatsit, Mrs. Who, dan Mrs. Yang, mereka berani melakukan perjalanan berbahaya ke sebuah planet yang memiliki semua kejahatan di alam semesta.
Samara Jane D 8BIL1 22 Saya membaca buku Harry Potter : The Half Blood Prince dari halaman 97-103
Tristan adia Kaory 8BIL1 23 Novel Diary si Bocah tengil ini bercerita tentang diary tentang seorang bocah laki-laki yang baru masuk sekolah menengah pertama bernama Greg Heffley. Greg memiliki Kakak bernama Rodrick yang gemar music Heavy Metal dan suka mengerjai Greg, dan memiliki adik bernama Manny
Zaky Alman Taqillah 8BIL1 24 Listrik adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik. Listrik menimbulkan berbagai macam efek yang telah umum diketahui, seperti petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik. Adanya listrik juga bisa menimbulkan dan menerima radiasi elektromagnetik seperti gelombang radio.
Almer Phalevi Firdaus 8BIL2 2 Berbicara dengan sejarah dunia
Altair Athar Maulana Roesli 8BIL2 3 Tintin berhasil ke bulan bersama kaptainnya
Anargya Tirta Pratama Sigit 8BIL2 5 Paranormal Angel
Arga Bramantyo Anggoro 8BIL2 6 Ibu adalah orang yang sangat pandai dalam hal memasak, ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Namun setelah ayah tidak ada ibu kehilangan juru cicip paling handal. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Pernah kejadian, saat rapat di kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak dengan lahap. Setelah aku bersendawa cukup keras, seorang teman iseng melihat sisa makananku: tak ada. Aku baru tahu bahwa sayur nangka dalam nasi kotak itu sudah ’hampir’ basi. Begitulah kurang lebih kemampuanku dalam hal mencecap makanan. Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. ”Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,” pikirku. Namun gaya masak mereka berdua sangat berbeda. Istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. Hari yang kupikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya akan jadi jauh lebih lezat, sementara istriku juga tampak tak ragu bahwa rasa masakannya tak akan jauh beda. Lalu aku mengatakan ”Apa kalian benar-benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”. Setelah saat itu ibu dan istriku mulai damai.
Seiring waktu ibupun menggunakan bumbu instan dan tumbuhan di halaman depan diganti menjadi bunga-bunga.
Athaya Fawnia Epafroditus 8BIL2 7 Hiduplah seorang anak dan ibu di suatu tempat. Sang ibu gemar sekali memasak, apalagi menggunakan bumbu alami. Sayangnya, ayah dari keluarga mereka sudah meninggal. Sang ayah adalah pencicip handal makanan ibu karena memiliki indra yang tajam. Sang anak pun merasa kasian kepada ibunya karena tidak bisa menggantikan posisi sang ayah, maka ia memutuskan untuk menikahi seorang cewek yang juga gemar masak.
Saat mereka memasak bersama pertama kalinya, sesuatu konflik pun terjadi. Konflik ini membuat sebuah “perang” terjadi setiap mereka pergi memasak. Akhirnya, sang istri pun mendiskusikan hal ini dan membilang bahwa ia lebih baik menjadi pengurus halaman dan memanam bunga. Tetapi, karena saat itu halaman dipenuhi dengan tanaman yang ditanam ibu, maka sang anak tidak berani untuk menanyakan tentang permintaan sang istri. Suatu hari, sang anak menyadari bahwa tanaman-tanaman ibunya hilang. Saat sang anak menanyakan tentang keberadaan tanamannya, sang ibu menjawab “sudah kuganti dengan bunga-bunga, mulai sekarang kita memasak dengan bumbu siap saji saja”
Charissa Chelsky Candradewa 8BIL2 10 Raib, Seli, Ali, Miss Selena, serta panglima lainnya mulai memulai kembali perjalanannya. Setelah kepulangan Panglima Sad, suasana di kapsul ILY sedikit menegang, Seli yang sedang menangis dan Raib yang tidak menyangka Panglima Sad telah tiada. Miss Selena memberi semangat kepada Seli agar tidak menangis kembali. Panglima Sad telah mati secara terhormat. Melanjutkan perjalanan mencari superplume, mereka sudah sampai di pasak bumi berikutnya. Sayangnya,itu bukanlah superplume yang dimaksud. Aliran magma tersebut berubah karena cuaca tidak beraturan di Hutan Taiga sebelumnya. Mereka memutuskan untuk kembali ke Ruangan Padang Rumput.
Freya Lubna Kamilia 8BIL2 11 Hari ini hari pertama Katie sekolah tetapi ia tidak ada dikelas yang sama dengan sahabatnya, Callie. Katie mencoba mengirim pesan kepada Callie melalui handphone tetapi guru kelasnya melihat Katie memainkan handphone nya.
Halzahra Arkenzie Malik 8BIL2 12 Novel Never Girls on The trail menceritakan mengenai empag orang sahabat yang melakukan petualangannya ke Neverland, Negri yang harus kita cari atau negri tersebut yang mencari kita. Pada bab awal, mereka ingin memberi kue kepada para peri sebagai tanda terimakasih karena telah berprilaku baik dan lembut.
Halzahra Arkenzie Malik 8BIL2 12 Novel Never Girls on The trail menceritakan mengenai empag orang sahabat yang melakukan petualangannya ke Neverland, Negri yang harus kita cari atau negri tersebut yang mencari kita. Pada bab awal, mereka ingin memberi kue kepada para peri sebagai tanda terimakasih karena telah berprilaku baik dan lembut.
Jivara Faiza Ridwansyah 8BIL2 13 Ayah seorang dokter yang diam diam bekerja sebagai mata mata, Ibu seorang pegawai negara yang diam diam bekerja sebagai pembunuh bayaran dan anak yang diam diam bisa membaca pikiran
Kayla Purawinata Putri K 8BIL2 14 Ali adalah anak yang nakal, karena itu ia diajarkan sopan santun oleh teman masa kecilnya yang bernama Rina
Keira Athalia Callista 8BIL2 15 dikta memiliki penyakit kanker stadium 2 sedangkan dia harus menikah dengan perempuan yang dia sayangi, pada akhirnya dikta harus meninggal tapi dengan keadaan bahagia karena sudah menghabiskan sisa waktu hidupnya dengan perepuan yang dia cintai.
Keisha Esteria Hasian Sitinjak 8BIL2 16 Omji dan kakeknya, Bruyar, terdampar di sebuah desa di Korea karena balon udaranya rusak. Mereka pun bertemu Komji dan memutuskan untuk tinggal sementara di rumah Komji.
Muhammad Rafa Akilah Siraj 8BIL2 17 DI sebuah rawa terdapat rumah, rumah itu milik keluarga venus. Setiap kucing yang melewati rumah itu selalu hilang. Diduga ada sebuah ular raksasa di rawa tersebut. Lalu venus dan teman temannya berusaha mencari keberaran.
Nadia Salsabilla 8BIL2 18 Rosi berada dalam tas yang sangat besar! dia mencari-cari jalan keluar. Rosi pun berteriak memanggil adiknya. Tadi adik dititipkan ibu kepada Rosi. Setelah adiknya memanggil ternyata Rosi hanyan bermimpi saja.
Rafa Aldeandra 8BIL2 19 Bencana alam adalah bencana yang berasal dari bumi tersendiri, atau tidak disebabkan oleh manusia. Contoh bencana alam ialah gempa, gunung meletus, tsunami, topan, dan lainnya. Ada juga bencana bernama Bencana Buatan yang disebabkan oleh manusia, seperti banjir, longsor, dan lainnya.
Ryuken Archaez Fadzillah Al Caesar 8BIL2 21 Seorang ibu memiliki kebiasaan menanam bahan masakan sendiri, sehingga saat memasak beliau tidak membeli bumbu jadi. Tetapi suatu hari, beliau memutuskan untuk mengganti sebagian tumbuhan bumbu tersebut dengan bunga untuk memperindah lingkungan rumah.
Siti Aisha Humaira Alamsyah 8BIL2 22 Setelah pulang dari perang, Dr. John Watson kembali ke London, saat di London ia ingin mencari tempat tinggal baru. Jadi temannya memperkenalkannya kepada seseorang yang bernama Sherlock Holmes, walaupun Sherlock Holmes agak sedikit aneh, Dr. John Watson bersepakat untuk tinggal bersama Sherlock Holmes agar biaya yang dikeluarkan hanya setengah, dan mereka pun memutuskan untuk melihat apartemen baru mereka di esok hari nya.
Syaluna Kanantya Andary 8BIL2 23 Webtoon ‘Flawless’
Seorang gadis SMP (Sarah) bertemu dengan cowo buta (Elios) yang semuran. Cowo itu tinggal di panti asuhan. Saudara Elios itu diculik oleh bandit untuk dibalas uang dan Sarah membantunya menyelamatkannya. Sarah suka pada Elios. Namun Elios sengaja bertemu dengan Sarah hanya untuk memanfaatkannya dengan menukar saudara perempuannya dengan Sarah. Sarah pun sedih dan merasa terkhianati. Elios merupakan orang yang cerdas dan ganteng. Walaupun dia buta, dia memiliki kemampuan di atas rata-rata. Panti asuhan tersebut juga ramai dan pemiliknya menggunakan dana pribadi. Namun panti asuhan tersebut mendapatkan banyak konsumsi dan uang dari sebuah keluarga kaya. Anak dari keluarga kaya itu iri dengan orang tuanya yang lebih peduli kepada Elios daripada dia sendiri sehingga dia menyewa bandit untuk menculiknya namun malah menculik saudara perempuannya yang juga buta.
Syesha Safira Sudradjat 8BIL2 24 Buku: Kisah Seru 25 Nabi dan Rasul
Nabi Ishaq
Nabi Ishaq adalah anak Nabi Ibrahim dari istri yang lainnya bernama Sarah. Sarah mengandung Ishaq waktu usia 90 tahun, setelah dikabarkan oleh malaikat yang datang ke rumahnya. Nabi Ibrahim dan Sarah sangatlah senang dikaruniai seorang anak, karena sebenarnya Sarah ini mandul. Ishaq tumbuh menjadi seorang anak yang shaleh. Ketika dia beranjak dewasa, dia ikut berdakwah bersama Nabi Ibrahim. Kemudian, Ishaq menikah dengan Rifqah. Mereka dikaruniai anak kembar, bernama Ishu dan Ya’qub. Ishu merupakan seorang pemburu. Sedangkan Ya’qub, melanjutkan Nabi Ishaq menjadi seorang nabi dan rasul.
Ishu dan Ya’qub tidak pernah akur. Ishu merasa bahwa Ya’qub ini anak kesayangan, dan merasa ibunya pilih kasih. Karena itu, perasaan dengki muncul dalam dirinya. Dia menjadi sinis kepada Ya’qub, melontarkan perkataan tak mengenakkan, dll. Ya’qub ingin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik, namun Ishu tidak peduli. Akhirnya, Ya’qub membicarakan perihal ini kepada sang ayah. Yang pada akhirnya, Nabi Ishaq menyuruh Ya’qub pergi ke Irak, demi kebaikan Ya’qub dan juga saudaranya. Di Irak, terdapat pamannya, yaitu Laban. Itulah kenapa Ya’qub diminta pergi ke Irak.
Brian Rafi Satria 8C 3 Ibu yang selama ini gemar memasak menggunakan bumbu-bumbu yang ditanam sendiri di halaman rumah, akhirnya mengalah demi kebahagiaan dan kesenangan sang menantu yang hobi menanam bunga di halaman rumah, dan akhirnya Ibu juga mulai mencoba memasak dengan menggunakan bumbu instan.
Davianda Marsa Ramdani 8C 5 Ibu sangat senang sekali memasak dengan menggunakan bumbu yang ia tanam sendiri di kebun rumahnya dan ayah, memiliki indra pengecap yang luat biasa, ia mencicipi masakan ibu dengan teliti. Tetapi setelah ayah meninggal ibu kehilabgan juru cicipnya. Ibu dan istrinya si (aku), sangat sering memasa tapi, ibu lebih suka memakai bahan yang alami dibandingkan istrinya yang lebih sering menggunakan bumbu instan.
Istri nya ingin sekali menanam bunga di halaman rumah, tapi harus minta izin terlebih dahulu kepada ibu, akhirnya ibu pun mencabut tanaman bumbu dan akan ditanami bunga.
Denarya Rafif Rochalib 8C 7 Radikus Makankakus merupakan buku yang berisi tentang berbagai macam cerita di dunia nyata yang telah ditempuhi oleh authornya. Predikamen yang biasanya diceritakan di buku tersebut biasanya oeristiwa/kejadian yang lucu,galau, dan lain lain. Kali ini, authornya menceritakan idul adha yang di kampungnya yang sangat kacau.
Diandra Qimira 8C 8 Seorang ibu suka memasak dengan bumbu-bumbu yang ditanam sendiri di halaman rumahnya, walaupun ada berbagai macam tanaman tapi sama sekali tidak ada bunganya. Ia telah kehilangan suaminya yang biasanya mencicipi asakannya dan memberikan komentar dan lidah anaknya kurang peka dengan rasa makanan. Anaknya mempunyai istri tetapi istrinya suka memasak dengan bumbu jadi yang lebih praktis dan ia ingin halamannya ditanami bunga tidak spt ibunya, ibu dan istrinya pun berbeda pendapat saat mau memasak sehingga sulit. Mereka berdua pun berkompetisi masakan siapa yang lebih enak, tetapi anaknya bilang aku tidak peka dengan rasa makanan apakah kalian masih ingin dinilai masakannya Kemudian mereka berdua sadar, istrinya langsung pergi merawat tanaman bumbu-bumbu masak ibunya.Kemudian ibunya pergi ke halaman rumah untuk berkebun dan saat mau memasak, anaknya dan istrinyaheran sudah tidak ada lagi tanaman ibunya di halam itu. Saat bertanya ternyata ibunya menanam bibit-bibit bunga krn sudah saatnya untuk membuat rumah lebih meriah karena ternyata istri anaknya sedang hamil.
Feyla maharani putri 8C 9 Ibu adalah orang yang selalu memasak menggunakan bumbu dapur yang ia tanam sendiri karena menurut ibu itu akan lebih segar. Tapi setelah ayah tidak ada, ibu kehilangan juru cicip yang handal, biasanya ayah selalu memuji ibu jika makanan nya enak namun tidak segan untuk mengkritik seperti “ini terlalu asin” “ini terlalu asam” bahkan ayah dapat membedakan bumbu dapur yang segar atau tidak. Jika kehabisan biasanya ibu terpaksa pergi ke pasar dan membeli bumbu dapur yang paling mirip dengan yang ia tanam sendiri.

Aku bahkan tidak dapat membedakan mana sayur nangka yang sudah hampir basi dan mana yang tidak, saat aku memiliki istri, istriku sangat berbeda dengan ibu. Istriku lebih memilih untuk masak menggunakan bumbu dapur instan. Jika mereka sedang masak berdua banyak konflik yang terjadi. Lalu istriku bilang kepadaku bahwa ia ingin sekali menanam bunga-bunga, apalagi karena ia sepertinya sedang hamil maka aku ingin mengabulkannya tapi aku harus izin kepada ibu.

Pada suatu hari ibu dan istriku bertanding mereka memasak makanan dan aku yang harus memilih mana yang lebih baik. Ibu memasak menggunakan bumbu dapur yang ia tanam dan istriku menggunakan bumbu dapur instan. Tapi saat sudah jadi aku bilang “kalian mau aku jadi juru cicip padahal aku saja tidak bisa membedakan mana sayur nangka yang basi atau tidak” akhirnya mereka tersadar dan menjadi damai.

Lalu ibu pergi ke halaman belakang, saat istriku masak ia meminta aku membawa bumbu dapur di halaman. Saat aku ke halaman aku kaget karena tidak ada tanaman sama sekali, aku mencari-cari ibu. Akhirnya aku masuk lagi dan menceritakan pada istriku. Tiba-tiba ibu datang dengan pakaian berkebun yang kotor dan ia bilang bahwa ia habis menanam bibit bunga, istriku tersenyum. “lagipula kita kan mau kedatangan anggota baru” kata ibu. Kita tersenyum bahagia.

Haydar Rabbani 8C 10 Rame
M. Vierzan 8C 18 Dulu ayah nya dikenal dengan juru cicip paling handal bagi ibu nya. Tapi setelah ayah nya meninggal ibu nya kehilangan juru cicip paling handal.
Ibu nya adalah orang yang suka memasak begitu pun istrinya. Akan tetapi ibu nya lebih menyukai menggunakan bumbu yang dibuat sendiri dibandingkan istri nya yang lebih sering menggunakan bumbu instan.
Lalu di suatu hari ibu nya dan istri nya sama sama membuat sup ayam dan dia disuruh untuk memilih mana yang lebih enak tanpa diberi tahu yang buat nya. Dia pun tidak bisa membedakannya.
Istri nya ingin sekali menanam bunga di halaman rumah yang dipenuhi oleh tanaman pembuat bumbu, tapi harus minta izin terlebih dahulu kepada ibu nya. Akhir nya ibu nya mencabut tanaman bumbu nya dan akan ditanami bunga.
Nathania Paramitha Rafeni Putri 8C 20 ibu dan istri berbeda pendapat dalam bumbu masakan atau cara memasak yaitu ibu suka memakai bumbu2 alami, sedangkan istri memakai bumbu jadi/instan. mereka memiliki sifat bertolak belakang, hanya bunga yang dapat menyatukan mereka atau satu pendapat
Nikeisha Nursandrica 8C 21 Saya belum baca semuanya, tetapi saya akan menyimpulkan apa yg sudah saya baca.
Ibu lebih suka membuat bumbu secara manual, mungkin agar rasanya lebih enak.. tetapi Si Istri lebih suka yg kemasan karna menurutnya lebih praktis dan tidak membuang waktu.
Qatrunnada Syanaira 8C 22 Setelah ayahnya meninggal, ibunya kehilangan juru cicip paling handal. Biasanya ayahnya selalu memuji masakan ibunya namun terkadang juga mengoreksi masakan ibu. Ibu selalu menanam bumbu – bumbu masakannya di halaman rumahnya. Bahkan di halaman rumahnya tidak ada bunga satu pun yang ditanam. Selain merawat dan disirami tanaman itu juga dipanen oleh ibu. Ia sendiri tidak mewarisi indra kecap dari ayahnya. Berbeda dengan istrinya. Istrinya selalu membeli bumbu instant. Ketika ibunya dan istrinya memasak bersama mereka selalu bertengkar. Suatu hari istrinya sedang bersiap untuk memasak makan siang namun ibu tidak ada di rumah, Istrinya menyuruhnya untuk mengambil daun bawang namun saat ia ke halaman seluruh tanaman ibunya sudah tidak ada. Lalu ibunya datang dan berkata”Ambil kantong plastik di teras depan. Di dalamnya ada bumbu siap pakai. Sudah ibu beli beberapa bungkus tadi untuk stok,” ujarnya sambil tersenyum.”Cepatlah! Sebentar lagi waktu makan tiba. Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang memasak sajian siang ini.” lalu ia bingung. ”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah, bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?” ujarnya.
Rafaa Nadira Primatari 8C 23 Perselisihan cara masak mertua dan menantu
uziellabib shidqi hoesein 8C 26 Dulu ayah nya dikenal dengan juru cicip paling handal bagi ibu nya. Tapi setelah ayah nya meninggal ibu nya kehilangan juru cicip paling handal.
Ibu nya adalah orang yang suka memasak begitu pun istrinya. Akan tetapi ibu nya lebih menyukai menggunakan bumbu yang dibuat sendiri dibandingkan istri nya yang lebih sering menggunakan bumbu instan.
Lalu di suatu hari ibu nya dan istri nya sama sama membuat sup ayam dan dia disuruh untuk memilih mana yang lebih enak tanpa diberi tahu yang buat nya. Dia pun tidak bisa membedakannya.
Istri nya ingin sekali menanam bunga di halaman rumah yang dipenuhi oleh tanaman pembuat bumbu, tapi harus minta izin terlebih dahulu kepada ibu nya. Akhir nya ibu nya mencabut tanaman bumbu nya dan akan ditanami bunga.
Alfathir sangkara anindya 8D 1 Seorang ibu yang gemar menggunakan bahan herbal dari tanaman di dpn rmhnya ketika suaminya telah tiada Ibu kehilangan juru rasa terbaiknya sedangkan anaknya tidak bisa bedakan sayur basi atau blm basi pada suatu ketika saat anaknya sudah menikah istrinya suka memakai bumbu instant dan bertentangan dgn ibu karena suka menanam bunga bknya Tanaman herbal saat konflik sudah mereda mereka pun berdamai dan saling toleransi ibu menanam bunga dan istri menggunakan bahan yg lebih natural
Audy Kharisma Setiadi 8D 2 Tentang seorang ibu mertua yang suka memasak dan memiliki tanaman bumbu/bumbu di halaman rumahnya dan menantu perempuannya yang juga ingin bisa memasak tapi hanya menggunakan bumbu instan. Terjadi perselisihan diantara keduanya karena suatu masakan, pada akhirnya tanaman bumbu yang ibu tidak ada tetapi diganti jadi tanaman bunga karena si menantu menginginkan punya tanaman bunga. si menantu serta anak terkejut akhirnya mereka mengerti dan akur.
akmal pratama ramadhan 8D 2 sangat menarik
avissa sitt ammabel 8D 3 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Saat ia
hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan,
daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit

Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain

Ayzar Hisyam Raditya 8D 4 George, Julian, Dick, Anne, Timmy berlibur di rumah di kirrin dan menemui bibi fanny
Alvin Muhammad Fauzan 8D 4 Seorang ibu dan anak tinggal di rumah. Ibunya gemar memasak dengan bahan-bahan dari tanaman yang ditanam ibu sendiri. Beliau selalu masak makanan yang enak, terutama sup ayamnya. Anaknya dan ayahnya menyukai masakannya. Sayangnya ayah sudah tak ada, tidak ada lagi yang bisa menyampaikan rasa yang kurang dari masakan tersebut. Suatu hari anak dari ibunya pernah memakan lahap sayur nangka yang hampir basi. Kemudian ditertawakan oleh teman-teman sekolahnya. Beberapa tahun kemudian anaknya menikah dengan seorang perempuan. Istrinya gemar memasak, tetapi masak dengan bumbu jadi atau bumbu instan. Ada hari dimana, ibu dan istrinya saling berkompetisi memasak dengan sup ayam dan anaknya menjadi juri. Anaknya tidak menerima untuk menjadi juri dan berkata ” apakah ingin melihat orang yang tidak bisa membedakan sayur nangka yang basi.” Lalu mereka damai dan istrinya yang suka bunga, halaman rumahnya ditanam bunga oleh ibunya.
Cahaya Danika Permana 8D 5 suatu hari, di suatu rumah tinggal seorang anak dan ibu. di halaman rumah belakang mereka ada banyak tanaman tanaman untuk bumbu memasak, karena ibu nya tidak suka memakai bumbu instan untuk memasak. anak itu tidak memilki indra pengecap yang bagus. lalu suatu hari anak itu memiliki istri yang suka memasak juga. tapi istrinya itu jika memasak selalu memakai bumbu bumbu yang sudah instan. jadi istrinya dan ibunya memilki prinsip yang bertolak belakang. suatu hari mereka membuat makanan dengan caranya masing masing untuk dinilai mana yang lebih enak. saat hendak dicoba, dia berkata bahwa indra pengecap dia tidak bagus. lalu mereka pun tidak jadi ber kompetisi. akhirnya ibu nya dan istri nya akur.
alimalaka 8D 5 setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu
Calista Belva Kaishaura 8D 6 Tanaman yang ditanam sendiri seperti bumbu dapur akan lebih segar dibandingkan dengan bumbu dapur instan, itu yang selalu ibu lakukan supaya pada saat memasak makanan makanan akan lebih lezat rasanya. Anak ibu tersebut memiliki istri. Lalu, istri cerita itu lebih suka untuk memakai bumbu yang instan dan menanam bunga dihalaman rumahnya. Ibu tidak setuju jika memasak menggunakan bumbu instan, namun di satu sisi pula istrinya tidak suka memasak menggunakan bumbu yang ditanam dengan alasan ribet. Setelah istrinya hamil ibu mencabut semua tanaman bumbu-bumbu dan menggantikan dengan tanaman hias. Akhirnya tanaman rumahnya pun menjadi banyak tanaman hias (bunga).
Denaia Nurishthina Rahim 8D 7 Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Tapi aku sudah kuduga itu terkait dengan keinginan ibunya untuk menghasilkan yang lebih berguna bagi
masakannya. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih nendang.
Gede Radit Ariyudana 8D 10 Hon’iden Matahachi yang berpura pura menjadi Sasaki Kojiro akhirnya tertangkap, Sasaki Kojiro yang asli menemui nya dan dia terlihat tidak senang
Hana Apsariningtyas Puspito 8D 11 Ibu sangat suka memasak dengan bumbu dan bahan alami. Ibu juga menanam sendiri bumbu dapur di halaman rumah. Ayah selalu mencicipi masakan Ibu dan memberikan pendapat, tapi sayang Ayah sudah tidak ada. Sedangkan istriku lebih suka menggunakan bumbu dapur instan. Kalau ibu dan istri masak bareng, Ibu pasti selalu mengoceh. Istriku sempat bercerita tentang keinginan untuk menanam bunga. Tapi aku harus minta izin ke Ibu. Suatu hari, Ibu dan istriku memasak menu yang sama dengan caranya masing-masing untuk melihat enakan buatan siapa. Saat aku bertanya bahwa apakah mereka ingin tahu pendapat aku, mereka pun terdiam. Setelah itu pun, istriku jadi suka pakai bumbu dapur yang ditanam di halaman rumah. Suatu hari, aku hendak ingin meminta izin untuk Ibu mengenai keinginan istri menanam bunga, tapi Ibu sedang ingin mengurusi tanaman dan tidak mau diganggu. Ternyata, Ibu memcabut semua tanamannya, dan akhirnya Ibu jadi memakai bumbu instan.
Joely Tahani Suyana 8D 12 Seorang ibu dan anak yang suka memasak. Tetapi Anaknya lebih suka memasak menggunakan bumbu instan, sedangkan ibunya lebih suka memasak menggunakan bumbu racikan sendiri
Lorraine Nathanie Martin 8D 13 Seorang anak laki laki yang ingin menjadi superhero dan menyelamatkan dunia dari bencana
Malik Rifat Arazky 8D 14 Pentingnya belajar tentang keuangan sejak kecil
sean lawrence lie 8D 15 Kehidupan akan dimudahkan dengan adanya tanaman bumbu karena pertama tidaklah harus ke pasar atau supermarket melainkan tinggal ke halaman.bumbu racikan sendiri lebih dapat terasa rempah-rempah dan bumbunya.pada akhirnya orang harus menghentikan adiksi (dalam cerita ini baku terhadap bumbu instan) menjadi yang lebih indah(menanam bunga dalam cerita)
Muhammad Fadhlan Anggara Gazali 8D 16 Belajar dengan giat
Nasywa fauziah putri gunawan 8D 18 Totto- chan bercerita tentang seorang gadis kecil yang dianggap nakal karena sering melakukan hal-hal ‘aneh’. Dia senang membuka dan menutup meja lipat di kelasnya hingga berulang kali. Senang mengobrol dengan burung dan selalu memanggil pemusik jalanan- yang lewat di sekitar sekolahnya- saat pelajaran berlangsung.
Nicky Farlie Natalino Alfonso 8D 19 Menghormati Suatu Pekerjaan
Prabu Kusuma Abdy 8D 20 Seorang ibu yang berawal dari bahan masak masakan nya menanam sendiri di halaman rumah, hingga pada saat nya memilih bumbu yang praktis
R.Nazli 8D 21 Ibu ku menanam sayuran nya di halaman belakang. Setelah itu ibuku memsak sup ayam dari sayuran halaman belakang. Rasanya lumayan asam dan saya tetap makan dan ternyata sayur nangka nya hampir basi.Aku pun menikahi seorang wanita dan aku senang karena mendapatkan wanita yang suka memasak walaupu kebahagian itu sebentar, karena ibu dan istriku mempunyai prinsip yang bertolak belakang.Dan tiba tiba ibu ku dan istri ku memasak barengan dan saat aku mencobanya rasanya enak. dan akhirnya pun ibu dan istriku saling bersenyum
Raffi euro zakhwan damiri 8D 22 Seorang ayah yang meninggal ibu nya harus menanggantikan posisi ayah nya menjadi chef di berbagai acara
Rafid Izza Tanzila 8D 23 Semenjak ayah si penulis tidak ada ibunya kehilangan juru cicipnya yang paling handal. Setiap ibunya memasak, ia selalu memakai bahan/bumbu yang ia tanam sendiri di kebun belakang. Namun, semenjak si penulis menikah terjadi persilisihan antara istrinya dan ibunya karena perbedaan bumbu. istri penulis lebih suka menggunakan bumbu isntan, tapi ibu penulis lebih suka bumbu segar yang ia tanam sendiri atau membelinya di pasar saat pagi hari.
Rana Zhahirah 8D 24 ibu gemar sekali memasak menggunakan bumbu yang ia tanam sendiri di halaman rumahnya. beliau lebih suka menggunakan dan mengolah bumbu sendiri dibandingkan bumbu instan, “rasanya lebih enak” kata ibu setiap ku tanyakan. sayangnya meskipun sama sama gemar memasak, prinsip yang dimiliki ibu tidak sama dengan yang ada dipikiran istriku, entahlah mungkin berbeda generasi? tapi itu cukup membuat perang dingin diantara mereka berdua yang saling berpegang teguh pada prinsip masing-masing. namun lama kelamaan ku lihat istriku sudah berperilaku lebih dewasa dan mengalah dengan menggunakan bumbu bumbi hasil tanam ibu. istriku juga sudah tidak pernah mengeluh soal menggunakan bumbu di halaman, dia lebih banyak bercerita tentang keinginannnya menanam bunga dan soal tamu bulanannya yang telat datang. hingga suatu hari aku menyadari bahwa ibu sudah beliau ganti dengan bibit bunga, “Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah, bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?” kata ibu akhirnya.
Rania Anindita 8D 25 Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di Halaman Rumah

Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai.

Cabai, jahe, serai, bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat ia hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan, daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.

Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar, «Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen sendiri,» kata ibu selalu. Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, «Ini kurang banyak belimbing wuluh- nya.» Di kesempatan lain, ayah berujar, «Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai sepertinya sudah tidak segar. » Ia tak sempat ke pasar untuk beli lengkuas segar dan stok di halaman memang sedang habis.

Pernah kejadian, saat rapat di kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak dengan lahap.

Ia lalu terbahak sembari memberi tahu teman-teman yang lain. Salah seorang berkomentar, «Sayang sekali masakan seperti ini dinikmati oleh orang yang bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka sudah basi atau belum». Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. «Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,» pikirku.

Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. « Jadi, waktu dan tenaga itu bisa digunakan untuk memasak yang lain atau merawat bunga,» argumennya. Di saat yang lain akan terdengar, «Kau beli bumbu jadi?» Istriku hanya diam.

Hanya harapan itu yang bisa kupupuk setiap hari tanpa benar-benar mengetahui apa yang terjadi di antara keduanya ketika memasak. Lama-kelamaan, tak lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan pintas dalam memasak. « Karena itu, aku tak mau orang- orang sepertimu menghargai bunga yang telah ditanam dan dirawat sedemikian rupa hanya dengan beberapa lembar uang yang tak seberapa,» ujarnya. « Izinkanlah aku menanam bunga di rumah ini dan kau akan mengerti yang kuucapkan».

Tapi, setidaknya, yang dipinta istriku tidak lagi terkait dengan masak-memasak. Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Dan, seperti yang bisa diduga, aku diminta untuk menentukan sup ayam yang lebih lezat.

Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti itu. Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin.

Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah. Sejak meredanya ’perang dingin’ antara bumbu alami dan bumbu instan, makanku lebih lahap.

Walaupun lidahku tidak begitu peka, kurasakan makan di rumah jadi lebih menyenangkan. Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang keinginan istriku menanam bunga. Namun, ibu telah lebih dulu mengenakan pakaian ’berkebun’, pakaian yang ia kenakan saat hendak merawat tanaman-tanamannya di halaman. Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah.

Istriku kemudian meminta untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain. Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat. «Apa ibu mau menanam bumbu lain?» tanya istriku.

Ia justru membiarkan pertanyaanku mengambang sembari berjalan ke arah keran air untuk mencuci tangan. Aku mengernyitkan dahi sembari melirik pada istriku. Kami berdua tak berani bersuara sehingga ada keheningan untuk sesaat. « Di dalamnya ada bumbu siap pakai.

Sudah ibu beli beberapa bungkus tadi untuk stok,» ujarnya sambil tersenyum. « Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang memasak sajian siang ini». «Tapi tanaman ibu?» aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. «Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh.

Shifa Zerlita Abadi 8D 26 ada seorang ibu yang di tinggalkan oleh ayahnya pergi, tinggallah anak dan ibu itu di sebuah rumah, ibu itu merasa sangat kehilangan atas kepergian juru Cicip mereka, karena ayahnya lah yang tahu betapa enaknya masakan ibunya apakah kurang asin atau bagaimana, ibunya sering sekali menanam tanaman untuk bumbu bumbu dapur di halaman nya bahkan semua tanaman itu melebihi rumah bangunan nya, semenjak itu ibu kadang sering ke pasar untuk membeli bumbu-bumbu dapur dan sedikit yang yang hasilnya mendekati tanaman di halaman maka ibu akan mengalami. tahun-tahun berlalu mainan anak itupun memiliki seorang istri yang bertolak belakang dan ibunya. dia selalu menggunakan bumbu instan untuk memasak dan ibunya selalu menggunakan bahan olahan dari pekarangan rumahnya untuk membuat makanan. setiap hari mereka bertengkar karena bumbu tersebut sampai-sampai anak pun pusing dan tidak peka akan hal tersebut, mereka tiap hari bercekcok tentang bumbu jadi dan bumbu olahan. lalu hari-hari berlalu entah apa yang terjadi mereka tiba-tiba bersatu pendapat dan berbahagia karena akan ada anggota baru di keluarga itu, si mertua dan menantu itu sekarang menjadi sangat akrab dan saling bekerja sama untuk membuat makanan.
Arya Bima Arundati 8E 1 Ibu sangat suka memasak, namun dihalaman rumahku memiliki halaman yang sangat luas dengan beberapa tumbuhan yang tersimpan di pot.biasanya ibu akan mengambil beberapa bahan dari halaman belakang, namun jika tidak ada ibu akan pergi ke pasar, jika masakannya enak biasanya ayah akan memuji setinggi-tingginya namun ayah juga tak segan untuk mengomentari masakan ibu, suatu hari saat ibu dan istriku sedang memasak bersama ibu berkomentar karena istriku lebih suka menggunakan bumbu instan.
Istriku membuat sebuah sup ayam untuk dinilai oleh ibu dan syukurlah karena ibu menyukainya, hubungan diantara mereka pun mulai dekat.

suatu hari saat istriku ingin memasak sup ayam, aku disuruh mengambil beberapa daun bawang namun saat pergi ke halaman rumah semua daun bawang itu sudah tidak ada, aku kembali ke dapur untuk menemui istriku namun tiba-tiba ibu datang sambil tersenyum dan mengatakan kalau ibu sudah membeli beberapa bumbu instan. dan sebaiknya menanam bunga untuk halam rumah, dan setelahnya aku dan istriku pun saling menoleh dan tersenyum.

Asha Padma R. Tripradopo 8E 2 Istri dan Ibu mempunyai sikap yang saling bertolak belakang. Istri lebih suka memasak menggunakan bumbu instan, sedangkan Ibu memasak menggunakan rempah-rempah. 2-2nya menyukai bunga, hanya itu yang bisa membuat Ibu dan Istri satu pendapat.
Aura Khaila Azhari 8E 3 ye memang masak bukan kewajiban tapi masak itu hal dasar yang mudah untuk orang lain
Ayuthaya Andriana 8E 4 Cerita ini bermula pada kisah keluarga Raden Putra, raja dari Kerajaan Jenggala yang memiliki sikap agak ceroboh. Raden Putra memiliki dua orang istri, yaitu satu permaisuri dan satu selir. Sang selir pun tidak terima karena hanya dianggap sebagai selir sehingga selir dari Raden Putra bekerjasama dengan tabib istana untuk menuduh permaisuri telah meracuni selir dari raja Raden Putra.

Raja Raden Putra memerintah kepada patih untuk membuat sang permaisuri tanpa mengecek terlebih dahulu atas kebenaran dari informasi tersebut. Sang permaisuri tidak meninggal akan tetapi sang permaisuri masih dalam kondisi hamil. Permaisuri tinggal di hutan bersama seekor ayam jago dan putra dari Raden Putra yang bernama Cindelaras.

Cindelaras berniat bertemu ayahnya dengan menantang ayahnya sendiri untuk melakukan adu ayam. Singkat cerita, ayam dari Cindelaras menang dan Raden Putra mengakui Cindelaras sebagai anaknya dan menceritakan kebenarannya kepada Raden Putra. Sebagai konsekuensi dari selirnya, Selir dari Raja Raden Putra dibuang ke hutan dan sang permaisuri dibawa kembali ke istana.

Azaria Gafar Maulana 8E 5 Raib, Seli dan Ali dipaksa untuk bermain tebak tebakan oleh orangtua pemilik kapal.
Damar tangguh indrastata 8E 6 doggo police
Daniella Zahraa Jatnika 8E 7 Ibu yang suka menanam tanaman bumbu-bumbuan
Dhamir Rasyid Resmana 8E 8 Mereka mulai menjelajahi laut
Felly Pricilla 8E 10 seorang anak yang memiliki halaman yang penuh dengan bumbu=bumbu masak
Hakeem Ali Rose 8E 11 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Saat ia
hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan,
daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit

Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain

Harashta Jannis Andriansyah 8E 12 Ketika seorang ayah sudah tidak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Di halaman rumah mereka, orang orang tampak aneh, soalnya mereka tidak satu pun menanam bunga, tapi mereka menanam tanaman yang bisa diolah menjadi bumbu. Setelah ayah sudah tidak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Aku merasa lega ketika aku menikahi perempuan yang juga gemar masak. Tetapi istriku lebih menyukai bumbu instan. Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga. Tiba tiba ibu dan istriku akan memasak dengan cara cara sendiri. Mereka menyuruhku untuk mencobanya. Hari hari pun berlalu, tiba tiba di halaman belakang sudah tidak ada lagi bumbu bumbu . Ternyata ibu ganti dengan bibit bunga, sudah saatnya rumah terlihat meriah. Kali ini ibu dan istriku tersenyum
Hylmi Ghanim Suryo Wicaksono 8E 13 ibu suka menanam tanaman di halaman rumahnya bukan untuk hiasan, tetapi digunakan sebagai bumbu masak, karena bagi ibu menurutnya jika kita mengambil bahan yang ditanam sendiri, maka akan memiliki rasa yang lebih “nendang”
Juwayria Zafnah 8E 14 Setelah banyak sekali hal kecil yang dibicarakan dan menjadi masalah, akhirnya Ibu dan Istrinya pun mulai mereda tentang masakan mereka yang di mana Ibu menggunakan bumbu dari halaman belakang sedangkan Istrinya menggunakan bumbu instan. Namun setelah berbagai hal itu, akhirnya mereka berdua berbaikan dan ibu malah setuju untuk menanam bunga di sebagian halaman belakangnya. Dan mereka pun mejadi seperti biasa lagi dengan wajah tersenyum.
Muhammad Yumna Nur Hisyam 8E 16 masakan ibu dan bumbu bumbu di halaman rumah
Namira Aishagita Kusumahadilaga 8E 17 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.
Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Saat ia
hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan,
daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit
Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan
Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain
Raden Annisa Mizani Syafina Hamijaya 8E 18 Setelah ayah tak ada,ibu kehilangan juru cicip paling handal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji, namun ayah juga tak segan berkomentar ”Ini terlalu asin” atau ”terlalu asam.” Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Di halaman yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan rumah kami, tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.
Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. Lama-kelamaan, tak lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan pintas dalam memasak. Juga tak kudengar curhat istri tentang betapa sulitnya memasak bersama mertua. Istriku lebih memilih untuk bercerita perihal keinginannya menanam bunga. Aku belum bisa berjanji,perlu izin ibu untuk itu. Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri.Istriku pun tampaknya mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.
Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman tersebut tak ada lagi. Ternyata ibu mulai membeli bumbu instan ”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah, bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Radinka Mikayla Firmansyah 8E 19 Kimetsu no yaiba eps 24
Suatu malam, saat Tanjiro duduk di atap, Shinobu bergabung dengannya. Shinobu ingin mempercayakan impian kakaknya dengan Tanjiro, bahwa manusia dan iblis bisa hidup damai. Tanjiro mendeteksi aroma marah darinya dan Shinobu mengungkapkan kakak perempuannya dibunuh oleh iblis dan rasa jijiknya terhadap Iblis tumbuh semakin dia melihat kerusakan yang mereka sebabkan.
Rayesha Reyhan Rizqueena 8E 20 Ada seorang ibu yang suka sekali menanam bumbu dapur sendiri di halaman rumahnya karena menurutnya rasanya lebih “nendang” jika ditanam dan diolah sendiri. Ada juga istri anaknya yang lebih suka membeli bumbu jadi/bumbu instan karena dianggap lebih praktis dan menghemat waktu. Pada awalnya mereka tidak saling bernegoisasi saat memasak, Namun, pada akhirnya mereka berdua saling menghargai dengan cara masaknya masing-masing.
Nandana Aristo N. 8E 21 Setelah ibu ditinggal ayah, ibu mulai kehilangan seseorang yang biasa mencicipi masakannyal. Sudah beberapa tahun ibu ditinggal oleh ayah, konflik di rumah pun terjadi diantara ibu dengan istri. Konflik itu terjadi karena bumbu dapur dimana sang ibu menggunakan bumbu buatan sedangkan sang istri menggunakan bumbu instan. Pada suatu hari, istri sang tokoh utama ingin menanam bunga, namun tokoh utama harus bertanya kepada ibunya untuk menggantikan tumbuhan yang ditanam oleh ibunya. Pada akhirnya ibu merelakan semua tumbuhannya dibuang lalu digantikan oleh bunga dari sang istri.
Renandya Malicca C 8E 22 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Saat ia hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan,daun bawang dari belakang rumah,dan beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.Semua dicuci,sebagian dipotong,sebagian lagi diulek,ditumis,lalu dicemplungkan bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit

Belakangan bahkan kulihat di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain

Reno Sabastian Faza Musthafa 8E 23 Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Rizky Ramadhan Adhittama 8E 24 setelah Ayah tak ada Ibu kehilangan juru cicipnya,anaknya sendiri tidak mewarisi indra cecapnya.Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya
dalam memasak.Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.
Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang.
”Sup ayam.”
”Ambil kantong plastik di teras depan. Di dalamnya ada bumbu siap pakai. Sudah ibu
beli beberapa bungkus tadi untuk stok,” ujarnya sambil tersenyum.
”Cepatlah! Sebentar lagi waktu makan tiba. Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang
memasak sajian siang ini.”
”Tapi tanaman ibu?” aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah,
bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.
Satria Jamie Ardiya 8E 25 Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869 di negara bagian Gujarat di India. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid.
Suhandhika Pratama W 8E 26 Jadi ada anak yang memiliki Ibu yang suka memasak ibunya suka memasak menggunakan bahan bahan yang berada di taman rumahnya.
Anak itu memiliki seorang ayah yang memiliki kemampuan indra perasa yang sangat kuat. Tapi sayangnya ayahnya sudah meninggal.
Anak tersebut pun akhirnya menikah dengan seorang wanita yang suka memasak juga, tetapi istrinya tersebut lebih suka memasak dengan bumbu jadi, karena menurutnya bumbu jadi bisa menghemat waktu. Tapi dia juga suka bunga. Ibunya dan istrinya sering terjadi keributan kecil karena masalah bumbu. Tapi pada suatu hari tanaman bumbu di taman rumahnya menghilang dan tidak ada. Anak tersebut yang bingung lalu bertanya kepada ibunya kemana semua tanaman bumbu tersebut. Ibunya berkata bahwa dia sudah mengganti semua tanaman tersebut menjadi bibit bunga dan dia juga mulai menggunakan bumbu jadi.
sulthan sagara abdurrahman 8E 27 Komji dan omji sedang di kejar banyak kumbak, lalu mereka kena sarang laba-laba, karna plester, dari pada mereka yang dimakan laba-laba, laba-laba tersebut malah melewati kumbang dan mereka, karna marah mereka tidak dimakan laba-laba choma mematikan plester dan laba-laba langsung memangsa kumbang tersebut, untung mereka sudah cepat lari
Alya Hana 8F 2 Odi, Poci, Surman, dan Dayan yang sedang mencari cacing tanah di pinggir pantai melihat ada kapal yang lewat dan mereka langsung bergegas mengejar kapal itu menggunakan sampan. Tiba-tiba Poci berseru karena melihat ikan mati terapung-apung. Poci kesenangan, sementara Odi merasa aneh. Surman dan Dayan bertanya kepada Odi, tetapi belum sempat terjawab Dayan tersadar bahwa kapalnya sudah dekat. Mereka pun bergegas mengejar lagi. Akhirnya mereka berempat berhasil mengejar kapal itu dan beberapa penumpang yang berdiri di geladak pun melemparkan koinnya. Mereka berhasil mengumpulkan koin dari para penumpang itu dan segera kembali. Kebanyakan anak pesisir pantai di Pulau Buton dan pulau sekitarnya sering melakukan hal seperti itu.
Anindita Abdiyah Muhshi 8F 3 Ada seorang anak laki-laki yang tinggal bersama ibunya. Ayah dia sudah tak ada, padahal ayahnya adalah juru cicip paling andal. Hanya ayahnya lah yang paling bisa merasakan masakan ibunya dengan sangat baik. Ibunya mempunyai halaman sendiri untuk bumbu-bumbu dapur, karena ia lebih suka masak dengan hasil bumbu dapurnya sendiri. Saat anak itu sedang di sekolah, ia menghabiskan seluruh sayur nangka yang ada di kotak makan, temannya memberitahu ke teman yang lain bahwa anak itu sudah menghabiskan sekotak sayur nangka basi. Ia diejek karena tidak bisa membedakan rasa sayur nangka yang belum basi dan yang sudah basi. Waktu berlalu sampai akhirnya anak tersebut menikah dengan seorang wanita yang beda jauh dengan ibunya. Istrinya lebih terbiasa memasak dengan bumbu instan. Suatu hari, istri dan ibunya akan memasak sup ayam dengan cara mereka yang berbeda. Ia tidak diberi tahu yang mana buatan ibunya dan yang mana buatan istrinya. Ia bilang bahwa dia saja tidak bisa membedakan rasa sayur nangka basi dan yang tidak basi. Akhirnya ibu dan istrinya sadar dan berbaikan. Suatu hari saat istrinya ingin memasak untuk makan siang, istrinya ingin mencoba memasak dengan menggunakan bumbu buatan ibunya. Tetapi, saat suaminya ke halaman belakang untuk mencari bumbu, semuanya sudah tidak ada. Ia bertanya kepada ibunya keberadaan bumbu di halamannya. Ibunya menjawab bahwa ia akan mulai menanam bunga-bunga agar halamannya terlihat lebih indah.
Athalla Raissa Eikla Faizal 8F 4 Seorang Ibu senang membuat hidangan dengan meracik bumbu-bumbu tradisional. Ibu tersebut telaten dalam merawat tanaman rempah-rempahnya yang ditanamnya di halaman rumah. Hidangan yang dibuat ibu tersebut sangat lezat, suaminya bahkan tak sungkan memuji dengan istilah rasanya setinggi “Menara Parang Gardu”. Namun putranya tak mewarisi ketajaman indra cecap itu.

Saat putra mereka menikah, putra mereka berpikir “Wah! pasti Ibu senang memiliki menantu yang juga menyukai memasak “. Ternyata, istrinya menyukai memasak dengan bumbu instan. Istrinya lebih suka menanam bunga-bunga. Saat, kedua wanita tersebut memasak bersama, lalu ingin menanyakan pada putra sang ibu. “Makanan mana yang lebih lezat?” tanya mereka. Putra sang ibu tak bisa menjawab, ia berkata “Kalian ingin aku mencicipi dan memilih makanan yang paling lezat, pada orang yang tidak memiliki ketajaman indra cecap?” Akhirnya kedua wanita tersebut mengakhir “perang dingin”. Bahkan sang ibu, mengganti tanaman rempah-rempahnya dengan bibit-bibit bunga.

Callista aurelia Helmi putri 8F 5 Pada suatu hari ada lelaki bernama elio yang bermain ke Eropa dan bertemu dengan june lalu mereka Deket selama di Eropa setelah baik ke indo elio menjauh dan tiba tiba elio memberi ringkasan cerita untuk june
Dandy Fauzta Armand 8F 6 dari buku bacan yang saya baca , saya dapat menyimpulkan bahwa tidak semua hal yang kita terima dari orang lain harus. kita cerna dengan baik baik , dan sebaliknya , bagi para petinggi di sana tolong untuk berhati-hati untuk bertindak , dengan seperti itu , masyarakat tidak akan mengkritik dan mendemokrasi
Dimas Zaki Maulana 8F 8 Si Juki
Faira Fitriyani Djajasasmita 8F 9 setelah bapaknya tiada, ibu kehilangan juru cicip yang andal. bapak selalu memuji ataupun mengoreksi kesalahan dari masakan ibu. ibu selalu memakai bahan bahan masakan dari halaman rumah/alami. setelah mempunyai istri, istrinya selalu memasak dengan bumbu bumbu instan. ibu nya dan istrinya pun perang dingin. mereka membuat sop ayam menggunakan cara memasak nya sendiri sendiri dan meminta nya untuk mengatakan masakan siapa yang lebih enak. dia pun menanyakan mengapa mereka harus perang dingin seperti ini. mereka berdua pun sadar dan saling mengalah. pada akhirnya, halaman di rumah menjadi tempat bunga bunga yang indah dan mereka memasak masakan dengan bumbu instan.
Gandhi Mahardika Setiaboedi 8F 10 Ada ibu dan anak yang ditinggal ayahnya. Anaknya gak bisa menilai makanan seperti ayahnya. Ibunya biasa memasak menggunakan bahan bahan yang di tanam sendiri. Lalu, si anak menikah dengan istri yang memasak dengan cara yang bertolak belakang dengan ibunya. Kemudian, mereka bertengkar. Tidak lama setelah itu mereka berbaikan dan saling toleransi.
Indhrya Anggaditisha 8F 11 Ayah Diluc meninggal dimana saat adanya perang dan tepat di hari ulang tahun nya
Indhrya Anggaditisha 8F 11 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Saat ia
hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan,
daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit

Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain

Mohammad Fadelis Jibril 8F 14 Pada tahun 2045 planet ini berada di ambang kekacauan dan kehancuran, tetapi orang-orang menemukan keselamatan di OASIS: alam semesta realitas virtual yang luas yang diciptakan oleh James Halliday. Ketika Halliday meninggal, dia menjanjikan kekayaannya yang besar kepada orang pertama yang menemukan telur Paskah digital yang tersembunyi di suatu tempat di OASIS. Ketika Wade Watts muda bergabung dalam kontes, ia mendapati dirinya menjadi pahlawan yang tidak mungkin dalam perburuan harta karun yang membengkokkan kenyataan melalui dunia misteri, penemuan, dan bahaya yang fantastis.
Muhammad Hilmy Wiratama 8F 15 Buku yang saya baca menceritakan awal Kekaisaran Utsmani, yang dimulai dengan berkuasa nya Kesultanan Seljuk di Anatolia. Kesultanan Seljuk yang telah menyapu Kekaisaran Byzantium di Anatolia kemudian dilumpuhkan oleh Mongolia. Seljuk di Anatolia terpecah dan dikuasai oleh orang-orang yang berbeda, salah satu nya adalah Utsmani, atau Para Putra Usman. Usman I adalah sultan pertama Kekaisaran Utsmani. Kemudian ia dilanjutkan oleh Orhan I, yang berhasil menaklukkan kota-kota Byzantium lainnya di Anatolia sehingga Byzantium kehilangan kekuasaannya di Anatolia.
Nadia Tanisha Ariana 8F 16 Ibu merupakan orang yang gemar memasak. Beberapa orang melihat halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak sekali tanaman di halaman rumah. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Ayah sering sekali memuji masakan ibu. Terkadang ayah juga sering memberikan saran di masakan ibu.
Nathaniel Michelle Dwi Maharani P 8F 18 ibuku adalah orang yang sangat menyukai menanam tanaman bumbu. Tidak ada satupun tanaman bunga di rumah ibu. Ada berbagai macam tanaman yang dapat dijadikan bumbu dapur. Ibu sangat memegang teguh prinsip. Memasak masakan dengan bumbu segar. Namun jika ibu tidak memiliki bumbu yang diperlukan, ibu akan membelinya di pasar. Namun hal ini, saat ayah masih ada, beliaulah Sang Pencicip Handal. Beliau dapat membedakan mana bumbu yang ditanam oleh ibu, dan mana yang dbeli ibu di pasar. Jika ibu memasak dengan bumbu dari tanaman yang ibu tanam, ayah akan memujinya setinggi langit.
berbeda dengan aku, aku bukan pencicip yang baik. Bahkan makanan basi pun bisa aku makan karena aku tidak dapat membedakan mana masakan yang masih segar dan mana yang sudah basi.
Di rumahku, istriku sendiri tidak menanam tanaman bumbu. Dia memang jago masak, namun bumbu yang dia gunakan adalah bumbu praktis kemasan. Ini sangat bertolak belakang dengan prinsip ibu. Istriku menyukai bunga. Dan meminta ijin agar dia dapat menanam bunga di halaman rumah.
Hal inilah yang harus dicari jalan tengahnya. Apalagi ketika aku mengetahui bahwa istriku sudah 2 minggu terlambat datang bulan.
Namun suatu hari, saat akan memasak sayur sop, aku mencari daun bawang. Namun tidak ada. Dan ibu hanya memberitahu bahwa semua bumbu yang diperlukan ada di dalam plastik. Dan di dalam plastik tersebut di dalamnya ada semua bumbu praktis! Aku dan istriku sangat terkejut. Sudah tidak ada lagi tanaman-tanaman yang ibu tanam. Dan sudah ibu ganti dengan bibit bunga. Ibu sudah mengetahui bahwa kami akan memiliki.anak. Dan ibu mengambil keputusan untuk mengganti semua tanaman bumbu dengan bibit bunga.
Raden Raissa Ardine Fakhirah 8F 20 yaitu terjadinya peristiwa isra miraj yang mengendarai buraq. Perjalanannya dimulai dari masjid haram sampai ke masjid aqsha. Lalu ke Sidratul Muntaha dan mwndapat wahyu shalat 5 waktu
Rafid Zia Kurniawan 8F 21 Langdon, Langdon, dan Anderson berdiskusi mengenai lukisan The Apotheosis of Washington. Mereka menyangka bahwa lukisan tersebut jika dipandang terlalu lama, maka sepertinada daya tarik atau magisnya sendiri
Rasya Raditya Rachman 8F 22 Pada suatu hari ada ibu yang kehilangan juru cicip yang paling handal sang ayah akan memuji masakan nya jika itu enak halaman rumah mereka terlihat aneh oleh sebagian orang ada tumbuhan yang tumbuh tetapi tidak ada setangkai di bunga tersebut. Sang ibu adalah orang yang memegang teguh prinsip masaknya.hampir sebagian bahannyang di pakainya ditumbukan oleh sang ibu.bahan yang di tanam sendiri dirasa lebih “menendang” oleh ibu. Pada suatu hari ia libur dari kerja ia meniatkan untuk menanyakan ibunya tentang keinginan istrinya untuk menanam bunga tetapi sang ibu sedang berkebun saat berkebun ibu memiliki isyarat untuk tidak menggangunya ia oun menciut dan mengatakan “lain kali,lain kali akan ku sampaikan”.matahari pun sudah hampir tinggi istrinya pun memikirkan menu makan siang
Revany Dealova Soekasno Putri 8F 23 Semenjak ayah tidak ada, tidak ada orang di rumah yang bisa menyicip makanan ibu dengan andal. Ibu biasa menanam sendiri sebagian bumbu dapur yang akan dipakai. Aku akhirnya menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. Tetapi istriku lebih memilih bumbu jadi, melainkan ibuku membuat bumbu dari tanaman yang ditanamnya.
Safira Auliya Hermawan 8F 26 Halaman Rumah

Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai.

Cabai, jahe, serai, bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat ia hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan, daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.

Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar, «Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen sendiri,» kata ibu selalu. Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, «Ini kurang banyak belimbing wuluhnya.» Di kesempatan lain, ayah berujar, «Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai sepertinya sudah tidak segar. » Ia tak sempat ke pasar untuk beli lengkuas segar dan stok di halaman memang sedang habis.

Pernah kejadian, saat rapat di kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak dengan lahap.

«Jadi kau makan?»

Ia lalu terbahak sembari memberi tahu teman-teman yang lain. Salah seorang berkomentar, «Sayang sekali masakan seperti ini dinikmati oleh orang yang bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka sudah basi atau belum». Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. «Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,» pikirku.

Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. « Jadi, waktu dan tenaga itu bisa digunakan untuk memasak yang lain atau merawat bunga,» argumennya. Di saat yang lain akan terdengar, «Kau beli bumbu jadi?» Istriku hanya diam.

Hanya harapan itu yang bisa kupupuk setiap hari tanpa benar-benar mengetahui apa yang terjadi di antara keduanya ketika memasak. Lama-kelamaan, tak lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan pintas dalam memasak. « Karena itu, aku tak mau orang- orang sepertimu menghargai bunga yang telah ditanam dan dirawat sedemikian rupa hanya dengan beberapa lembar uang yang tak seberapa,» ujarnya. «Izinkanlah aku menanam bunga di rumah ini dan kau akan mengerti yang kuucapkan».

Tapi, setidaknya, yang dipinta istriku tidak lagi terkait dengan masak-memasak. Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Dan, seperti yang bisa diduga, aku diminta untuk menentukan sup ayam yang lebih lezat.

Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti itu. Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin.

Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah. Sejak meredanya ’perang dingin’ antara bumbu alami dan bumbu instan, makanku lebih lahap.

Walaupun lidahku tidak begitu peka, kurasakan makan di rumah jadi lebih menyenangkan. Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang keinginan istriku menanam bunga. ’berkebun’, pakaian yang ia kenakan saat hendak merawat tanaman-tanamannya di halaman. Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah.

Istriku kemudian meminta untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain. Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat. «Apa ibu mau menanam bumbu lain?» tanya istriku.

Ia justru membiarkan pertanyaanku mengambang sembari berjalan ke arah keran air untuk mencuci tangan. Aku mengernyitkan dahi sembari melirik pada istriku. Kami berdua tak berani bersuara sehingga ada keheningan untuk sesaat. « Di dalamnya ada bumbu siap pakai.

Sudah ibu beli beberapa bungkus tadi untuk stok,» ujarnya sambil tersenyum. « Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang memasak sajian siang ini». «Tapi tanaman ibu?» aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. «Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh.

Shafwa fairus darmadhiya 8F 27 laskar peangi
Vivian Sadidah Rachman 8F 28 Jadi ada satu keluarga,mereka memiliki sebuah halaman yang cukup luas.Di halaman tersebut mereka menanam banyak tanaman ada yang di pot, di tanah , dan juga pot gantung kecil. Tanaman tersebut juga dipanen untuk diolah sebagai bahan bumbu dapur seperti lengkuas,jahe,kunyit ,dll.Mereka merawat dan menyiram tanaman tersebut dengan sangat telaten.Ibu nya sering sekali membuat sup ayam dengan sebagian bahan dari hasil panen.Dan sup ayam buatan ibu memang enak sekali seperti yang dikatakan anaknya dan semua teman teman dikantornya.
Allisya Tristan Putri Purnomo 9A 1 di halaman belakang rumahnya ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. dia sendiri tak pernah menanyakan kepada ibunya mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi dia duga itu terkait dengan keinginan ibunya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya. Bagi ibunya, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. dia sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibunya maupun istrinya rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru dia ketahui setelah menikah adalah bahwa istrinya lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. istrinya bercerita bahwa ia ingin menanam bunga tetapi dia tidak menjanjikannya karena ibunya sangat sayang dengan tanaman yang ia tanam. Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, dia pikir masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang dia pikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istrinya akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. yang satu memakai bumbu instan dan satunya lagi memakai bumbu alami. Napasnya rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa membedakan sayur nangka basi atau tidak?” Pertanyaannya saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang dingin’. suatu hari ibunya mengganti tanaman bumbunya menjadi bibit bunga karena pikirnya sudah waktunya rumah mereka kelihatan lebih meriah dan mereka akan kedatangan anggota baru dikeluarganya.
Althea Levina 9A 2 Ibu dari tokoh utama ini adalah orang yang suka memasak. Ia memiliki prinsip untuk memasak menggunakan bahan yang segar. Untuk itu, ia menanam tanaman bumbu-bumbu dapur. Jika bahan yang dibutuhkan tidak ada, ia akan pergi ke pasar sepagi mungkin dan membeli bahannya yang paling segar. Sayangnya, setelah ayah dari tokoh utama sudah tidak ada, ibu tidak lagi memiliki juru cicip yang handal. Tokoh utama ini tidak memiliki indra cecap yang tajam.

Tokoh utama pun menikahi seorang perempuan. Istrinya ini juga suka memasak, tapi berbeda dengan ibu tokoh utama, ia memasak menggunakan bumbu siap pakai. Hal ini menyebabkan ketidak akuran pada keduanya. Puncaknya adalah saat ibu dan istri dari tokoh utama memasak makanan yang sama dengan cara masing-masing untuk dicicipi tanpa diberitahu yang mana milik siapa. Tokoh utama pun berkata ”Apa kalian benar-benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa membedakan sayur nangka basi atau tidak?”. Sejak itu, sudah tidak ada lagi perang dingin. Istri tokoh utama mulai menggunakan tanaman-tanaman bumbu dapur untuk masakannya dan ibu tokoh utama mulai menggunakan bumbu siap jadi.

Fiona Vigianti Pratista 9A 8 hilangnya pesawat adam air
Muhammad Dinar Raihan Anargya 9A 15 Cerita berjudul “Masakan Ibu dan Bumbu bumbu di Halaman Rumah” diambil dari sudut pandang seorang anak dimana Ibu nya gemar memasak menggunakan bumbu dapur yang ditanam sendiri di halaman rumahnya. Sang ayah memiliki kemampuan mencicipi makanan yang sangat tajam. Tetapi anak nya tidak memiliki kemampuan yang sama, bahkan suatu hari si anak memakan makanan yang hampir basi tanpa merasa tidak enak.

Kemudian waktu melompat dimana sang anak sudah besar dan sudah memiliki seorang istri. Istri nya lebih suka menggunakan bumbu jadi.

Nasya Fattiyah Nabila 9A 18 Ibu merupakan koki yang handal yang memasak menggunakan tanamannya sendiri di rumah.
qilan micail 9A 20 bob sadino
Rannisa Kintan Julyandra 9A 23 ibu si tokoh adalah orang yang gemas memasak dia pun bahkan menanam berbagai tanaman di halamannya untuk dijadikan bumbu masakan. menurutnya bumbu yang ditanam sendiri rasanya lebih ‘nendang’. namun sejak ayah si tokoh tidak ada pencicip rasa masakan ibu sudah tidak ada lagi. sang ayah berbakat dalam mencicipi masakan ibu dan tidak segan2 untuk memberi komentar seperti “terlalu asin” “terlalu asam” dan lainnya. si tokoh (anak ibu) tidak mendapati bakat ayahnya dalam mencicipi dan mengenali dengan cermat rasa2 bumbu makanan. ia pernah bahkan memakan sayur nangka yang hampir basi tanpa menyadarinya. setelah besar ia menikah dengan wanita yang juga pandai memasak. namun ada perbedaan diantara ibu dan sang istri. ibu lebih menyukai bumbu yang segar dan buatan sendiri sedangkan sang istri lebih menyukai bumbu jadi / instan.
Rastiwi Apsari Putri 9A 24 penulis novel yang dia reinkarnasi menjadi villain di buku novel nya yg dia buat sendiri dan dia ingin membuat jalan good ending bagi diri sendiri sebagai villain di buku tersebut
Tania Janesya Hasan 9A 26 Laki laki ini kehilangan ayahnya yang adalah penyicip handal masakan ibunya. Ia merasa tidak mewarisi kemampuan ayahnya itu, bahkan ia tidak bisa membedakan sayur nangka yang sudah hampir basi dengan yang belum. Dia sedikit lega saat menikah dengan istrinya yang juga suka memasak tetapi lega itu hanya sebentar. Karena ibu dan istrinya memiliki cara yang berbeda dalam memasak. Ibu nya lebih memilih menggunakan tanaman yang ia tanam sedangkan istrinya lebih memilih bumbu yang instan. Laki laki ini bingung dan takut saat disuru untuk memilih mana masakan yang lebih enak, tetapi suatu hari tanaman ibu nya hilang dan ternyata ibunya mengalah karena ada kedatangan anggota baru.
Alika Aulia Rahmadhania 9B 2 Tentang seorang ibu yang sangat pandai dan gemar memasak
Asha Kinytya Mohamad 9B 4 Kemangi adalah bumbu yg sering digunakan pada bubur, pepes, dll. Kemangi memiliki daya tahan 2 hari luar kulkas. Kemangi dapat membantu melindungi dari berbagai jenis kanker. Juga menurunkan resiko hilang memori
Farrel Ragah Baginda 9B 9 Ibu dan istri karakter utama sempat berbeda pendapat tentang bumbu siap saji dan bumbu alami sehingga mereka meminta karakter utama untuk mencicipinya, karena karakter utama tidak memiliki indra pengecap yang bagus jadi ibu dan istrinya tidak berselisih.Saat dipikir sudah reda ternyata ibunya membuang semua baham alami yang ditanamnya dan memakai bumbu siap saji.
Keyshia Ayudhya Susanto 9B 12 Bumbu dapur
Khansa Raniya Djajasasmita 9B 13 Ada seorang ibu yang senang memasak dengan bumbu-bumbu yang ditanam sendiri. Masakan tersebut selalu dicicipi oleh suaminya. Suaminya selalu memberi tahu apa yang kurang dengan masakannya. Tetapi setelah suaminya meninggal, tidak ada lagi yang memberi tahu apa yang kurang dari masakannya. Anaknya tidak bisa mencicipi seperti ayahnya, bahkan dia tidak tahu kalau sayur nangka yang dimakan itu hampir basi. Suatu hari, ia menikahi seorang perempuan. Ia berharap bahwa istrinya bisa menemani ibunya memasak dengan cara yang sama. Tetapi istrinya sangat berbeda dengan ibunya. Ibunya selalu memasak dengan bumbu-bumbu yang ditanam sendiri, sedangkan istrinya selalu memasak memakai bumbu yang sudah jadi. Suatu hari anak ibu tersebut disuruh untuk mencicipi masakan ibunya dan istrinya. Mereka bertanya masakan siapa yang lebih enak. Karena ia takut istri dan bunya bertengkar, ia hanya bilang bahwa ia bahkan tidak bisa merasakan bahwa sayur nangka yang pernah dimakan itu hampir basi. Suatu hari ibunya pergi ke halaman rumahnya. Anak ibu tersebut diminta tolong istrinya untuk mengambil daun bawang. Pas sampai di halaman rumahnya, ia tidak melihat semua bumbu-bumbu masakan yang ditanam oleh ibunya. Lalu ia kembali lagi ke dalam rumahnya. Tidak lama kemudian, ibunya datang. Anaknya bertanya kepada ibunya kenapa di halaman rumahnya tidak ada bumbu-bumbu yang ibunya tanam. Ibunya memberi tahu bahwa bumbu-bumbu yang ditanam sudah tidak ada, dan diganti dengan bibit bunga. Ibunya juga membelikan bumbu yang sudah jadi untuk masakan makan siang. Akhirnya mereka tidak saling berdebat lagi tentang masakan.
Khansa Shaula Rigel 9B 14 novel antares menceritakan tentang seorang ketua geng motor yang ditakuti karena sifat dan aura kepemimpinannya, laki-laki tersebut bernama Antares Sebastian Aldevaro. Juga tentang seorang perempuan bernama Zeanne Queensha Bratadikara, anak pindahan yang penuh dengan rahasia. Pertemuan mereka juga tidak diharapkan kedua pihak, namun ada satu kejadian yang mengharuskan Zea berurusan dengan Antares. Dimulai dari Zea yang tidak sengaja melempar bola kekepala Antares, dan pertemuan-pertemuan lainnya. Tanpa disangka pertemuan-pertemuan tersebut membuat Antares tertarik pada Zea, dan akhirnya mereka memiliki hubungan. Hingga pada suatu hari salah satu rahasia Zea terbongkar oleh geng motor Antres (calderioz). Zea ternyata adalah seorang adik dari ketua geng motor wolf yang sedang koma pada saat itu, sekaligus Zea adalah ketua anggota penyerangan geng wolf. Singkat cerita anggota geng motor calderioz dan wolf memiliki musuh yang sama, yaitu dengan anggota geng wolf yang berkhianat. Hingga pada akhirnya mereka bersatu untuk melawan “wolf”.
Rangga Dinnar Tirta Putra 9B 19 Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dandiolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di
halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari
bumbu yang paling segar. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.

Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak.”Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,” pikirku. Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Salah satu hal yangbaru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi ataubahkan bumbu instan.Dan terjadilah. Saat keduanya memasak bersama, ibuku tak bisa tidak berseloroh, ”Kok pakai lada kemasan?” Di saat yang lain akan terdengar, ”Kau beli bumbu jadi?” Istriku hanya diam. Apalagi aku.Secara diam-diam, aku berharap keduanya bisa bernegosiasi dan menemukan jalan tengah. Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu.

Hari yang kupikir sebagai puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Makanan tersebut akan dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil masakan siapa. Aku memprotes. Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti itu.Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin. Keringat semakin bercucuran saat keduanya secara bersamaan bertanya, ”Bagaimana?”.Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa membedakan sayur nangka basi atau tidak?” Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang dingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut.Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya
mulai mengambil langkah yang lebih bijak.

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menumakan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang.”Ambil kantong plastik di teras depan. Di dalamnya ada bumbu siap pakai. Sudah ibu beli beberapa bungkus tadi untuk stok,” ujarnya sambil tersenyum. Mendengar itu, aku semakin bingung.
”Cepatlah! Sebentar lagi waktu makan tiba. Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang
memasak sajian siang ini.”
”Tapi tanaman ibu?” aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah,
bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.

Regita Juliana R. 9B 21 Ibu dari Clarissa ternyata ditemukan didaftar korban yang ada di berita Angin Topan di Dallas. Ia sangat sedih dengan berita itu dan terus terusan menangis.
Regita Juliana R. 9B 21 Ibu dari Clarissa ternyata ditemukan didaftar korban yang ada di berita Angin Topan di Dallas. Ia sangat sedih dengan berita itu dan terus terusan menangis.
Regita Juliana R. 9B 21 setelah kehilangan ayah, ibu menjadi muram dan kehilangan bakat memasaknya. setelah anaknya menikah dia dan istrinya mencoba untuk mengganti halaman rumah dengan bunga agar lebih berwarna. namun tidak segampang itu, sedikit berselisih dengan ibu. Sampai akhirnya ibu mengiyakan permintaan mereka. Menanam bunga dihalaman depan rumah
Rizqiqa Nurzahra K 9B 22 Dalam cerita tersebut diceritakan ketika seorang ibu yang gemar memasak ayah yang menjadi juru cicip andal tetapi ayah meninggal dunia lalu sang ibu tidak memiliki juru cicip yang andal lagi. Bahkan anak pun bukan lah seorang juru cicip yang handal, suatu hari di kantor sang anak sedang makan siang. Ia tidak mengetahui bahwa makanan yang sedang ia makan ternyata hampir basi. Karena anak tak tau ia tetap memakan nya hingga habis. Sang anak memiliki istri yang juga gemar memasak. Ibu dan istri nya sama sama gemar memasak tetapi kedua nya memiliki perbedaan. Sang ibu lebih suka memasak dengan bumbu bumbu yang di tanam oleh nya sendiri di halaman rumah nya. Sedangkan istri nya lebih senang memasak dengan bumbu jadi/instan. Di halaman rumah itu awalnya yang ditanam hanya bumbu-bumbu dapur. Tetapi ibu kini mulai menanam bunga agar terlihat lebih meriah katanya.
Sofia Alma Subrata 9B 24 Seorang Ibu memiliki kemampuan masak yang sangat bagus. Namun anaknya tidak memiliki kemampuan mengecap rasa yang baik. Lalu saat anaknya menikah dengan perempuan yang juga jago memasak,terjadi konflik tentang cara memasak dengan bumbu tradisional atau bumbu jadi. Lalu ternyata sang istri lebih menyukai berkebun. Lalu diakhir sang ibu menerima perubahan. Dia membiarkan sang istri berkebun di taman belakang,dan juga mulai memasak dengan bumbu jadi
Abiel Dzaki Ibrahim 9BBIL1 1 John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, pertama memperkenalkan coca coladd pada tanggal 8 Mei 1886, Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola
Abiel Dzaki Ibrahim 9BBIL1 1 ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. ibu suka menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang suka ibu pakai.
Cabai, jahe, serai, bawang merah, kunyit, dan lain lain. Bagi ibu, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih enak atau menendang.
Atinna Amarwatasita 9BBIL1 5 Terry dan Andy pergi ke Ms. Know-it-all dimana ia menanya tentang apa yang akan terjadi di dalam buku tersebut dan mereka pun diberikan jawaban ‘pengasuh’. Beberapa menit kemudian Mr. Big Nose menelepon mereka untuk mengasuh.
daffa faza rosada 9BBIL1 8 komi sulit berkomunasi: gadis yang mampu membuat orang kagum sulit berkomunikasi dengan orang lain.
daffa faza rosada 9BBIL1 8 Ayah tidak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Halaman rumah kami tampak aneh. ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga, tetapi ibu menanam bumbu dapur. Jika tidak ada bumbu yang diperlukan maka ibu pergi ke pasar untuk mencari bumbu.
Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Karena istriku memilih bumbu instan dan ingin halaman yang penuh bunga. Akhirnya mereka berdua
Haidar Fatih Muzhaffar 9BBIL1 13 Cerita tersebut berawal dengan seorang anak yang menceritakan tentang keadaan rumah ibunya yang memiliki halaman penuh dengan sayuran dan tanaman bumbu, tetapi tidak ada bunga. Hal ini karena ibunya sering memasak dan ingin memasak dengan bahan-bahan yang paling fresh agar makanannya terasa lebih enak. Karena suaminya sudah tidak ada, maka ibunya selalu meminta pendapat anaknya atas rasa makanan yang telah dimasaknya. Kita kemudian mengetahui bahwa anaknya memiliki kemampuan merasa yang kurang. Anak tersebut membawa istrinya ke rumah ibunya dan mereka berselisih tentang rasa bumbu siap saji atau bumbu alami, keduanya membuat sup ayam dan meminta anaknya untuk merasakannya. Karena ia kurang bisa membedakan rasa makanan, maka perselisihan mereka berhenti, dan sekarang istrinya ingin menanam bunga di halaman ibunya. Awalnya, ibunya tidak setuju atau tidak mendengarkan, tetapi pada saat anaknya keluar untuk mengambil daun bawang, Ia menemukan bahwa semua tanamannya tidak ada. Ia bertanya kepada ibunya tentang ini, dan ibunya mengatakan bahwa semua tanamannya diganti dengan bunga karena istrinya akan pindah.
Keisya Putri Rachmagita 9BBIL1 14 Cerita ini menceritakan kisah seorang lelaki yang sedang berada di tengah konflik antara ibunya dan istrinya. Dimana ibunya yang menyukai bumbu-bumbu yang ia petik dari kebunnya sendiri, sedangkan istrinya lebih menyukai bumbu cepat saji. Setelah berapa lama ibunya dan istrinya berkelahi tentang bumbu yang dipilih akhirnya mereka setuju untuk mengganti kebun bumbu menjadi kebun bunga yang lebih “meriah” dan mulai menggunakan bumbu yang sudah jadi karena seperti sebutan karakter utama bumbu tersebut sebenarnya tidak ada bedanya
Kennis Soleil Sarumpaet 9BBIL1 15 frank, joe, dan nancy menyelesaikan kasus tentang kakak dan beradik yang hampir dibunuh oleh kakak paling tuanya yang dikira mati
Kennis Soleil Sarumpaet 9BBIL1 15 seorang ibu kehilangan suaminya dan juga kehilangan juru cicip paling handalnya sehingga ibu tersebut tidak bisa membedakan apa yang basi dan segar. Anaknya menikah dan istri anak ibu tersebut lebih ingin menggunakan bumbu saset sehingga mereka berargumen tentang yang mana yang lebih baik. Istri anak tersebut ingin membuat halaman belakang agar penuh dengan bunga yang indah sedangkan ibu tersebut ingin halaman belakang penuh dengan bumbu-bumbu masakan. Pada akhirnya ibu tersebut menyingkirkan semua tanamannya agar istri anaknya bisa menanam bunga bunganya.
Narendra Adhipramana Prasetyo 9BBIL1 22 bahan bacaan ini menceritakan perdebatan antar istri dan ibunya suami dalam menggunakan bahan dalam makanan dan tamanan dirumahnya. mereka pun berubah disebabkan oleh pendapat suami
Nawla Marva Sufaira 9BBIL1 23 WIll Laurence adalah kapten Angkatan Laut Inggris, ia dan pasukannya menemukan kapal Prancis yang berisi sebutir telur emas di dalamnya. Telur emas itu menetas, lalu seekor naga hitam kecil muncul. Naga itu memilih Laurence sebagai penunggangnya.
Ryuchi Naiya Kamil Rosadi 9BBIL1 24 Ibunya tokoh utama termasuk ibu yang gemar memasak, tetapi ia memiliki prinsip yang tidak bisa tergoyahkan — setiap bumbu harus sesegar mungkin, seringkali bahkan berasal dari halaman rumah sendiri. Ibunya pikir bahwa bumbu segar tersebut akan membuat rasa masakannya lebih nendang. Ayah tokoh utama merupakan pencicip yang paling andal di rumahnya, tetapi setelah ia wafat, ibu hanya memiliki anaknya sebagai pencicip. Tokoh utama memiliki rasa pengecap yang sangat buruk, bahkan saat sekolah ia pernah memakan sayur nangka dengan lahap padahal sudah hampir basi, dan ia tidak menyadarinya. Saat ia menikah, ia memiliki istri yang sama-sama gemar memasak, tetapi hampir selalu menggunakan bumbu siap pakai atau instan. Kedua pola pikir tersebut bertikai saat mereka memasak bersama, dan perang tersebut akhirnya memuncak pada saat mereka membuat satu hidangan yang sama, hanya dengan bumbu yang berbeda. Tokoh utamalah yang menjadi jurinya. Tetapi, ia menolak mencicipi makanan tersebut, beralasan bahwa menyuruh orang yang tidak bisa membedakan sayur nangka yang basi dengan yang layak makan bukan ide yang bagus. Setelah itu, perang mereka terlihat telah memudar, dan istri tokoh utama bahkan terlihat memakai bumbu-bumbu tanaman lebih sering dan ikut merawat tanaman saat bisa. Pada suatu hari, ia sedang memasak saat ia meminta suaminya mengambil daun bawang — tetapi, daun bawang tersebut tidak ada lagi, tanamannya hilang. Ternyata, ibunya telah mengeluarkannya untuk diganti dengan bunga-bunga. Istri tokoh utama memang selalu ingin halaman tersebut ditanami bunga agar lebih indah, tetapi ibu hanya merestui hal tersebut saat akan ada anggota baru di keluarga (anak tokoh utama).
Shafira Alina Kinasih 9BBIL1 25 Setelah ayah sang penulis tak ada, ibunya kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibunya enak, ayahnya tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Namun sang penulis sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.

Ibu sang penulis biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Bagi ibunya, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’.

Ibunya maupun istrinya rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Istrinya lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. Menurut istrinya lebih praktis, juga menghemat waktu dan tenaga. Waktu dan tenaga itu bisa digunakan untuk memasak yang lain atau merawat bunga.

Dan terjadilah perselisihan antara ibu sang penulis dan istrinya. Ibu dan istrinya memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Makanan tersebut dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil masakan siapa. Dan sang penulis diminta untuk menentukan sup ayam yang lebih lezat. Tapi saat ibu dan istrinya sadar sang penulis memiliki indera cecap yang buruk, tak ada lagi ’perang dingin’.

Suatu hari, istri sang penulis meminta untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Namun, tanaman-tanaman tersebut tak ada lagi di teras belakang. Tenyata, ibu sang penulis ganti dengan bibit bunga untuk menantunya.

Tasya Salsabila 9BBIL1 27 Konflik utama cerita tersebut protagonis dari cerita tersebut memiliki ibu yang memasak menggunakan bahan alami dan istrinya yang memasak dengan bahan instan. Konflik tersebut terselesaikan setelah mereka menyadari bahwa tidak ada perbedaan besar menggunakan kedua jenis bahan, yang mengakibatkan mereka akhirnya dapat menanam bunga dikebunnya dan menyelesaikan konflik utama.
Alisha Sukma Widyadhana Putri 9BIL2 2 Ibu yang awalnya hanya menanam bumbu di halaman rumah dan meyakini bahwa masakan dengan bumbu asli lebih enak berubah setelah berdebat dengan istri yang memegang teguh bahwa bumbu jadi lebih mudah dan menghemat waktu. Setelah perang dingin antar ibu dan istri mereda, makanan di rumah menjadi lebih terasa enak. Ibu juga mencabut semua tanaman bumbunya dan menanam benih bunga dengan alasan akan kedatangan anggota baru.
Aria Oktora Cahya Ramadhan 9BIL2 5 Berkisah tentang murid yang tidak suka untuk sering menggunakan energi/hemat energi.Memiliki motto ,”Kalau tidak butuh dikerjakan,lebih baik tidak dikerjakan.Kalau harus dikerjakan,sebisanya saja.”
Tapi,hal itu berubah ketika dia terpaksa bergabung dengan klub Sastra Klasik agar klub peninggalan kakaknya tidak dibubarkan.Di sana lalu ia bertemu dengan seorang gadis yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat luas.Dikarenakan oleh gadis itu dia terpaksa untuk memecahkan misteri yang ada di sekitar mereka.
Azalya Kayla Putri Purwanto 9BIL2 6 Alin mengetahui siapa penggemmar rahasiannya
Casaluna de Luzia 9BIL2 7 Seorang Ibu yang sangat memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia pun menanam sendiri berbagai macam bumbu di halaman rumahnya, katanya jika memasak dari hasil panen sendiri rasanya akan lebih enak. Sayangnya, setelah ayah tidak ada, kami kehilangan juru cicip yang paling andal. Sang ayah pun tidak akan segan-segan untuk berkomentar “Ini terlalu asin.”

Lalu, aku pun menikah dengan seseorang yang kupikir pintar masak seperti Ibu. Ternyata ia lebih suka memasak dengan bumbu instan. Suatu hari, Ibu dan istriku memasak masakan yang sama dan menyuruhku untuk mencicipinya. Tapi, aku menolak karena dahulu aku tidak bisa membedakan sayur nangka basi dengan yang belum. Setelah itu, Ibu pun mencabuti semua tanaman bumbu tersebut dan menggantikannya dengan bunga, ia berkata bahwa kita akan kedatangan anggota baru.

Farah Amelia Sukma 9BIL2 9 Ibu dari sang penulis selalu memasak dengan bumbu-bumbu yang ditanamnya sendiri. Sedangkan ayah dari penulis memiliki indra perasa yang sangat tajam, bahkan bisa membedakan rempah-rempah dari warung dan yang ditanam di halaman rumah mereka. Berbeda dengan anaknya yang bahkan tidak bisa membedakan daun sayur nangka yang segar dan basi. Semenjak ayah dari penulis meninggal, mereka kehilangan juru cicip yang paling andal. Setelah sang penulis menikah, istri penulis ternyata lebih memilih bumbu instan, bertolak belakang dengan ibu. Karenanya, terjadi konflik antara istri dan ibu sang penulis. Mereka beradu memasak masakan yang paling enak, namun sang penulis memiliki indra perasa yang sangat buruk dan konflik selesai, istrinya juga mulai memasak menggunakan bumbu yang ditanam. Istri dari penulis juga sangat suka dan ingin menanam bunga. Suatu hari, ibu pergi berkebun, namun untuk memindahkan tanaman bumbu dan menggantinya dengan bibit bunga, karena mereka akan kedatangan anggota keluarga baru.
Fathia Rahma Kirana 9BIL2 11 Tentang tanaman bumbu bumbu yg mereka tanam untuk memudahkan memiliki bumbu makanan
Kazio Raban Brano I. 9BIL2 14 Seseorang yang ayahnya telah tiada. Ayahnya adalah juru cicip sang Ibu. Ibunya sendiri memiliki banyak tanaman yang nantinya dipetik untuk dijadikan bahan makanan. Sang tokoh utama sendiri akhirnya menikah dengan perempuan yang jago masak.
Keelia Nafira Ramadhira 9BIL2 15 Tokoh merupakan seorang single mother, hampir menikah dengan kekasihnya namun ternyata kekasihnya memiliki penyakit HIV. Akan tetapi, anaknya yang bernama manami sudah tiada.
Muhammad Kaisar Raya 9BIL2 18 perempuan bernama kurokiya menyukai lelaki yang pendiam
Raihan Faiq Rafi 9BIL2 21 seorang ayah biasanya mencicipi masakan sang ibu, namun saat ayah meninggal, tidak ada lagi yang mencicipi masakan ibu. ia lebih suka memasak bahan makanan yang di tanam sendiri di rumah. dan saat sang anak menikah, istri dari anak itu suka memasak bersama dengan ibu
Rama Daniswara 9BIL2 22 Usia ketika Trisolaran mempersiapkan Bumi untuk pemukiman Trisolaran. Dalam setahun, hampir semua umat manusia dipaksa ke Australia di bawah ancaman serangan Droplet, di mana Trisolaran berencana untuk mengurangi jumlah mereka secara drastis melalui kelaparan. Cheng Xin dan Ai AA hidup di bawah perlindungan Fraisse, seorang pemimpin aborigin Australia, dan Sophon, yang masih menghormati mereka, dan dengan demikian tidak menderita kekurangan materi dari pengungsi manusia lainnya. Sementara itu, Tetesan tiba-tiba menjadi tidak berdaya dan nyaris kehilangan Ruang Biru dan Gravitasi, meluncur tanpa bahaya ke luar angkasa. Anggota kru Blue Space menjelaskan bahwa mereka telah menemukan tambalan ruang 4 dimensi yang dapat dimasuki makhluk 3 dimensi, yang melaluinya mereka memanipulasi Tetesan, dengan menghancurkan kekuatan interaksi kuat yang menyatukan mereka. Mereka menemukan sepetak besar ruang 4 dimensi dan mampu berkomunikasi dengan AI di atas kapal 4 dimensi yang ditinggalkan di ruang ini. Kapal itu menggambarkan dirinya sebagai makam ras empat dimensi yang sekarang sudah punah.
Tiara Madina Arisetio 9BIL2 26 Semenjak ayah tak ada, ibu menjadi kehilangan orang yang sering mencicipi masakannya. Istri sang anak pun sangat bertolak belakang dalam memasak. Sang anak pun mengharapkan bahwa mereka mencari jalan keluar. Tapi pada akhirnya mereka menemukan jalan keluar.
Annisa Zahra Hanifah 9C 2 Sophie dan Agatha sudah kembali ke sekolah kebaikan dan kejahatan karena permohonan Agatha. Namun sekokah tersebut menjadi berbeda, Sophie yang merubahnya. Sekolah tersebut kini menjadi Sekolah perempuan dan laki laki, selain itu perempuan dan laki laki kini bermusuhan. Karena itu akhirnya anak laki laki berencana membunuh Sophie dan Agatha harus melindungi sahabatnya
Aryangga Fadillah Arham 9C 3 Ibu dari si pencerita merupakan orang yang suka memasak menggunakan bumbu yang ia tanam sendiri, sedangkan istri sang pencerita merupakan orang yang suka memasak menggunakan bumbu bumbu instan. Hal tersebut membuat keduanya sering berseteru saat memasak. Pada suatu hari, ibu dan istri si pencerita menyuruh nya untuk mencicipi sup ayam yang dibuat keduanya. Saat itu si pencerita berkata kepada mereka bahwa apakah mereka benar benar ingin mendapat penilaian rasa dari orang yang tidak bisa membedakan rasa, Lalu setelah itu mereka berdua berdamai. Sang istri mulai menggunakan bumbu yang ditanam sendiri dan sang ibu mulai menggunakan bumbu bumbu instan.
carla sarah suryono 9C 5 tentang sebuah keluarga
Diandra Aria Yufana 9C 7 Anak dari ibu yang suka memasak menggunakan bumbu yang ditanam sendiri menikahi seorang perempuan yang suka memasak dengan bumbu instan.
Khaira Naurisha Bestari 9C 9 Alex menulis sebuah recording kepada makhluk” yg diluar bumi
Khaira Naurisha Bestari 9C 9 Tentang masakan ibu
M Zaky Defrian 9C 11 Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di
Halaman Rumah
bumbu masak biasa jarang di abaikan padahal banyak kandungannya
Najla Haifa Z.K 9C 15 Ada seorang ibu yang terobsesi dengan rasa makanan yang ia masak, semenjak suaminya meninggal ia jadi tidak mendapatkan komentar, saran, atau kritikan untuk makanannya. Anaknya juga memiliki indra pengecap yang tidak sebagus ayahnya. Dia tidak bisa membedakan makanan lezat ataupun tidak. Ibunya selalu menanam sayuran dan dan-daunan untuk keperluan bahan masakannya, karena dia ingin bahan makannannya fresh. Jika ia harus memakai sayuran atau bahan makanan yang tidak terdapat dirumahnya, ia akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mendapatkan bahan makanan yang segar.

Jalan terus berlanjut dan pada akhirnya anaknya pun menikah dengan seorang wanita yang kebetulan suka memasak. Maka dari itu anaknya berpikir bahwa semua masalah akan selesai karena ibu dan istrinya akan sangat akur karena sama sama menyukai masak. Namun ternyata dugaannya salah, istrinya dan ibunya sangat berbeda. Ibunya selalu memakai bahan atau bumbu alami sedangkan istrinya selalu memakai bumbu jadi atau instan. Pada suatu saat mereka memasak menu yang sama dengan cara mereka sendiri, dan anaknya yang diminta untuk menilai yang mana yang lebih enak.

Namun si anak dengan komentar yang tidak bisa membedakan makanan enak atau engga membuat mereka sadar dan akur. Setelah kejadian itu istrinya ingin sekali menanam bunga di halamannya, istrinya juga sedang hamil. Maka dari itu anaknya ingin bilang ke ibunya bahwa istinya ingin menanam bunga di halaman rumahnya. Sampai pada saat anaknya gagal memberitahu ibunya, namun tiba-tiba halaman rumahnya kosong dan si ibu datang sambil tersenyum dan mengatakan bahwa dia mengubah semua tanamannya dengan bibit bunga.

Natasya Adelia 9C 16 Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Cabai, jahe, serai, bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain. Lama-kelamaan, tak lagi kudengar cerita keluhan ibu tentang istriku yang terlalu mudah mencari jalan pintas dalam memasak. “Karena itu, aku tak mau orang- orang sepertimu menghargai bunga yang telah ditanam dan dirawat sedemikian rupa hanya dengan beberapa lembar uang yang tak seberapa,» ujarnya. Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta untuk mengambil beberapa helai daun bawang.
Nayara Annaba Zalikha 9C 17 Webtoon ( Matahari 1/2 lingkar)
Saat itu, pada tahun 2004, Kayra sedang menggambar pada jam istirahat ke 2. Hingga tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri kayra dan berkata “Wah, gambarmu bagus!” ujar lelaki itu. Kayra yang dipuji seperti itu merasa malu . Laki-laki itu bertanya ” Aku Arka, kamu”. Kayra menjawab “Nama ku Kayra”. Satu hal yang paling kayra ingat dari Arka adalah senyumnya. Menurut Kayra, Arka memiliki senyum yang menyenangkan, ramah dan hangat. Bagi Kayra, Arka seperti matahari baginya.
RAFINDRA BHIMA 9C 19 Ibuku adalah orang yang handal memasak karena papaku sering mengkritik masakan ibuku. Tapi semenjak papaku tiada, aku yang tidak bisa membedakan sayuran yang sudah basi atau tidak ini-lah yang harus memberikan masukan kepada masakan Ibu. Ibu masak dengan cara yang unik, ibu menanam sendiri semua bumbu rempah-rempah dibelakang rumah. Istriku juga sering memasak, tapi Istriku memasak dengan bumbu yang sudah jadi yang Istriku beli di supermarket. Perbedaan cara masak ini membuat Ibuku sering mencoba menyaingi Istriku dalam memasak dan membuat aku yang menilai. Tapi semenjak Istriku mulai hamil, Ibuku mulai membeli rempah-rempah siap saji yang biasa Istriku beli di supermarket dan mengganti semua rempah-rempah dibelakang rumah dengan bunga-bunga indah untuk menyambut kedatangan cucu pertamanya.
RAFINDRA BHIMA 9C 19 Ibuku adalah orang yang handal memasak karena papaku sering mengkritik masakan ibuku. Tapi semenjak papaku tiada, aku yang tidak bisa membedakan sayuran yang sudah basi atau tidak ini-lah yang harus memberikan masukan kepada masakan Ibu. Ibu masak dengan cara yang unik, ibu menanam sendiri semua bumbu rempah-rempah dibelakang rumah. Istriku juga sering memasak, tapi Istriku memasak dengan bumbu yang sudah jadi yang Istriku beli di supermarket. Perbedaan cara masak ini membuat Ibuku sering mencoba menyaingi Istriku dalam memasak dan membuat aku yang menilai. Tapi semenjak Istriku mulai hamil, Ibuku mulai membeli rempah-rempah siap saji yang biasa Istriku beli di supermarket dan mengganti semua rempah-rempah dibelakang rumah dengan bunga-bunga indah untuk menyambut kedatangan cucu pertamanya.
Raja Ram Edo Tarigan 9C 20 Anak dari ibu yang suka memasak menggunakan bumbu yang ditanam sendiri.lalu menikah dengan seorang perempuan yang suka memasak dengan bumbu instan.Ibunyapun bertengkar dengan istrinya dikarenakan sang istri yang memasak dengan menggunakan bumbu instan.tetapi pada akhirnya mereka dapat berdamai
Rhayyhan budhi pramadhi 9C 21 Anak dari ibu yang suka memasak menggunakan bumbu yang ditanam sendiri menikahi seorang perempuan yang suka memasak dengan bumbu instan
Saskia Nabila Suparjan 9C 23 Ayah yang sanagt pandai dalam mencicipi rasa masakan, dan ‘Aku’ yang tidak bisa membedakan mana sayur nangka basi atau tidak.
Rhean Darma 9C 23 Cara memasak yang berbeda dan kemampuan mencicipi yang berbeda dari tiap orang
Sheika Zafira 9C 24 Tentang seseorang yang memiliki ibu dan istri yang sangat bertolak belakang. Dimana Ibunya lebih suka memasak menggunakan tanaman2nya sebagai bumbu masakkan sementara istrinya lebih suka menggunakan bumbu langsung jadi atau bumbu instan.
Sheika Zafira 9C 24 Tentang seseorang yang memiliki ibu dan istri yang sangat bertolak belakang. Dimana Ibunya lebih suka memasak menggunakan tanaman2nya sebagai bumbu masakkan sementara istrinya lebih suka menggunakan bumbu langsung jadi atau bumbu instan.
Verrell Vajendra Vinandaputra 9C 26 Anak dari ibu yang suka memasak dengan bumbu yang ditanam sendiri dan menikahi seorang gadis yang suka memasak dengan bumbu instan
Aisah Nadira P 9D 1 Lail pun menumpang tinggal di rumah Esok karena orang tua Lail sudah tiada.
alya azzahra 9D 6 ada suatu keluarga yang sang ibu sangat menyukai masak, sampai sampai bahan dan bumbunya ia tanam sendiri, katanya lebih enak ditanam sendiru daripada membeli bumbu bumbu didagangan, suatu saat sang anak menikah dengan istrinya, istrinya pun suka memasak akan tetapi ia lebih suka dengan menggunakan bumbu instan, suatu hari sang ibu dan istrinya berselisih dengan makanan yg mereka buat, mereka sama sama yakin jika makanan yg mereka buat lebih enak, lalu si anak disuruh untuk memilih diantara mereka siapa yg makanannya lebih enak, si anak takut dan memilih jalan tengah dengan berkata jika ia juga tidak bisa membedakan sayur nangka yg basi dan tidak. setelahnya mereka sadar
Ardelia Shafina 9D 7 Rumahku ini sering dilihat aneh orang-orang karena ayah dan ibuku sangat gemar menanam bahan makanan seperti rempah-rempah di halaman rumahnya. Tetapi, setelah ayah telah tiada ibu kehilangan juru cicip paling andal. Saat masakan buatan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Sementara aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Bahkan pada suatu saat itu aku memakan lahap sayur nangka yang ternyata hampir basi. Aku sempat merasa senang karena telah memiliki istri yang gemar memasak seperti ibu namun sepertinya mereka berada pada ‘aliran yang berbeda. Disaat ibu senang membuat makanan dari bumbu/ rempah asli, istriku lebih senang menggunakan bumbu instan yang katanya lebih bisa menghemat waktu dan tenaga. Karena perbedaan itulah yang membuat ibu dan istriku seakan-akan melakukan perang dingin. Tetapi ada persamaan juga yang mereka miliki, yaitu mereka sama-sama menyukai bunga. Mereka bahkan melalukan ‘perlombaan masak’ dan menjadikanku sebagai jurinya, aku merasa sangat aneh karena indra pencicipku tidak setajam itu. Saat aku mencoba makanan mereka, aku merasa kedua makanan ini sama-sama enak dan bingung utnuk menilainya. Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar dan berkata, ”Apa kalian benar-benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisamembedakan sayur nangka basi atau tidak?”. Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perangdingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.Untuk pada akhirnya ibu juga mulai tertarik untuk menanam bibit bunga di halaman rumah dengan alasan untuk memeriahkan keadaan rumah dan beralih memasak makanan menggunakan bumbu instan. Aku merasa sangat senang akan keharmonisan antara ibu dan istriku yang kini memiliki prinsip yang sama.
Azizulfi Hadi Setiawan 9D 8 Ada ibu dan anak yang ditinggal oleh ayahnya
Azkia Chaerunnisa 9D 9 Bacaan/teks tersebut menceritakan tentang tokoh utama yang memiliki ibu yang pandai memasak dan ayah nya yang bisa disebut juru cicip paling andal. Sayang sekali, ayah sang tokoh utama sudah tidak ada dan ibu kehilangan juru cicip andalannya.

Waktu berlalu dan sang tokoh utama sering diejek/dihina karena ia memiliki kekurangan dalam mencicipi makanan, padahal ibu nya merupakan orang yang sangat pandai memasak. Kemudian, tokoh utama dalam cerita menikahi seorang wanita yang juga pintar dalam memasak.

Sayangnya, sering terjadi perang dingin antara istri dan ibu nya hanya karena perihal bumbu masak. Bahkan mereka sampai menyuruh tokoh utama mencicipi masakan masing-masing untuk menunjukkan masakan siapa yang paling lezat, padahal sang tokoh utama kesulitan dalam mencicipi makanan.

Oleh karena Itu, ia memberanikan diri untuk menjelaskan hal tersebut kepada ibu dan istri nya, lalu semenjak itulah ibu dan istrinya jarang bertengkar soal bumbu masak atau hal-hal yang berbau masakan. Lalu pada suatu hari, sang ibu memilih untuk menanam bibit bunga agar rumah terlihat lebih indah karena akan ada anggota keluarga yang baru, yaitu anak dari sang tokoh utama dan istrinya.

Bagas Anindito 9D 10 konflik antar generasi, anak dan ibu berkonflik tentang makanan
Dwiki putra nurcahyo 9D 12 kesedihan seorang ibu karena suaminya sudah tidak ada dan membuat anak dan ibunya bertengkar
Gde Sathya Dhanuaga 9D 13 Seorang pria memiliki ibu dan istri yang memiliki pendapat yang berbeda, namun dengan saling mengerti mereka bisa tetap akur.
I Gusti Bagus Reuben Kitaro S. 9D 14 setelah ayah sudah tidak ada, ibu tidak lagi memiliki juru cicip yang handal
kayla rahmadina 9D 15 ibu sangat senang dengan menanam tanaman rempah rempah karena menurutnya jika ia memasak dengan rempah atau bumbu segar akan membuat rasa dari masakan itu lebih enak, sedangkan istri dari tokoh ini lebih senang memasak dengan bumbu instan dan lebih memilih untuk menanam bunga dibanding menanam bumbu, sehingga menyebabkan banyaknya argumen diantara mereka, akhirnya mereka mengerti satu sama lain dan memilih untuk saling bekerja sama dan tidak bertengkar lagi
kayla rahmadina 9D 15 ibu sangat senang dengan menanam tanaman rempah rempah karena menurutnya jika ia memasak dengan rempah atau bumbu segar akan membuat rasa dari masakan itu lebih enak, sedangkan istri dari tokoh ini lebih senang memasak dengan bumbu instan dan lebih memilih untuk menanam bunga dibanding menanam bumbu, sehingga menyebabkan banyaknya argumen diantara mereka, akhirnya mereka mengerti satu sama lain dan memilih untuk saling bekerja sama dan tidak bertengkar lagi
Nisrina Shafiyyah Haripuspita 9D 20 Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai.

Cabai, jahe, serai, bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat ia hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan, daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.

Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar, «Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen sendiri,» kata ibu selalu. Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, «Ini kurang banyak belimbing wuluh- nya.» Di kesempatan lain, ayah berujar, «Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai sepertinya sudah tidak segar. » Ia tak sempat ke pasar untuk beli lengkuas segar dan stok di halaman memang sedang habis.

Pernah kejadian, saat rapat di kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak dengan lahap.

Istriku kemudian meminta untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain. Kembali ke dapur, kuceritakan apa yang barusan kulihat. «Apa ibu mau menanam bumbu lain?» tanya istriku.

Ia justru membiarkan pertanyaanku mengambang sembari berjalan ke arah keran air untuk mencuci tangan. Aku mengernyitkan dahi sembari melirik pada istriku. Kami berdua tak berani bersuara sehingga ada keheningan untuk sesaat. « Di dalamnya ada bumbu siap pakai.

Sudah ibu beli beberapa bungkus tadi untuk stok,» ujarnya sambil tersenyum. « Ambil bumbu itu dan biarkan aku yang memasak sajian siang ini». «Tapi tanaman ibu?» aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. «Kali ini, ibu dan istriku yang saling soleh.

Rayza Ganindya Yunarsyah 9D 21 Tentang memasak masakan yang berasal dari halaman dari rumah dan kehilangan ayah yang memiliki juru cicip handal
Rameera Quisha Baby Adhinegara 9D 22 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan.
Rasya Putra Hanif Soewargana 9D 23 Di saat kita masi kecil kita merasa bahagia karena memiliki imajinasi yang tinggi dan jika kita beranjak dewarasa imajinasi itu berkurang sehingga kita menjadi lebih tidak senang.
Venaya Zalfaa Varisa 9D 25 halaman rumah yang tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan “ibu”. “Aku” sendiri tak pernah menanyakan kepada “ibu” mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi
masakannya. “ibu” dan “istriku” sering berargumen tentang bahan masakan dan halaman, “istriku” suka memakan bumbu instan atau beli, sedangkan “ibuku” lebih suka memakai tanaman yang di tanam olehnya sendiri. “istriku” mempunyai kelebihan untuk menyecap rasa seperti “ayahku” . kelebihan itu dipakai untuk mencoba masakan “Ibu”. Lama kelamaan seiring berjalannya waktu “ibuku” dan “istriku” sudah tidak lagi berargumen anehnya. “ibuku” sudah tidak lagi menanam tanaman, melainkan di taman halaman itu mulai tumbuh bunga bunga, dan “istriku” mulai mengandung akan ada anggota baru di keluarga tersebut
Wildan hakim Vilia 9D 26 filosofi teras
Adelyne Bellvakhanaka El Muhdi 9E 1
Ahmad Maulana Irsyad 9E 2 Cerita diawali dengan ibu yang suka memasak dan anak yang ditinggalkan oleh seorang ayah, dan ayah pun adalah juru cicip paling andal seorang ibu. Ibunya memiliki banyak tanaman untuk bahan makanan di rumahnya. Ketika anak sudah menikah, anaknya berharap bahwa sang istri dapat menggantikan peran ayah dari tokoh utama yaitu mencicip masakan ibu, tapi hal itu malah bertolak belakang karena istri dari tokoh utama lebih memilih memakai bumbu instan. Di satu hari Istri dan Ibu dari tokoh utama berlomba untuk membuat sup ayam paling enak. Tapi hal itu terhenti karena anaknya yang disuruh mencicipi mengatakan “Apa kalian benar-benar ingin
mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”. Mulai saat itu ibu dan istri dari tokoh utama menjadi damai. Ibu menghilangkan tanaman masaknya dan diganti dengan bunga karena istri dari tokoh utama sangat suka bunga ibu dari tokoh utama juga mengatakan ia menanam bunga agar rumahnya lebih meriah.
Akeesha Safira AM 9E 4 Sang ibu sangat menyukai bumbu yang dibuat manual sehingga ia pun memilih untuk menanam bumbu bumbu di halaman rumah nya,namun tiba tiba sang ibu memilih untuk menggantikan tanaman bumbu bumbu itu menjadi sebuah bunga dengan alasan agar membuat rumah itu menjadi lebih cerah karena di rumah tersebut akan kedatangan sebuah anggota baru yaitu anak nya anak sang ibu.
Ardisa kanani amanna 9E 5 keluarga tersebut memiliki halaman yang tampak aneh bagi sebgian orang, banyak tanaman tetapi tidak ada bunga yang tumbuh. tanaman tanaman tersebut merupakan bumbu masak dan sayu sayuran yang dirawat dan disiram dengan telaten oleh ibu. ibu senang memasak dengan bahan bahan segar dari halamannya. semenjak ayah sudah meninggal, ibu kehilangan juru cicip yang handal. yang bisa mengetahui bahwa suatu bahan ada yang kurang segar atau dibeli dari warung atau toko. suatu hari anak tersebut menemukan seorang istri yang pandai memasak juga, seperti ibunya. tetapi istrinya lebih suka menggunakan bumbu instand atau bahan bahan yang sudah siap dipakai.karena ibu dan istrinya sangat berbeda dalam memasak menggunakan bahan olahan dan tidak, mereka memilki sebuah argumen, akhirnya mereka memasak tanpa memberi tahu mana masakan nya mereka masing masing dan menyuruh suaminya yaitu anak dari ibu untuk mencicipi. tetapi anaknya ragu karena saat kecil dulu dia tidak bisa membedakan mana sayur yang segar dan susah basi. akhirnya mereka pun sadar dan besok harinya istrinya sedang mencari daun bawang dan menanyakannya ibu dimana tanaman tersebut tetapi ibu menjawab sudah tidak ada lagi dan menyuruh dia pake bumbu instan. ibu pun mulai menanam beberapa bunga agar halaman terlihat lebih meriah dan hangat untuk keluarga barunya,
Bunga Ayunda Putri Andini 9E 6 Nadine bertemu dengan sosok bernama Angkasa tetapi Nadine bingung mengapa Angkasa berbeda dengan masa lalu ia.
davina alyadilla 9E 7 Kamar mandi itu tampak normal. Ukurannya tidak terlalu lebar tapi panjang. Di dalamnya ada bathtub, kloset, dan shower. Air tampak mengalir dari shower memenuhi bathtub. Selain itu tidak ada apa-apa lagi di sana. Tapi, aku merasakan sesuatu. Bulu kudukku merinding.
Aku memutuskan untuk keluar dari kamar mandi itu. Saat membalikkan badan, ekor mataku melihat sesuatu terbaring di dalam bathtub. Itu… itu tampak seperti sesosok makhluk yang terbalut kain putih lusuh! Aku memberanikan diri untuk melihat ke arah bathtub tersebut karena penasaran. Saat pandanganku mengarah ke bathtub… ternyata tidak ada apa-apa, perasaanku lega sekali.
Deralgy Andika Putra 9E 8 Seorang anak yang berjuang untuk memenuhi biaya kuliahnya
Elvira Valeska 9E 9 abel dan amara bertemu dlm sebuah platform social media yaitu twitter.. mereka berdua adalah pejuang ptn dan sering belajar bersama melalui media zoom namun tdk disangka kedua nya mlh terjebak dlm hal perasaan
Fachri Rabinra Akbar 9E 10 Setelah ayah tidak ada, ibu mulai kehilangan juru cicipannya yang paling andal. Setelah beberapa tahun ayah tidak ada, istri dan ibu selalu terjadi konflik karena istri menggunakan bumbu instan dan ibu menggunakan bumbu buatan. Pada suatu hari istri ingin menanam bunga tetapi sang karakter utama harus menanyakan kepada ibunya terlebih dahulu. Setelah perang bumbu selesai, sang ibu pun rela membuang semua tumbuhan untuk digantikan dengan bunga.
Latisya Aurelly 9E 12 Harry Potter dan batu bertuah

Harry bertemu teman-teman baru di Hogwarts. Disana ia juga mulai belajar tentang dunia sihir. Di sana juga Harry menemukan sebuah batu misterius dan mencari tahu bersama kedua sahabatnya yaitu Ron dan Hermione.

Mahira Dithia Mashuri 9E 13 Ibu kehilangan juru cicip paling andal. Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu.
Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya
dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai.
Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit.
Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di
halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari
bumbu yang paling segar.
Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.”
Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, ”Ini kurang banyak belimbing wuluh￾nya.” Di kesempatan lain, ayah berujar, ”Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai
sepertinya sudah tidak segar. Stok di halaman sudah habis, ya?”
Dan ibu menjawab bahwa lengkuasnya memang dibeli di warung. Ia tak sempat ke
pasar untuk beli lengkuas segar dan stok di halaman memang sedang habis.
Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.
Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau
memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun
istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang
baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan.
Majid Krisxavier Medina 9E 14 Sherlock Holmes melanjutkan menginvestigasi perumahan Baskerville.
Medina Rahma Falisha Wibowo 9E 15 setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Ibu biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai. Di halaman yang memang dibuat lebih luas ketimbang banguna rumah
kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.
medina septiara hakim 9E 16 cerita Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di Halaman Rumah ini menceritakan tentang seorang ibu yang sangat menyukai memasak dengan bahan2 segar yang baru dipetik dari halaman rumahnya dan berkebun menanam bumbu masak sendiri sedangkan seorang istri yang lebih memilih memasak menggunakan bahan2 cepat saji juga lebih menyukai menanam bunga. awalnya karna keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang mereka kadang berdebat hanya karna bumbu masakan. intinya pada akhirnya mereka tidak memasalahkan tentang bumbu masakannya lagi.
Muhammad Dzakwan Farisi 9E 18 hikmah agama islam
Muhammad Hasyim Rasyid Asytari 9E 19 Setelah ayah meninggal, ibu kehilangan juru cicipan masakannya yang paling handal. Halaman di rumah adalah tempat ibu menanam bumbu-bumbu masakannya, halaman tersebut sangat dijaga oleh ibu. Namun suatu hari, istri dan ibu sedang ingin memasak bersama lalu megetahui bahwa istri lebih suka menggunakan bumbu yang sudah jadi. Akhirnya ibu pun saling bertentangan dengan istri. Istri menginginkan untuk menanam bunga di halaman ibu, jadi harus meminta izin kepada ibu. Ibu saat itu sedang tidak mau diganggu ketika berkebun. Namun suatu hari, ibu mencabut tanaman-tanaman di halamannya dan membelikan istri beberapa stok bumbu jadi. Ternyata ibu ingn mengganti bumbu-bumbu yang di halaman dengan bibit bunga. Akhirnya Istri dan ibupun tersenyum
muhammad zaidaan brilian 9E 20 Why people? Steve jobs
Ranya shaaziya B 9E 23 bercerita tentang ibu dan anak menantu yang saling perang dingin dikarenakan cara memasaknya berbeda. Si ibu yang biasa menanam rempah-rempah dan bumbu lain di halaman belakang dan si anak menantu yang memilih untuk memakai bumbu instan karena lebih praktis. sampai ada kompotensi untuk menentukan masakan siapa yang lebih baik, tapi si anak dari si ibu itu melerai mereka berdua. dan akhirnya si ibupun mau memakai bumbu instan dan tanaman-tanaman yang dibelakang rumah di tanam bunga-bunga, atas permintaan sang menantu
rayen raditya rachmadi 9E 24 kemarin andi ke sekolah
Seka Nabila 9E 25 Jenis Buku : Buku non-fiksi

Judul : Mari Berkebun Jamur

Indonesia, sebagian besar daerahnya memiliki iklim basah, sinar matahari rata-rata tidak kurang dari 6 jam setiap harinya, suhu udara di dataran rendah rata-rata maksimum 33oC dan menurun 0,57oC setiap 100 meter kearah dataran tinggi. Kelembapan udara (rH) rata-rata 83%

Dengan adanya iklim tersebut, hamper sepanjang tahun sebagian besar daerah Indonesia dapat ditanami berjenis-jenis tanaman bahan pangan. Tanaman berumur panjang dapat tumbuh dengan suburnya di pekarangan-pekarangan atau di kebun-kebun. Hutan-hutan tropis yang luas dan padat terbentuk. Tanaman pangan setiap tahunnya menghasilkan berjuta-juta ton sisa-sisa tanaman. Demikian pula hutan-hutan dan kebun-kebun menambah kekayaan bahan organis.

Dari sekian juta ton bahan organis tadi sebagian hilang lenyap terbakar oleh teriknya sinar matahari. Namun sebagian besar mengalami pelapukan yang akhirnya menjadi “humus” yang besar artinya bagi penyediaan air secara alamiah dalam tanah, dan peningkatan/pertahanan kesuburan tanah pertanian. Dengan adanya pelapukan tersebut, jelaslah bahwa bahan organis merupakan gudang pangan bagi jasad renik berbentuk bakteri dan cendawan.

Indonesia yang pada hakekatnya merupakan gudang jamur yang sangat besar berpotensinya, menunggu anak cucu dan cicitnya untuk menggali kekayaan jamur demi kesejahteraan nusa dan bangsanya. Bila pulau Taiwan yang luasnya tidak lebih dari 1/3 luas pulau Jawa dapat mengejar ketinggalannya dalam bidang usaha jamur dari Negara-negara Eropa dalam waktu yang relative singkat, mengapa Indonesia tidak.

Seka Nabila 9E 25 Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat ia
hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan.
daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat.
Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan
bersama ayam. Jadilah sup ayam favorit.
Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di
halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari
bumbu yang paling segar, ”Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen
sendiri,” kata ibu selalu.
Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan
ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu —bangunan paling
tinggi di kota kami serta bangunan tertinggi yang pernah dilihat ayah seumur hidupnya.
Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.”
Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, ”Ini kurang banyak belimbing wuluh-
nya.” Di kesempatan lain, ayah berujar, ”Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai
sepertinya sudah tidak segar. Stok di halaman sudah habis, ya?”
Dan ibu menjawab bahwa lengkuasnya memang dibeli di warung. Ia tak sempat ke
pasar untuk beli lengkuas segar dan stok di halaman memang sedang habis.
Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Pernah kejadian, saat rapat di
kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak
dengan lahap. Setelah aku bersendawa cukup keras, seorang teman iseng melihat sisa
makananku: tak ada.

Ia lalu terbahak sembari memberi tahu teman-teman yang lain. Di antara derai tawa
mereka, aku baru tahu bahwa sayur nangka dalam nasi kotak itu sudah ’hampir’ basi.
Begitulah kurang lebih kemampuanku dalam hal mencecap makanan.
Parahnya lagi, di sebuah kunjungan silaturahmi, teman-temanku itu berkesempatan
mencicipi masakan ibu. Salah seorang berkomentar, ”Sayang sekali masakan seperti ini
dinikmati oleh orang yang bahkan tidak bisa membedakan sayur nangka sudah basi
atau belum.”
Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak.
”Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,” pikirku.
Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau
memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun
istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang
baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan.
”Hanya karena punya uang, orang sering menganggap keindahan bisa dibeli begitu saja.
Izinkanlah aku menanam bunga di rumah ini dan kau akan mengerti yang kuucapkan.”
Aku belum bisa berjanji. Perlu izin ibu untuk itu. Tapi, setidaknya, yang dipinta istriku
tidak lagi terkait dengan masak-memasak. Apalagi, ia juga bercerita bahwa tamu
bulanannya sudah terlambat datang sekitar dua minggu. Hal itu lebih mendapatkan
perhatianku.
Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir
masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai
puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan
memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya
akan jadi jauh lebih lezat, sementara istriku juga tampak tak ragu bahwa rasa
masakannya tak akan jauh beda.
Makanan tersebut akan dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil
masakan siapa. Dan, seperti yang bisa diduga, aku diminta untuk menentukan sup ayam
yang lebih lezat.
Aku memprotes. Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti
itu. Tapi, dua mangkuk sup ayam tetap terhidang.

Seka Nabila 9E 25 ”Hanya karena punya uang, orang sering menganggap keindahan bisa dibeli begitu saja.
Izinkanlah aku menanam bunga di rumah ini dan kau akan mengerti yang kuucapkan.”
Aku belum bisa berjanji. Perlu izin ibu untuk itu. Tapi, setidaknya, yang dipinta istriku
tidak lagi terkait dengan masak-memasak. Apalagi, ia juga bercerita bahwa tamu
bulanannya sudah terlambat datang sekitar dua minggu. Hal itu lebih mendapatkan
perhatianku.
Karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, kupikir
masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. Hari yang kupikir sebagai
puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istriku akan
memasak menu yang sama dengan cara sendiri-sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya
akan jadi jauh lebih lezat, sementara istriku juga tampak tak ragu bahwa rasa
masakannya tak akan jauh beda.
Makanan tersebut akan dihidangkan di meja tanpa diberi tahu mangkuk mana hasil
masakan siapa. Dan, seperti yang bisa diduga, aku diminta untuk menentukan sup ayam
yang lebih lezat.
Aku memprotes. Tak mau menempatkan diri di tengah jeratan yang berbahaya seperti
itu. Tapi, dua mangkuk sup ayam tetap terhidang. Keduanya menatapku dengan tatapan
yang bisa diterjemahkan sebagai, ”Makanlah!”
Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin. Keringat
semakin bercucuran saat keduanya secara bersamaan bertanya, ”Bagaimana?”

Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin
mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”
Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang
dingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya
mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan
bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.
Belakangan bahkan kulihat —di sela-sela mual dan muntah yang terkadang muncul— ia
ikut menyirami tanaman-tanaman tersebut. Juga membersihkannya dari gulma dan
hama. Rupanya suasana hati juga memengaruhi kondisi di meja makan. Sejak
meredanya ’perang dingin’ antara bumbu alami dan bumbu instan, makanku lebih
lahap. Walaupun lidahku tidak begitu peka, kurasakan makan di rumah jadi lebih
menyenangkan.
Di suatu hari saat aku sedang libur kerja, kuniatkan untuk berbicara kepada ibu tentang
keinginan istriku menanam bunga. Namun, ibu telah lebih dulu mengenakan pakaian
’berkebun’, pakaian yang ia kenakan saat hendak merawat tanaman-tanamannya di
halaman. Ibu juga memberi isyarat bahwa ia tak mau diganggu selama ’berkebun’.
Maka, aku pun menciut dan berkata dalam hati, ”Lain kali. Lain kali akan
kusampaikan.”

Zavier Arya Winata 9E 26 Xar akhirya harus berpikir lebih jernih lagi
Anugrah Anazaly 9F 2 Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh.

Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi masakannya. Setahuku ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak.

Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Di halaman— yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan—rumah kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai, bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat ia hendak memasak sup, misalnya, maka dipetiknyalah daun sop dari halaman depan, daun bawang dari belakang rumah, serta beberapa bumbu lain yang tak begitu kuingat. Semua dicuci, sebagian dipotong, sebagian lagi diulek, ditumis, lalu dicemplungkan bersama ayam.

Jadilah sup ayam favorit. Tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. Jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar, ”Yang paling mendekati kondisi tanaman yang kupanen sendiri,” kata ibu selalu. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal.

Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu —bangunan paling tinggi di kota kami serta bangunan tertinggi yang pernah dilihat ayah seumur hidupnya. Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam. ” Bahkan aku ingat bahwa ayah bisa berkomentar, ”Ini kurang banyak belimbing wuluh- nya. ” Di kesempatan lain, ayah berujar, ”Masakan ini enak, tapi lengkuas yang dipakai sepertinya sudah tidak segar.

Stok di halaman sudah habis, ya?” Dan ibu menjawab bahwa lengkuasnya memang dibeli di warung.

Avicena Akbar 9F 3 Masakan Ibu dan Bumbu-Bumbu di Halaman Rumah.

Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah
menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi
kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi
masakannya. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika
masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu. Aku
sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu.Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.” Aku sendiri tak mewarisi ketajaman indera cecap itu. Pernah kejadian, saat rapat di kantor dan disediakan makan siang, aku menghabiskan semua yang ada di dalam kotak dengan lahap. Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar memasak. Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang
baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan. Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain. Aku kebingungan lalu bertanya tanamannya kepada ibu. Ibu menjawab, ”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah,
bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?”
Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.

Dwi Khalila Nibras Muthmainnah 9F 4 Masakan Ibu dan Bumbu-bumbu di
Halaman Rumah

Setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman
tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih
aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Di halaman— yang memang dibuat lebih luas ketimbang bangunan—rumah
kami, kau bisa melihat berbagai tanaman bumbu tersebar di berbagai sudut. Sebagian
di tanah, sebagian di pot besar, sebagian lagi di pot gantung kecil. Cabai, jahe, serai,
bawang merah, kunyit, dan beberapa yang lain.

Tanaman itu bukan hanya dirawat dan disirami dengan telaten, tapi juga dipanen dan
diolah sendiri untuk kemudian jadi bumbu masakan. Bagi ibu, memasak dengan bumbu
yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Saat itu, yang kuingat adalah aku benar-benar mengeluarkan keringat dingin. Keringat
semakin bercucuran saat keduanya secara bersamaan bertanya, ”Bagaimana?” Napasku rasanya begitu berat sebelum berujar, ”Apa kalian benar-benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”
Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang
dingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya
mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan
bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.

Sampai matahari sudah hampir tinggi dan istriku sedang bersiap memasak menu
makan siang, ibu benar-benar tak muncul di dalam rumah. Istriku kemudian meminta
untuk mengambil beberapa helai daun bawang. Maka, aku pun melangkah ke teras
belakang dan mencari tempat tanaman itu biasanya ada. Namun, tanaman-tanaman
tersebut tak ada lagi. Benar-benar tak ada. Juga beberapa tanaman bumbu yang lain. Lalu seketika ibu menanam bunga. ”Ibu ganti dengan bibit bunga. Sudah waktunya rumah ini kelihatan lebih meriah, bukankah sebentar lagi kita akan kedatangan anggota baru?” Kali ini, ibu dan istriku yang saling toleh. Keduanya tersenyum.

Dyota Reginald 9F 5 tentang masakan ibu dan bahan2nya yang ditanam sendiri
Farash Selena Rustam 9F 6 Seorang ibu dari anak yang tidak bisa membedakan antara sayur nangka basi atau tidak yang gemar memasak dengan bumbu yang ditanam di halaman rumah dan mempunyai istri yang gemar menanam bunga.
kayla shafyanisha 9F 8 tentang perjuangan haikal untuk ata selama 7 tahun
Kaylilla Putri Permata 9F 9 ibu merupakan seseorang yang sangat handal masak, dan ayah selalu menjadi juru cicipnya. ayah tak segan memuji setinggi menara parang gardu. sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. sebagian besar orang mungkin menganggap aneh halaman rumah keluarga yang terdiri dari anak dan ibu tersebut. halaman tersebut memiliki banyak tanaman tapi tidak dengan bunga. itu semua merupakan pilihan ibu. sebagai juru masak yang handal, ibu lebih suka menanam dan menghasilkan bahan bahan dapur dari halamannya sendiri. tentu tidak selalu tanaman itu siap dipanen atau bumbu yang dibutuhkan ada di halaman. jika begitu kondisinya, ibu akan pergi ke pasar pagi pagi sekali untuk mencari bumbu yang paling segar. setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling handalnya, ayah tak segan memuji dan mengoreksi. anak mereka pun tidak mewarisi ketajaman indera cecap itu.

setelah sang anak dewasa, ia menikasi seorang perempuan yang pun gemar memasak. sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. entah karena keduanya beda generasi atau
memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun sang
istri rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. salah satu hal yang
baru diketahui setelah menikah adalah bahwa sang istri lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan. sang ibu kadang tidak terlihat setuju, istri dari anaknya pun kadang berkata bahwa masak dengan mertua sangatlah susah, dan sang anak pun berharap keduanya bisa bernegosiasi dan menemukan jalan tengah.

karena tak lagi mendengar keluh kesah keduanya perihal bumbu masak, pikirnya
masalah tersebut telah usai sampai akhirnya tibalah hari itu. hari yang dipikir sebagai
puncak perselisihan keduanya, entah siapa yang mengusulkan, ibu dan istri sang anak akan
memasak menu yang sama dengan cara sendiri sendiri. Ibu terlihat yakin masakannya
akan jadi jauh lebih lezat, sementara sang istri juga tampak tak ragu bahwa rasa
masakannya tak akan jauh beda. setelah selesai, dua sup ayam akan dihidangkan di meja tanpa diberitahu siapa yang memasak dan sang anak disuruh untuk memilih mana sup ayam yang lebih enak.

“apa kalian benar benar ingin mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa membedakan sayur nangka basi atau tidak?” pertanyaan sang anak saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. tak ada lagi ’perang dingin’. setidaknya, begitulah yang terlihat. tidak hanya itu, istriku pun tampaknya mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah.

Maia Amira Dewi 9F 10 Di dalam cerita tersebut berisi tentang perbedaan antara ibu mertua dan anak menantunya. Ibu mertua menyenangi menanam tanaman bumbu agar masakannya lebih nikmat dan sehat, sedangkan menantu nya lebih suka kebunnya ditanami dan memasak dengan bumbu instan. Tetapi akhirnya demi kepentingan bersama mereka saling menyesuaikan.
Marva Kayana Putra Firdaus 9F 11 ibu yang kehilangan juru cicip yang paling handal
Muhammad Hasya Nurhuda 9F 12 Setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicipnya. Aku tidak bisa menjadi juru cicip yang handal seperti ayah. Aku bahkan tidak bisa membedakan nangka hampir basi dengan yang segar. Sampai akhirnya aku menikah dengan istriku. Untungnya istriku gemar memasak. Jadi kurasa istriku bisa menjadi temen ibu saat memasak. Tetapi mereka memiliki perbedaan.Entah karena keduanya beda generasi atau memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau bahkan bumbu instan. Lalu mereka berperang dan menyuruh aku memberi nilai masakan mana yang paling enak. ”Apa kalian benar-benar ingin
mendapat penilaian soal rasa sup ayam dari seseorang yang bahkan tak bisa
membedakan sayur nangka basi atau tidak?”

Pertanyaanku saat itu sepertinya menyadarkan mereka berdua. Tak ada lagi ’perang
dingin’. Setidaknya, begitulah yang kulihat. Tidak hanya itu, istriku pun tampaknya
mulai mengambil langkah yang lebih bijak. Ia mulai ikut mengambil dan menggunakan bumbu- bumbu yang tersebar di halaman rumah. Lalu lama-kelamaan ibu mulai mengganti halaman kebunnya dengan bunga sesuai keinginan istriku. Ibu berkata “sudah saatnya kebun terlihat indah”. Dan selesai. Happy ending

Muhammad Raoul Moria 9F 14 Bacaan tersebut meneceritakan tentang seorang ibu dan anak yang ditinggalkan oleh ayahnya dan seorang ibu juga kehilangan juru cicip paling andalnya.Pada halaman rumah ibu dan anak, terdapat banyak tanaman namun tidak ada setangkai pun bunga di sana.Ibu adalah orang yang memegang teguh prinsipnya dalam memasak.Dengan prinsip yang teguh,ia tidak hanya merawat dan menyiram tanamannya, tapi juga dipanen dan diolah sendiri untuk dijadikan bumbu masakan.Setelah beberapa waktu berlalu, anaknya pun memiliki seorang istri. Ibu dan istri pun saling bertengkarkarena tentang cara masak dan pada akhirnya pun mereka baikan.
Nabil Akbar 9F 15 juki dan teman temannya merancang petualangannya ke korea
Nayla Aulia Alfariani 9F 17 Buku: My Lovely Wife
Halaman: 306-308
Ringkasan Bacaan:
The police found words written on of the basement Tobias. Deaf. Linesay knew Tobias. She knew he was deaf. But her body was found before Naomi disappeared. They could not have spoken, could not have exchanged information. Millicent was the only one.
razita asya g 9F 18 raib bertenmu ali
Raziv Athalla T 9F 19 Sijuki, seorang mahasiswa yg kelaparan dan ingin mencari makan keluar. Tetapi dia tdk punya uang
Ryu Ibrahim Faried 9F 22 Ibu yang kehilangan juru cicipnya setelah kehilangan sang ayah
selma saviro 9F 23 saya belum membaca sampai akhir hanya 2 halaman
Surya Adhitama Winarso 9F 24 ada istri suatu anak dan ibunya yang suka perang perang masak, tetapi setelah ada berberapa kejadian mereka sekarang berkerja sama
Teuku Muhammad Rafsanjani 9F 25 Ringkasannya adalah Bagi sebagian besar orang, halaman rumah kami tampak aneh. Ada banyak tanaman tumbuh, tapi tak ada setangkai pun bunga di sana. Mungkin orang akan merasa lebih aneh lagi saat tahu bahwa itu semua atas pilihan ibu. Aku sendiri tak pernah
menanyakan kepada ibu mengenai alasannya tidak berniat menumbuhkan bunga, tapi
kuduga itu terkait dengan keinginannya untuk menghasilkan yang ’lebih berguna’ bagi
masakannya. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal. Jika masakan ibu enak, ayah tak segan memuji setinggi Menara Parang Gardu bangunan paling
tinggi di kota kami serta bangunan tertinggi yang pernah dilihat ayah seumur hidupnya.
Namun, ayah juga tak segan berkomentar, ”Ini terlalu asin,” atau, ”terlalu asam.” Aku sempat merasa lega karena menikahi seorang perempuan yang juga gemar
memasak.”Pasti akan jadi tandem yang pas untuk ibu,” pikirku.
Sayangnya, kelegaan itu hanya sementara. Entah karena keduanya beda generasi atau
memang karena prinsip yang ditanamkan sejak kecil sudah berbeda, baik ibu maupun
istriku rupanya memegang aliran yang sangat bertolak belakang. Salah satu hal yang
baru kuketahui setelah menikah adalah bahwa istriku lebih memilih bumbu jadi atau
bahkan bumbu instan.
Abigail Ilona Nelwan 9G 1 “aku” tau selama ini orangtua yang mengurusnya bukan orang yua kandung lalu dia masih teridam dan memikirkan orangtua kandungnya
Abyan Ahmad Baihaqi 9G 2 Cerita diawali dengan ibu yang suka memasak dan anak yang ditinggalkan oleh seorang ayah, dan ayah pun adalah juru cicip paling andal seorang ibu. Pada halaman rumah ibu dan anak, ada banyak tanaman namun tidak ada bunga satupun, melainkan tanamannya itu untuk dijadikan masakan. Seorang ibu pun memiliki prinsip dalam memasak, Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Tanamannya pun tidak hanya dirawat dan disirami, melainkan diolah juga untuk menjadi masakan. Beberapa waktu berlalu, anaknya pun memiliki seorang istri. Ibu dan istri pun saling berargumen karena tentang cara masak. Dan pada akhirnya pun mereka baikan.
Adelin Maharani A 9G 3 Ibu yang suka memasak dengan menggunakan tanaman yang ditanam di halaman rumahnya.
Adisti Raina Adriani 9G 4 Sebaiknya biasa biasa saja karena apa pun di dunia itu sementara
Agnelia Chloe Maulana 9G 5 Ibu karakter aku suka memasak menggunakan bahan bahan yang di tanam di halaman
Ardea devin m 9G 6 Buku merayakan kehilangan

Waktu sebenernya tidak bisa menyembuhkan luka.Ia hanya membuatmu terbiasa akan hari hari yang tanpa dirinya lagi,membuat hatimu mulai berani menerima kenyataan bahwa tanpanya kau bisa baik baik saja

arkila zahra 9G 7 seeorang perempuan bernama Lail yang harus kehilangan kedua orang tua nya saat bencana gempa bumi lalu bertemu dengan laki-laki bernama Esok yang membantunya disaat benca bumi tersebut lalu semakin lama mereka semakin mengenal satu sama lain
Ashilla Fadya Saddiqa 9G 8 Halaman buku yangku baca itu tentang perasaan seseorang

“Suatu hari kita kan bersatu dihari minggu sambil bersantay. Suatu hari kita juga akan ngobrol tentang banyak hal di dapur. Suatu hari kita akan bersama hari sabtu, berkeliling menggunakan mobil. Suatu hari kita akan bersama.”

Chantika Gadis Prayoga 9G 9 Cerita hancurnya tim Avengers yang pada saat itu beranggotakan Ant-Man, Captain America, Captain Britain, Falcon, Hawkeye, Iron Man, Scarlet Witch, She-Hulk, Vision, Wasp dan Yellowjacket, diawali dengan percakapan tentang siapa orang yang paling mereka inginkan sebagai kekasih. Saat obrolan mulai seru, tiba-tiba alarm berbunyi.

Penyebabnya ternyata adalah kemunculan Jack of Heart, salah satu anggota Avenger yang seharusnya sudah tewas. Ant-Man yang merasa berhutang budi (karena Jack tewas demi menyelamatkan putrinya) keluar dari Avengers Mansion untuk menemuinya. Ledakan tersebut menghancurkan hampir separuh markas Avengers dan membunuh Ant-Man.

Gavin avarel aditya 9G 10 goosebumps topeng hantu ini menceritakan tentang carly beth yang dikutuk dikarenakan menggunakan topeng hantu itu pada saat halloween dan ia pun masih menggunakan topengnya itu sampai sekarang
haiqa camilla 9G 11 novel
Inara Alisha Kusumapatra 9G 12 Ibu dari sang anak menanam banyak bumbu dapur di halaman rumahnya ketimbang menanam bunga. sang ibu memegang prinsip dalam memasak. Sang ibu biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai. Namun, tanaman-tanaman itu tidak selalu siap untuk dipanen atau bumbu yang dibutuhkan tidak ada di halaman. Jika kondisinya seperti itu sang ibu akan pergi ke pasar pagi-pagi untuk mencari bumbu yang paling segar, yang paling mendekati kondisi tanaman yang ibu panen sendiri. Sang Ayah merupakan juru cicip paling andal untuk mencicipi masakan ibu. Namun setelah sang ayah tiada, ibu kehilangan juru cicip paling andal nya. Sedangkan sang anak, sang anak bahkan tidak dapat membedakan nangka yang basi atau yang tidak. Sang anak mendapatkan istri yang gemar memasak. Namun tak seperti ibunya, istrinya lebih memilih untuk menggunakan bumbu jadi atau bumbu instan. Saat keduanya memasak (Ibu dan istrinya) mereka tak bisa berseloroh. Lama kelamaan ibunya tak lagi mengeluh soal istrinya yang terlalu mudah mencari jalan pintas dalam memasak, dan istrinya tidak curhat lagi tentang betapa sulitnya untuk memasak bersama mertuanya. Istrinya memilih bercerita tentang keinginannya untuk menanam bunga. Di akhir cerita ibu mengganti tanaman ibu dengan bibit bunga sekaligus untuk menyambut kedatangan anggota keluarga baru.
Karina Alyshia Candrawati 9G 13 Ada seorang anak yang memiliki Ibu yang pandai memasak. Saat Ayahnya masih ada, Ayahnya akan mencicip masakan Ibu dengan sangat jujur karena Ayahnya memiliki indera cecap yang tajam. Tetapi saat Ayahnya sudah tidak ada, Ibu kehilangan juru cicipnya. Walaupun Ayah sudah tidak ada, Ibu selalu memasak untuk anaknya. Ibu tidak pernah memakai bumbu instan ketika memasak, melainkan Ibu menanami banyak tanaman sehingga bumbu yang dipakai merupakan bumbu alami bukan bumbu instan. Walaupun Ayahnya memiliki indera cecap yang tajam, tetapi anaknya tidak memiliki indera cecap yang tajam. Pada suatu hari sang anak saat ada di kantor disediakan makan siang dan anaknya menghabiskan makanannya dengan lahap dan abis. Karena sang anak tidak memiliki indera cecap yang tajam, ternyata makanan yang Ia makan sudah basi. Seorang teman bilang ke sang anak bahwa makanan yang Ia makan sudah basi. Lalu teman-temannya menertawai anaknya karena Ia makan makanan basi. Saat ayah masih ada, Ayah mengajak istrinya ke tempat Ibunya. Lalu ternyata istrinya dan Ibunya tidak memiliki kesamaan. Sang Ibu lebih suka memasak menggunakan bumbu instan sedangkan Istrinya lebih suka menggunakan bumbu yang alami. Tetapi walaupun berbeda cara, rasanya tetap sama
Kayla Devina Helmi Putri 9G 14 Abel dan David, hari ini akan pergi ke sekolah bersama. Mereka melakukan kegiatan di sekolah seperti biasa. Namun keadaan yang terjadi kemaren membuat mereka masih merasa canggung.
Kinaura Anavatri Virgana 9G 15 Seorang lelaki mempunyai Ibu yang senang sekali memasak. Tetapi saat ayah lelaki itu meninggalkannya, Ibu tersebut kehilangan orang yang selalu bisa mengeritik apakah enak atau tidak nya masakan Ibu tersebut. Ibu nya selalu menggunakan bahan-bahan yang alami, bumbu-bumbu dapur yang dibuat sendiri. Lelaki itu tidak sepandai ayahnya mencicip makanan, sampai-sampai ia tidak bisa membedakan mana sayur yang sudah mau basi dan tidak. Saat Lelaki tersebut sudah memiliki istri, ada sebuah perang dingin antara Ibu dan Istri nya mengenai lebih bagus menggunakan bahan-bahan alami atau bumbu cepat saji. Setelah disadarkan oleh sang Lelaki di rumah, Istri dan Ibu menjadi baikkan dan mereka sadar kalau harus damai antar sesama karna akan ada anggota baru ke dalam rumah
Kirana Sari Priangani 9G 16 Risa bertemu teman2nya yang berupa hantu belanda
Kirana Sari Priangani 9G 16 Ibu sedih karena ayah sudah tidak ada
Ladarise Ahmad Mangkuwangsa 9G 17 Sebuah sosok Ketua OSIS yang bernama Nakula. Nakula sangat tampan dan kece. perempuan sangat mengaguminya. Nakula memiliki mata yang hijau dan menggunakan mata yang hijau.
Mochammad rajendra al ghaviky 9G 18 Saya baca mengenai astronomi tentang planet dan tata Surya
Muhammad Rizky Pasya Arifin 9G 20 Bumi sangat indah saya sangat takjub tidak ada yang lebih indah dan nikmat melihat keindahan dunia.
Nyayu Makayla 9G 21 Masih diawal jalan cerita dan belum menyampai ke unsur cerita nya
Radya isra nugraha 9G 22 lima sekawan
Rafif Pramatya Radina 9G 23 Rafe terpaksa kembali ke sekolah lamanya karena sekolah yang dia inginkan yaitu Airbrook sudah tutup untuk selamanya. Meski dia tidak menyukainya, dia harus menjalaninya daripada tidak punya sekolah sama sekali
Rafif Pramatya Radina 9G 23 Ibu adalah satu dari sangat sedikit orang yang memegang teguh prinsipnya
dalam memasak. Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan
dipakai. Bagi ibu, memasak dengan bumbu yang ditanam dan diolah sendiri akan menghasilkan rasa yang lebih ’nendang’. Seperti saat memasak sup, dia memetik bahan masaknya dari halamannya. Jika bahan masak tidak ada di halaman/belum siap panen, maka dia akan ke pasar mencari bumbu. Sayangnya, setelah ayah tak ada, ibu kehilangan juru cicip paling andal karena dia yang biasanya mencicipi dan menilai rasanya apakah enak atau kurang enak. Anaknya sendiri tidak mewarisi ketajaman indera pengecapnya dan seperti tidak bisa membedakannya mana yang enak dan tidak enak. Istri anaknya sangat bertolak belakang dari ibunya karena menggunakan bumbu instan tidak menggunakan bahan segar. Terjadilah perselisihan hingga puncaknya terjadi mereka akan adu memasak makanan yang sama dengan cara sendiri-sendiri dan meminta anaknya mencicipi. Setelah adu memasak tersebut, keduanya jadi lebih akur. Mereka jadi lebih akrab dan istrinya jadi mau belajar menggunakan bahan segar untuk memasak
Seinjiro Reyspati Alfahd 9G 25 jadi cerita ini diawali tentang keluarga yang harmonis yang ditinggali oleh ayahnya
lalu dan ibu kehilangan juru masak andalannya .Pada halaman rumah ibu dan anak, ada banyak tanaman namun tidak ada bunga satupun, melainkan tanamannya itu untuk dijadikan masakan. Seorang ibu pun memiliki prinsip dalam memasak, Ia biasa menanam sendiri sebagian besar bumbu dapur yang akan dipakai.n. Beberapa waktu berlalu, anaknya pun memiliki seorang istri. Ibu dan istri pun saling berargumen karena tentang cara masak. Dan pada akhirnya pun mereka baikan,dan mereka memasak bersama
Taqi Kalamka Rafif 9G 26 Percy , Annabeth dan tyson memanggil taksi penyiksaan abadi yang di supiri oleh 3 nenek yang sedang berebutan mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *