Senin

Hari senin merupakan hari yang sangat dibenci oleh para pelajar. Tidak terkecuali pelajar yang satu ini,Aryan namanya dia murid kelas 7 di sekolahnya,alasan dia membenci hari senin itu bukan karena yang ada diatas tadi,tetapi karena hari senin adalah hari dimana penderitaannya dimulai.

Aryan sudah 10 menit sampai disekolahnya dan sudah 10 menit juga ia terlelap dikursinya. Iya,aryan adalah anak yang sangat pemalas. Sering ia mendengar omelan gurunya karena sering…tidak,selalu tidur pada jam pelajaran. “Kamu ini,tidur terus sudah besar mau jadi apa?!!” begitulah omelan guru yang sudah terlalu sering Aryan dengar,dan tidak ada satupun yang masuk kedalam diri Aryan.

Pulang sekolah,Aryan tidak seperti anak anak yang lain yang ingin bermain dulu di sekolah,atau hang out di café. Kegiatan Aryan sepulang sekolah hanyalah tidur,tidur,tidur dan tidur.

Saat dirumah,Aryan melihat Ibunya sedang menonton televisi.  “sedang apa mah?”sebuah pertanyaan keluar dari mulut Aryan.

 “ini de,berita” jawab ibu aryan tanpa melepas pandangannya dari tv.

“memang apa yang menarik, yang mereka beritakan tidak akan jauh dari hal yang tidak penting” sesaat setelah perkataan itu keluar dari mulut Aryan,remot tv dilempar oleh ibunya dan tepat sasaran mengenai kepalanya.

 “Kau ini,seenaknya Saja bilang berita tidak penting. Lihat tuh,kau tau siapa mereka?” omel ibu.

“para pejabat negara?” jawab aryan dengan malas.

“benar, mereka adalah anggota dpr yang baru dilantik  kemarin” jelas ibu.

 “lalu kenapa memangnya?” tanya Aryan yang memang bingung.

 “mereka baru dilantik kemarin. Tetapi lihat, hari ini sudah ada lebih dari 300 orang yang bolos kerja” jawab ibu sambil marah marah.

“ya memangnya apa bedanya jika mereka kerja. Toh kalua kerja mereka kerjanya cuma tidur doang” Aryan sudah sangat capek mendengar omelan dari ibunya.

 Tiba tiba ibunya menjawab,dan jawabannya benar benar membuat Aryan kaget,”mereka memang tidur saat bekerja dan karena mereka melakukan itu, mereka mengecawakan rakyat. Lalu apa bedanya kamu dengan mereka? Kamu selalu tidur saat belajar,sedangkan kewajibanmu sebagai pelajar adalah belajar”

setelah ibu mengatakan hal itu Aryan hanya terdiam dan pergi kekamarnya.

Esok hari

Hari ini sifat Aryan mendadak berubah,dan itu disadari oleh teman temannya “Yan,tumben gatidur pas jam pelajaran” tanya seorang temannya yang bernama Akbar.

 “gatau,gabisa tidur” hanya itu jawaban yang keluar dari mulut aryan.

 Mendengar jawaban Aryan,Akbar mendadak ketawa “hahahahaha,kau ini kok bisa gatau,trs hari ini tumben kamu mengerjakan semua tugas yang diberikan guru”.

“dibilangin gatau” jawab aryan mulai malas

 “yasudahlah terserah kau” Akbar pun pergi keluar kelas.

Aryan yang melihat Akbar keluar kelaspun langsung melanjutkan kegiatannya yaitu membaca.

Sudah seminggu berlalu dan sikap Aryan berubah total, ia yang tadinya pemalas dan hanya ingin tidur berubah menjadi pelajar yang sangat rajin.

Sekarang hari senin pun kembali

“huah,aku benci hari senin”Aryan mendengar Akbar menggerutu

“aku suka dengan hari senin” perkataan yang keluar dari mulut Aryan membuat Akbar kaget

“yang benar saja haha” akbar tertawa

‘’kau ini benar benar sudah berubah,kemana Aryan yang sangat pemalas?” Akbar mengejek

“sudah hilang,sekarang aku mengerti dengan kewajibanku sebagai pelajar,dan aku akan bertanggung jawab dengan kewajibanku karena aku tidak ingin mengecewakan siapapun” Aryan tersenyum sambail berkata hal itu

Akbar pun tersenyum dan merangkul Aryan “baiklah mari kita pergi kekelas”

Pada hari itu, hari dimana ibu mengatakan omelan yang menjadi tamparan keras baginya, Aryan berjanji untuk berubah,karena ia tidak mau menjadi orang yang hanya tidur disaat orang lain melaksanakan kewajiban mereka. Ia ingin menjadi seorang yang berguna dan bermanfaat bagi orang orang. Aryan berjanji bahwa ia tidak akan mengecewakan siapapun dan menjadi seseorang yang lebih rajin.

Hari senin merupakan hari yang sangat dibenci oleh semua pelajar, tetapi tidak bagi Aryan,karena hari senin adalah hari yang sangat penting untuknya. Hari dimana Aryan memutuskan untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah hari Senin. Hari senin adalah hari pertama dalam seminggu yang cocok digunakan untuk berubah,karena tidak ada salahnya kan,berubah diawal daripada menyesal di akhir.

(Sven Subot/7B/tb45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *